Kisah Raja Rokok Indonesia, Ganti Nama Produk usai Mimpi

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Kisah Raja Rokok Indonesia, Ganti Nama Produk usai Mimpi yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Faktor penyebabnya adalah berhutang dengan kreditor asing.

Akhirnya 70% saham keluarga Ong Hok Liong dijual, yang ternyata banyak peminat. yang mengakibatkan Bentoel tidak mampu membayar pinjaman pada BRI dan Bank Bumi Daya sneilai US$170 juta, bahkan bertambah menjadi US$350 juta

Awalnya pabrik itu diberi nama Strootjes-Fabriek Ong Hok Liong

“Awalnya, perusahaan ini bernama Strootjes-Fabriek Ong Hok Liong.

Peter Sondakh dan Rajawali Wira Bhakti Utama berhasil mendapatkannya, sementara Hutomo Mandala Putra gagal.

Berlanjut pada 1997, aset Bentoel diberikan kepada perusahaan baru bernama PT Bentoel Prima serta PT Perusahana Rokok Tjap Bentoel dibubarkan.

Masuk ke tahun 2000, Bentoel Prima diganti menjadi PT Bentoel Internasional Investama Tbk.

Pabrik itu mulanya memproduksi rokok tjap Burung, tjap Klabang, dan Djeroek Manis.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); }); Kemudian pada 1951, namanya menjadi NV Pertjetakan Liem An dan tiga tahun kemuddian berubah jadi PT Perusahaan Rokok Tjap Bentoel.

Berkat mimpi, merek tersebut menjadi sukses dan sangat terkenal di tanah air.

Ong yang lahir di Bojonegoro, mendirikan sebuah pabrik rokok di Malang bersama Tjoa Sioe Bian pada 1930-an.

Penulisannya mengikuti era sebelum ada Ejaan Yang Disempurnakan (1973).

Dari sana, Bentoel berubah menjadi perusahaan yang sukses.

British American Tobacco yang kini menjadi pemegang saham untuk 92,48% dan sisanya dipegang masyarakat.

Kemudian nama itu diubah menjadi Hien An Kongsie,” tulis Rudy Badil dalam Kretek Jawa: Gaya Hidup Lintas Budaya (2011:107).

Kisah Raja Rokok Indonesia, Ganti Nama Produk usai Mimpi Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 777244, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20261018183641-17-777244/kisah-raja-rokok-indonesia-ganti-nama-produk-usai-mimpi’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Tim Redaksi,  CNBC Indonesia 18 October 2026 21:30 Foto: Infografis/ Bentoel/ Edward Ricardo //FMG_Tag – IMPULSE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=impl’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – VIBE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=vibe’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – RC var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=rc’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – Expandedfloor var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=sf’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter);

Jakarta, CNBC Indonesia – Pemilihan nama rokok Bentoel ternyata lahir dari sebuah mimpi pendirinya Ong Hok Liong.

Perubahan ini terjadi saat Ong Hok Liong melakukan ziarah, ke makam Mbah Djunggo di sekitar Gunung Kawi.

Suatu saat dia tertidur di dekat makam dan bermimpi melihat ubi talas saat berziarah.

Salah satunya bisa memperkerjakan hingga 3.000 orang karyawan sebelum 1960-an.

“Ketika dia (Ong Hok Liong) meninggal pada tahun 1967 dia adalah seorang multi jutawan dan Bentoel telah tumbuh menjadi rokok pribumi terbesar kedua di Indonesia,” tulis George Quinn dalam Bandit Saints of Java (2019).

Namun jalan Bentoel juga sempat terseok.

Dia menanyakan arti mimpi itu pada juru makam, dan mengatakan mendapatkan petunjuk untuk mengganti nama pabriknya dari Mbah Djunggo.

Dari sana, nama pabriknya diganti berdasarkan bahasa Jawa untuk ubi talas yakni bentul.

(hsy/hsy) [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20261013131310-19-775710/video-dorong-eksplorasi-migas-ri-investor-hadapi-tantangan-ini”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/775710?comscore=off”,”time”:326,”title”:”Video: Dorong Eksplorasi Migas RI, Investor Hadapi Tantangan Ini”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/10/13/dukung-ekspansi-eksplorasi-migas-ri-pemain-migas-hadapi-tantangan-ini-1791873101327_169.png”}]’); Next Article 2 Pengusaha RI Jadi Konglomerat, Rutin Datang ke Gunung Kawi

Analisis mendalam tentang Kisah Raja Rokok Indonesia, Ganti Nama Produk usai Mimpi akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *