Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Rupiah Balik Menguat, Dolar AS Ditutup Turun ke Rp17.885 yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
Rupiah Balik Menguat, Dolar AS Ditutup Turun ke Rp17.885 Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 775752, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20261013150557-17-775752/rupiah-balik-menguat-dolar-as-ditutup-turun-ke-rp17885’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Elaine Tairio, CNBC Indonesia 13 October 2026 15:09 Foto: Petugas menjunjukkan uang pecahan dolar Amerika Serikat (AS) dan rupiah diΒ Dolar Asia Money Changer, Jakarta, Rabu (8/7/2026).Β (CNBC Indonesia/Faisal Rahman) //FMG_Tag – IMPULSE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=impl’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – VIBE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=vibe’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – RC var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=rc’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – Expandedfloor var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=sf’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter);
Jakarta, CNBC Indonesia – Rupiah berhasil membalikkan arah pergerakannya terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada akhir perdagangan Selasa (13/10/2026).
π Artikel Terkait yang Direkomendasikan
Sebaliknya, inflasi yang lebih rendah dapat mengurangi tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
(evw/evw) [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260929084746-19-771640/video-jaga-stabilitas-rupiah-bi-optimalkan-bauran-kebijakan”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/771640?comscore=off”,”time”:104,”title”:”Video: Jaga Stabilitas Rupiah, BI Optimalkan Bauran Kebijakan”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/09/29/pentingnya-jaga-stabilitas-rupiah-bi-bauran-kebijakan-dioptimalkan-1790650563477_169.png”}]’); Next Article Ekonom Bank Asing Ungkap Kapan Dolar AS Bisa Balik ke Rp17.000/US$
Setelah sempat tertekan pada awal perdagangan, mata uang Garuda berbalik menguat dan ditutup di zona hijau.
Berdasarkan data Refinitiv, rupiah ditutup di level Rp17.885/US$ atau menguat 0,06% dibandingkan penutupan Senin (12/10/2026) di Rp17.895/US$.
googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); }); Baca: Pendapatan Naik 54%, Waskita (WSKT) Masih Rugi Rp2,87 T di Q3 2026
Pada pembukaan perdagangan, rupiah sempat melemah ke posisi Rp17.920/US$ dan bergerak hinga Rp17.940/US$.
Faktor penyebabnya adalah independensi kebijakan moneter merupakan salah satu faktor yang memengaruhi kepercayaan investor terhadap stabilitas ekonomi dan aset berdenominasi rupiah.
Sementara dari eksternal, pelaku pasar menantikan rilis data inflasi konsumen AS atau Consumer Price Index (CPI) September 2026 yang dijadwalkan pada Rabu besok.
Data tersebut menjadi salah satu acuan investor untuk memperkirakan arah kebijakan suku bunga bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed), terutama di tengah kekhawatiran bahwa tekanan inflasi masih bertahan.
Sebelumnya, Presiden Federal Reserve Bank of Cleveland Beth Hammack menekankan pentingnya mempertahankan kebijakan moneter yang ketat untuk mengendalikan inflasi menuju target 2%.
Jika inflasi AS lebih tinggi dari perkiraan, ekspektasi suku bunga tinggi lebih lama berpotensi menguat dan mendukung dolar AS. yang mengakibatkan Namun tekanan tersebut berangsur mereda hingga rupiah balik menguat dan mengakhiri perdagangan di Rp17.885/US$.
Sementara itu, indeks dolar AS (DXY), yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia pada 15.00 WIB, terpantau melemah 0,28% ke posisi 102,297.
//
Pergerakan rupiah sepanjang hari turut dibayangi sejumlah sentimen domestik dan global.
Dari domestik, pasar mencermati pernyataan Gubernur BI Destry Damayanti yang menegaskan bahwa bank sentral tetap memiliki kewenangan penuh dalam menentukan kebijakan suku bunga, meskipun koordinasi dengan pemerintah semakin erat.
Dalam wawancara dengan Reuters yang dipublikasikan Senin (12/10/2026), Destry menjelaskan bahwa BI memiliki otoritas untuk memutuskan kenaikan maupun penurunan suku bunga, termasuk penggunaan instrumen kebijakan lainnya.
“Ketika kami hendak mengambil keputusan kebijakan, baik menaikkan atau menurunkan suku bunga maupun menggunakan insentif lainnya, kami memiliki kewenangan penuh untuk mengambil keputusan tersebut,” ujar Destry, dikutip dari Reuters.
Penegasan tersebut menjadi perhatian pasar
Analisis mendalam tentang Rupiah Balik Menguat, Dolar AS Ditutup Turun ke Rp17.885 akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
π Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
π’ Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
π Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
π’ Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
β οΈ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
