Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Penyebab IHSG Anjlok ke 4.900 dan Sentuh Level Terendah Sejak Pandemi yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
Penyebab IHSG Anjlok ke 4.900 & Sentuh Level Terendah Sejak Pandemi Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 777329, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20261019090824-17-777329/penyebab-ihsg-anjlok-ke-4900-sentuh-level-terendah-sejak-pandemi’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Redaksi, CNBC Indonesia 19 October 2026 09:16 Foto: (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki) //FMG_Tag – IMPULSE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=impl’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – VIBE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=vibe’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – RC var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=rc’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – Expandedfloor var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=sf’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); Daftar Isi
- BEI Pangkas Batas ARB
- Potensi Arus Keluar Rp100 Triliun
- Rupiah dan Obligasi Ikut Tertekan
Jakarta, CNBC Indonesia – Pasar saham Indonesia masih bergerak bergejolak pada perdagangan Senin (19/10/2026), setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat penurunan harian terdalam dalam hampir tiga dekade terakhir pada akhir pekan lalu.
📚 Artikel Terkait yang Direkomendasikan
Pada pembukaan perdagangan hari ini IHSG dibuka anjlok tajam dan langsung ambruk 4,31% ke level 4.961,87 turun 223 poin poin dibandingkan penutupan perdagangan kemarin di level 5.863,78.
googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); }); Baca: Dolar AS Bertahan di Rp18.000 Pagi Ini
Ini merupakan kali pertama indeks balik ke level 4.900 semenjak pandemi covid mengguncang pasar keuangan.
Dampak dari hal tersebut adalah keputusan investasi dapat diambil berdasarkan fundamental ekonomi Indonesia.
Langkah tersebut diambil setelah regulator jasa keuangan menggelar pertemuan dengan pelaku pasar modal, termasuk analis dan ekonom, pada akhir pekan. akibat Untuk menghindari reklasifikasi, dibutuhkan bukti nyata bahwa reformasi yang diumumkan telah dijalankan secara konsisten dan memperbaiki fungsi pasar secara material,” tulis ahli strategi Goldman Sachs dalam risetnya, seperti dikutip dari Reuters.
BEI Pangkas Batas ARB
Merespons gejolak tersebut, BEI pada Senin (19/10/2026) memangkas batas auto rejection bawah (ARB) menjadi 7% dari sebelumnya 15%.
Menurut BEI, kebijakan ini diambil untuk memberi kesempatan bagi investor mengevaluasi dan mencerna informasi yang tersedia,
Rupiah melemah ke level Rp18.000 per dolar AS, tak jauh dari rekor terlemahnya di Rp18.190/US$ yang tercapai pada Juni lalu.
Manajer portofolio Allspring Global Investments di Singapura, Gary Tan, mengatakan kekhawatiran utamanya bukan pada aksi jual terkait indeks, melainkan potensi rambatan jangka pendek ke rupiah dan imbal hasil obligasi domestik.
“Dislokasi pasar bisa berujung pada pengetatan kondisi keuangan dan dampak yang lebih berarti terhadap perekonomian riil,” ujarnya.
(fsd/fsd) [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20261016111024-19-776771/video-msci-bikin-cemas-ihsg-turun-11-rupiah-tembus-rp-18000-usd”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/776771?comscore=off”,”time”:414,”title”:”Video: MSCI Bikin Cemas, IHSG Turun 11% & Rupiah Tembus Rp 18.000/USD”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/10/16/ri-terancam-turun-ke-standalone-market-ihsg-turun-11-rupiah-tembus-rp-18000usd-1792124118516_169.png”}]’); Next Article Breaking, IHSG Anjlok 4% Lebih Balik ke Level 4.900
Awal tahun ini, Moody’s dan Fitch telah menurunkan prospek (outlook) peringkat utang Indonesia menjadi negatif.
Kekhawatiran investor juga meluas ke luar pasar saham yang bernilai sekitar US$500 miliar (Rp9.000 triliun).
Saham BBCA, BBRI, BYAN, TLKM dan BBRI tercatat menjadi laggard perdagangan hari ini.
Sebelumnya, pada Jumat (16/10/2026), IHSG ambles 11,6%. Ditambah koreksi hari ini, indeks acuan Bursa Efek Indonesia (BEI) telah terpangkas 43% sepanjang tahun berjalan (year to date/ytd), menjadikannya indeks melalui kinerja terburuk di dunia di antara indeks-indeks utama.
Kejatuhan tajam itu dipicu pengumuman MSCI yang menyatakan tengah mempertimbangkan pemindahan Indonesia dari kategori emerging markets menjadi pasar berstatus standalone.
Jika terealisasi, status standalone berisiko memutus akses Indonesia, ekonomi terbesar di Asia Tenggara, terhadap aliran modal internasional.
Namun, ia mengingatkan bahwa menarik modal dalam jumlah besar akan semakin sulit di tengah kondisi saat ini, meskipun masih ada perusahaan dan bank melalui fundamental yang solid.
Rupiah dan Obligasi Ikut Tertekan
Peringatan MSCI menambah daftar tekanan bagi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Sementara itu, dana aktif yang menjadikan indeks tersebut sebagai acuan memegang aset lebih dari US$8 miliar (Rp144 triliun), meski aksi jualnya bersifat diskresioner, bukan otomatis mengikuti indeks.
Hingga kini, investor asing telah mencatatkan jual bersih (net sell) saham Indonesia senilai US$4,88 miliar atau setara Rp87,84 triliun sepanjang 2026.
Level perdagangan hari ini tercatat terendah sejak Oktober 2020.
Emiten blue chip melalui kapitalisasi pasar besar tercatat masih menjadi pemberat kinerja IHSG.
Dampak dari hal tersebut adalah ruang penurunan lanjutan kemungkinan tidak terlalu besar. akibat Angka ini berpotensi menjadi arus keluar tahunan terbesar dalam setidaknya 16 tahun terakhir.
Kepala Strategi Makro dan Investasi Asia BNY Investments, Aninda Mitra, menilai eksposur asing di saham Indonesia sudah menyusut cukup dalam
Di sisi lain, pada Jumat lalu regulator juga mengumumkan sanksi terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat manipulasi perdagangan saham tiga perusahaan.
Potensi Arus Keluar Rp100 Triliun
Goldman Sachs memperkirakan, jika Indonesia benar-benar dikeluarkan dari indeks MSCI, arus keluar dana pasif bisa mencapai US$5,6 miliar atau sekitar Rp100,8 triliun.
Namun, dalam pernyataan terbarunya, MSCI menilai kurangnya kemajuan dalam membenahi persoalan tersebut membuat penurunan ke status frontier pun tidak lagi mencerminkan seriusnya masalah yang ada.
“Beban pembuktian kini telah bergeser.
Faktor penyebabnya adalah minimnya transparansi kepemilikan saham dan perilaku perdagangan. yang mengakibatkan Indonesia juga akan dikelompokkan bersama pasar standalone lain seperti Lebanon dan Zimbabwe.
Sebelumnya, pada Januari lalu, MSCI sempat mengancam menurunkan Indonesia ke status frontier market
Analisis mendalam tentang Penyebab IHSG Anjlok ke 4.900 dan Sentuh Level Terendah Sejak Pandemi akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
📢 Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
📌 Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
🏢 Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
⚠️ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
