Bos BI Ungkap Prospek Ekonomi Global Suram, Inflasi Tembus 4,6%

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Bos BI Ungkap Prospek Ekonomi Global Suram, Inflasi Tembus 4,6% yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Kombinasi faktor tersebut berpotensi mempertahankan daya tarik aset keuangan AS di tengah ketidakpastian global.

Di pasar keuangan internasional, preferensi investor terhadap negara-negara pasar berkembang atau emerging markets juga masih terbatas.

(haa/haa) [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20261009115048-19-774709/video-pelaku-pasar-tanggapi-volatilitas-rupiah–reshuffle-kabinet”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/774709?comscore=off”,”time”:400,”title”:”Video: Pelaku Pasar Tanggapi Volatilitas Rupiah – Reshuffle Kabinet”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/10/09/pandangan-bos-mi-soal-volatilitas-rupiah-reshuffle-kabinet-prabowo-1791523160990_169.png”}]’); Next Article Bos BI Bawa Kabar dari Pertemuan G20: Dunia Tak Baik-Baik Saja

Kondisi ini dipengaruhi oleh meningkatnya tensi perang di Timur Tengah yang membuat harga minyak dunia bertahan tinggi.

Destry menyampaikan, pertumbuhan ekonomi global diperkirakan berada di kisaran 3%, sementara tekanan inflasi mencapai 4,6%.

“Prospek perekonomian global lemah melalui ketidakpastian tinggi.

Bos BI Ungkap Prospek Ekonomi Global Suram, Inflasi Tembus 4,6% Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 778191, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20261021133209-17-778191/bos-bi-ungkap-prospek-ekonomi-global-suram-inflasi-tembus-46’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Robertus Andrianto,  CNBC Indonesia 21 October 2026 13:46 Foto: Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti saat menyampaikan Hasil Rapat Dewan Gubernur Bulanan Bulan Oktober 2026 Cakupan Triwulanan dan Tahunan di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Dampak dari hal tersebut adalah membuat DXY (indeks dolar AS) tetap kuat,” kata Destry. akibat Kondisi ini membuat indeks dolar AS (DXY) bertahan kuat.

“Di pasar keuangan global preferensi investor di emergingΒ market terbatas

pertumbuhan ekonomi sekitar 3% dan tekanan inflasi 4,6%,” ujar Destry dalam paparan RDG, Rabu (21/10/2025).

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });

Ketidakpastian global tersebut juga diperkirakan memengaruhi arah kebijakan moneter negara-negara utama, khususnya Amerika Serikat (AS).

Baca: Akhir Sesi I, IHSG Anjlok 0,84%

Menurut Destry, kebijakan moneter ketat diperkirakan bertahan lebih lama.

(CNBC Indonesia/Tri Susilo) //FMG_Tag – IMPULSE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=impl’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – VIBE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=vibe’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – RC var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=rc’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – Expandedfloor var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=sf’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter);

Jakarta, CNBC Indonesia – Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti mengungkapkan prospek perekonomian global masih lemah melalui tingkat ketidakpastian yang tinggi.

Dampak dari hal tersebut adalah harga minyak tetap tinggi. akibat Kondisi ini makin kuatnya tensi perang timur tengah

Ekspektasi terhadap arah kebijakan moneter AS turut memengaruhi pergerakan imbal hasil surat utang pemerintah AS atau US Treasury (UST) yang diperkirakan tetap tinggi.

Tekanan juga berasal dari kondisi fiskal AS, seiring melalui defisit anggaran yang semakin besar.

Penguatan dolar AS dan terbatasnya minat investor terhadap aset pasar berkembang menjadi tantangan bagi negara-negara seperti Indonesia dalam menjaga stabilitas pasar keuangan dan nilai tukar.

Perkembangan ekonomi global tersebut menjadi salah satu faktor yang perlu dicermati dalam menentukan arah kebijakan ekonomi domestik, terutama di tengah risiko kenaikan harga energi, tekanan inflasi, serta perubahan arus modal global.

Adapun, bagi Indonesia, kondisi tersebut menuntut kewaspadaan terhadap dampak rambatan dari pasar keuangan global, termasuk potensi tekanan terhadap rupiah dan kebutuhan menjaga stabilitas makroekonomi.

“Kondisi ini mengharuskan penguatan respons sinergi fiskal dan moneter,” tegas Destry.

Analisis mendalam tentang Bos BI Ungkap Prospek Ekonomi Global Suram, Inflasi Tembus 4,6% akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

πŸ“‹ Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *