RI Alami Halusinasi Daya Beli, Ekonom Ungkap Faktanya!

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang RI Alami Halusinasi Daya Beli, Ekonom Ungkap Faktanya! yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Enggak, sangat-sangat enggak betul,” papar Dradjad.

(arj/arj) [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20261002170024-19-772958/video-inovasi-pengusaha-fashion-lokal-saat-tren-konsumen-berubah”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/772958?comscore=off”,”time”:685,”title”:”Video: Inovasi Pengusaha Fashion Lokal Saat Tren Konsumen Berubah”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/10/02/digitalisasi-medsos-bikin-tren-fashion-berubah-pengusaha-tawarkan-desain-harga-bersaing-1790936490673_169.png”}]’); Next Article IHSG Terkoreksi Tipis, Turun 0,12% ke Level 6.343

RI Alami Halusinasi Daya Beli, Ekonom Ungkap Faktanya!

Jadi trennya di September ini tumbuhnya hanya 1,4%,” ujarnya.

Dari sisi pendapatan masyarakat itu sendiri, David mengatakan, juga terlihat melemah trennya, diukur dari BCA Income Index.

Dan konsumsi jalan-jalan itu tinggi sekali, restoran dan hotel juga.

Angkanya melambat dibandingkan melalui pertumbuhan 1,8% (yoy) pada Agustus 2026.

“Memasuki kuartal 3 ini kecenderungannya melambat.

Termasuk terkait melalui transaksi yang kini makin banyak beralih melalui ruang digital.

“Ya kalau transaksi QRIS meningkat drastis, itu kan nantinya memang banyak transaksi, banyak konsumsi.

Turisme juga meningkat, pariwisata meningkat sekali,” tuturnya.

Selanjutnya, kuatnya daya beli masyarakat kata dia juga terlihat dari transaksi QRIS yang terus meningkat di atas 100%.

Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 777666, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20261019213554-17-777666/ri-alami-halusinasi-daya-beli-ekonom-ungkap-faktanya’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Dovana Hasiana,  CNBC Indonesia 20 October 2026 07:15 Foto: Sejumlah pengujung melintas di salah satu mal di kawasan Jakarta Selatan, Senin, (28/7/2025).

Karena masyarakat kita rupanya sekarang banyak yang senang halan-halan, halan-halan ya, jalan-jalan.

(CNBC Indonesia/Muhammad Sabki) //FMG_Tag – IMPULSE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=impl’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – VIBE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=vibe’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – RC var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=rc’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – Expandedfloor var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=sf’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter);

Jakarta, CNBC Indonesia – Kepala Ekonom PT Bank Central Asia Tbk David E.

Namun, ia tidak menyebut secara spesifik angka yang ia maksud dari setiap perolehan data.

“Jadi daya beli tidak melemah, buktinya banyak, saya tadi lihat bukti data-data, memang gak semua data bisa dipublikasi, tapi tadi saya lihat buktinya ya,” kata Dradjad.

Ia hanya menegaskan, tidak adanya indikasi daya beli masyarakat Indonesia melemah bisa dilihat dari data pertumbuhan aktivitas sektor transportasi hingga pariwisata.

“Karena apa?

Di sisi lain, dengan ukuran kecil dengan harga relatif terjangkau.  

Hal ini menyebabkan subsektor industri, seperti industri kecantikan dan perawatan diri (beauty and personal care) masih tergolong prospektif di Indonesia, meski daya beli menunjukkan sinyal negatif.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });

Baca: Tren Kidult Economy, Orang Dewasa Rela Habiskan Jutaan Buat Mainan

“Jadi justru dalam ekonomi yang menurun itu, lipstick effect terjadi,” ujar David dalam Business Outlook 2027 yang disiarkan secara virtual, dikutip Selasa (20/10/2026).

Selain itu, subsektor lain yang masih prospektif akibat fenomena lipstic effect ini kata David adalah sektor teknologi; kreatif dan media digital, hingga barang konsumsi nonesensial seperti mebel dan dekorasi rumah.

Terjadi pula peningkatan di subsektor keterampilan dan pendidikan nonformal; layanan kebugaran, kesehatan mental, dan kesejahteraan; industri hewan; arsitektur, desain interior, renovasi; pariwisata dan rekreasi swasta; serta logistik khusus dan nonpangan.

Jadi ini sektor-sektor yang di luar sektor-sektor besar yang kita lihat secara big data performanya cukup bagus,” ujarnya.

David pun membeberkan sejumlah indikator belanja yang menunjukkan sinyal negatif pada kuartal III-2026, dengan memanfaatkan data 34 juta nasabah bank.

Belanja masyarakat kata dia hanya tumbuh 1,4% secara tahunan (year on year) pada September 2026. sedangkan Sumual, mengatakan konsumsi masyarakat Indonesia tengah mengalami fenomena lipstick effect.

Lipstick effect adalah fenomena psikologis dan ekonomi masyarakat, yang menggambarkan konsumen cenderung tetap membeli barang-barang mewah,

“Memang trennya kecenderungannya menurun,” kata David.

Baca: Dunia Tertarik Biayai Proyek Sampah Jadi Listrik RI, Ini Alasannya

Sebelumnya, Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Wibowo membantah daya beli masyarakat Indonesia tengah mengalami pelemahan.

Pernyataan ini ia sampaikan selepas mengadakan pertemuan melalui Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adhininggar Widyasanti di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Senin (12/10/2026).

“Bisa saya sampaikan, itu tidak betul kalau daya beli di Indonesia itu melemah, salah,” ucap Dradjad seusai pertemuan.

Dradjad mengaku kesimpulan itu ia dapat setelah mendapatkan sejumlah data dari BPS.

Analisis mendalam tentang RI Alami Halusinasi Daya Beli, Ekonom Ungkap Faktanya! akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *