Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Hanya 4 Negara Siap Hadapi Bank Gagal, Indonesia Termasuk? yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
Hal inilah yang membuat Swiss tetap masuk kategori tidak patuh secara material, sama seperti Indonesia.
๐ Artikel Terkait yang Direkomendasikan
Uni Perbankan Eropa yang beranggotakan 21 negara telah menghimpun lebih dari โฌ81 miliar dalam Single Resolution Fund (SRF) untuk dana darurat bank gagal.
Keduanya dinilai belum memiliki fasilitas sektor publik apa pun untuk menyediakan pendanaan darurat bagi bank yang gagal.
Masalah Kredibilitas
FSB menyebut sebagian besar celah yang ditemukan berkaitan melalui masalah kredibilitas.
Pekerjaan lebih lanjut sangat dibutuhkan untuk menuntaskan implementasi rekomendasi FSB,” ujar Deputi Gubernur Bank Sentral Spanyol Soledad Nรบรฑez, yang memimpin kajian tersebut.
FSB juga mengingatkan bahwa perangkat hukum saja tidak cukup.
Namun, langkah itu dijalankan melalui dekret darurat, sementara aturan backstop likuiditas publik Swiss hingga kini masih dibahas di parlemen.
Meski begitu, FSB menemukan banyak pemerintah masih belum menerapkan salah satu instrumen kunci yang kemungkinan besar dibutuhkan ketika bank besar kembali kolaps.
Belajar dari Credit Suisse
Saat bank besar dilanda masalah, kebutuhan dana dalam jumlah sangat besar bisa muncul melalui cepat untuk memenuhi penarikan dana nasabah dan tagihan kreditur.
Hal itu terlihat ketika Credit Suisse dilanda krisis pada 2023.
Argentina memiliki pasar kredit swasta yang sangat kecil setelah puluhan tahun dilanda volatilitas makroekonomi dan kini menjalani proses stabilisasi di bawah Presiden Javier Milei.
“Tingkat permodalan bank-bank Argentina melampaui rata-rata internasional dan bank sentral lebih dari memenuhi standar likuiditas internasional,” kata juru bicara bank sentral Argentina.
(fsd/fsd) [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20261009125651-19-774733/video-destry-jamin-sinergi-tak-hilangkan-independensi-bank-indonesia”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/774733?comscore=off”,”time”:280,”title”:”Video: Destry Jamin Sinergi Tak Hilangkan Independensi Bank Indonesia”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/10/09/destry-jamin-sinergi-bi-tak-hilangkan-independensi-bank-indonesia-1791526450709_169.png”}]’); Next Article OJK Nilai Sektor Keuangan RI Terjaga di Tengah Ketidakpastian Global
Namun, FSB menilai SRF terkendala ketidakpastian kemampuannya menghimpun dana tambahan di pasar utang jika dananya habis.
Bank sentral Argentina menyatakan laporan FSB tidak mencerminkan kondisi perbankan di negaranya.
Bank sentral Swiss saat itu menyalurkan fasilitas likuiditas darurat dan pinjaman senilai CHF168 miliar agar bank tersebut tetap bertahan hingga penjualannya kepada UBS disepakati.
Dengan demikian, Singapura menjadi satu-satunya negara Asia Tenggara dalam kajian itu yang mendapat nilai lebih baik dari Indonesia.
Indonesia berada di kelompok ketiga bersama Australia, Brasil, China, Uni Perbankan Eropa, Arab Saudi, Swiss, dan Turki.
Kelompok yang berisi delapan yurisdiksi ini merupakan yang terbanyak anggotanya dalam kajian tersebut.
Sementara itu, India dan Argentina menempati posisi paling bawah melalui nilai “non-compliant” atau tidak patuh sama sekali.
“Strategi resolusi bisa sulit atau bahkan mustahil dijalankan tanpa pendanaan publik sementara, meskipun perangkat hukum untuk membebankan kerugian kepada pemegang saham dan merekapitalisasi bank sistemik sudah tersedia,” tulis FSB.
Kajian ini terbit hampir dua dekade setelah krisis keuangan global 2008.
Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 774892, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20261010014727-17-774892/hanya-4-negara-siap-hadapi-bank-gagal-indonesia-termasuk’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Redaksi, CNBC Indonesia 10 October 2026 07:30 Foto: REUTERS/BRITTANY HOSEA-SMALL //FMG_Tag – IMPULSE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=impl’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – VIBE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=vibe’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – RC var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=rc’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – Expandedfloor var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=sf’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); Daftar Isi
- Hanya Empat yang Lolos
- Masalah Kredibilitas
- Belajar dari Credit Suisse
Jakarta, CNBC Indonesia – Indonesia masuk daftar negara yang dinilai belum siap menghadapi kegagalan bank besar.
Hanya 4 Negara Siap Hadapi Bank Gagal, Indonesia Termasuk?
FSB pun meminta banyak negara segera mengambil “tindakan mendesak” untuk membangun mekanisme pendanaan pemerintah yang bisa berperan sebagai lender of last resort.
Pinjaman itu kemudian dilunasi atau dibatalkan beberapa bulan setelahnya.
FSB menilai penyelamatan Credit Suisse menunjukkan Swiss memiliki “tingkat kesiapan tinggi”.
Penilaian itu disampaikan Financial Stability Board (FSB), lembaga pengawas stabilitas keuangan global.
Mengutip laporan Financial Times, FSB menilai Indonesia “materially non-compliant” atauย masih belum sepenuhnya patuh secara material terhadap rekomendasiย soal mekanisme pendanaan sektor publik (public sector backstop) untuk bank yang gagal.
googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); }); Baca: Sidang Pemakzulan Wapres Ini Dimulai, Pendapatan & Kekayaan Disorot
FSB mengkaji 19 yurisdiksi dan menemukan bahwa empat dari lima negara besar belum siap menghadapi kegagalan bank besar.
Menurut FSB, kurang dari separuh yurisdiksi memiliki mekanisme yang jelas, mampu menyediakan likuiditas dalam skala yang dibutuhkan, dan dapat digunakan tepat waktu.
“Memiliki mekanisme pendanaan backstop sektor publik yang kredibel adalah hal yang esensial.
Faktor penyebabnya adalah telah memiliki fasilitas likuiditas untuk bank yang dilanda krisis.
Satu tingkat di bawahnya, Kanada, Korea Selatan, Meksiko, Singapura, dan Afrika Selatan masuk kategori “largely compliant” atau sebagian besar patuh. yang mengakibatkan Mekanisme ini dibutuhkan agar bank yang gagal bisa dibubarkan atau dijual secara aman tanpa harus dinasionalisasi.
Hanya Empat yang Lolos
Dari 19 yurisdiksi yang dikaji, hanya Amerika Serikat (AS), Inggris, Jepang, dan Hong Kong yang dinilai patuh sepenuhnya
Analisis mendalam tentang Hanya 4 Negara Siap Hadapi Bank Gagal, Indonesia Termasuk? akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
๐ Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
๐ข Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
๐ Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
๐ข Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
โ ๏ธ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
