Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Investor Kini Maunya Sebentar Pegang Surat Utang RI, Ini Penyebabnya yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
π Artikel Terkait yang Direkomendasikan
“Incoming bid yang lebih banyak pada tenor pendek hingga menengah merupakan dinamika yang lazim di tengah volatilitas pasar dan ekspektasi kenaikan suku bunga global.
Sedangkan tenor panajang seperti FR0107 hanya 1,45 kali dan FR0105 sebanyak 1,15 kali.
Dibanding tahun lalu, tepatnya hasil lelang pada 21 Oktober 2025 bid to cover ratio untuk tenor pendek seperti SPN01251122 hanya 1,03 kali, dan SPN12261008 sebesar 1,87 kali.
Sedangkan untuk tenor menengah seperti FR0109 bid to cover ratio 6,91 kali, dan FR0106 sebesar 7,26 kali.
Investor Kini Maunya Sebentar Pegang Surat Utang RI, Ini Penyebabnya Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 776295, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20261015044533-17-776295/investor-kini-maunya-sebentar-pegang-surat-utang-ri-ini-penyebabnya’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Arrijal Rachman, CNBC Indonesia 15 October 2026 06:50 Foto: Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, Kementerian Keuangan RI, Suminto saat menyampaikan pemaparan dalam Jogja Financial Festival 2026 di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta, DIY, Sabtu (23/5/2026).
(CNBC Indonesia/Muhammad Sabki) //FMG_Tag – IMPULSE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=impl’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – VIBE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=vibe’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – RC var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=rc’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – Expandedfloor var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=sf’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter);
Jakarta, CNBC Indonesia – Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Suminto buka suara ihwal preferensi investor yang kini lebih banyak memilih surat utang tenor pendek hingga menengah ketimbang panjang.
Faktor penyebabnya adalah tingginya ketidakpastian ekonomi dunia.
Meski begitu, ia menegaskan, kondisi ini tidak hanya terjadi di Indonesia, melainkan juga melanda berbagai negara, termasuk negara-negara maju.
“Tampaknya investor masih melihat prospek jangka menengah-panjang masih penuh ketidakpastian. yang mengakibatkan Adapun untuk tenor panjang saat itu seperti FR0102 bid to cover ratio nya masih mampu mencapai 3,81 kali, dan FR0105 sebesar 3,91 kali.
Kepala Ekonom BCA David Sumual menganggap, semakin tingginya penawaran investor terhadap SUN tenor pendek hingga menengah saat ini lebih disebabkan kekhawatiran investor terhadap prospek ekonomi menengah panjang,
Tercermin dari incoming bid surat utang negara tenor pendek pada lelang terakhir, yaitu 13 Oktober 2026.
SumintoΒ menjelaskan, kondisi di pasar surat utang negara (SUN) itu bukan dipicu lunturnya kepercayaan investor kepada Indonesia, melainkan tren yang biasa terjadi secara global di tengah tingginya ketidakpastian ekonomi dunia.
googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); }); Baca: Investor Pilih Berebut Surat Utang Tenor Pendek, Ragukan Ekonomi RI?
Tren yang sama terjadi pada issuance obligasi negara-negara lain.
Contoh untuk US treasury 30 tahun juga bid (permintaan) nya juga sangat lemah,” tegasnya David kepada CNBC Indonesia, Rabu (14/10/2026).
(arj/arj) [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20261012112538-19-775289/video-investasi-pilihan-mi-saat-yield-obligasi-naik–rupiah-melemah”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/775289?comscore=off”,”time”:544,”title”:”Video: Investasi Pilihan MI Saat Yield Obligasi Naik – Rupiah Melemah”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/10/12/investasi-pilihan-bos-mi-saat-yield-obligasi-naik-volatilitas-rupiah-hingga-akhir-tahun-2026-1791780135423_169.png”}]’); Next Article Investor Pilih Berebut Surat Utang Tenor Pendek, Ragukan Ekonomi RI?
Dampak dari hal tersebut adalah Pemerintah dapat memenangkan Rp35 triliun dengan tetap mempertimbangkan aspek kehati-hatian dan efisiensinya (cost of funds),” tutur Suminto.
Partisipasi investor asing ia tegaskan juga tetap terjaga, terlihat dari incoming bids investor asing sebesar Rp9,63 triliun dalam lelang obligasi pada 13 Oktober, dan dimenangkan (awarded) sebesar Rp4,31 triliun.
“Secara keseluruhan, hasil lelang ini mencerminkan resiliensi pasar SUN dan kepercayaan investor terhadap pengelolaan pembiayaan Pemerintah,” ungkap Suminto.
Baca: Surat Utang Syariah RI Laris Diburu Asing, Bos BI: Sekarang Bergeser! akibat Hal ini mencerminkan strategi investor dalam pengelolaan risiko dan fleksibilitas portofolio,” ucap Suminto kepada CNBC Indonesia, Kamis (13/10/2026).
Suminto menegaskan, lelang surat utang negara pada 13 Oktober 2026 secara keseluruhan justru menunjukkan hasil yang cukup baik, dengan incoming bids meningkat menjadi Rp64,86 triliun atau 2,16 kali dari target indikatif Rp30 triliun.
Di tengah risiko global dan ketidakpastian geopolitik yang masih tinggi, ia menegaskan, hasil lelang SUN itu menunjukkan minat investor tetap terjaga, terutama pada tenor pendek yang mencerminkan preferensi investor di tengah dinamika dan kondisi pasar saat ini.
“Di sisi lain, dukungan investor jangka panjang tetap kuat,
Ia pun memastikan, pemerintah terus mengelola penerbitan surat berharga negara (SBN) secara pruden dan oportunistik, melalui mencermati dinamika pasar global serta mempertimbangkan perkembangan kebutuhan pembiayaan APBN.
“Dan kondisi permintaan investor untuk mendapatkan biaya utang (cost of fund) dan risiko yang terkendali serta menjaga kesinambungan pembiayaan secara optimal,” paparnya.
Sebagai informasi, berdasarkan hasil lelang sembilan seri surat utang negara pada 13 Oktober 2026, bid to cover ratio tertinggi terjadi pada obligasi tenor pendek, seperti SPN01261114 yang mencapai 4,8 kali, dan SPN03270113 sebesar 3,54 kali.
Sementara itu, untuk tenor menengah, seperti FR0110 bid to cover ratio nya 1,94 kali dan FR0111 sebanyak 2,08 kali.
Analisis mendalam tentang Investor Kini Maunya Sebentar Pegang Surat Utang RI, Ini Penyebabnya akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
π Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
π’ Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
π Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
π’ Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
β οΈ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
