Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Regulator Perbankan Global Ingatkan Bahaya AI, Risiko Baru Mengintai! yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
π Artikel Terkait yang Direkomendasikan
Adapun, acara BCBS ini dibuka oleh Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti.
BCBS menyatakan telah membuat kemajuan dalam tinjauan standar prudensial terkait kepemilikan aset kripto oleh bank dan berencana memberikan pembaruan resmi sebelum akhir tahun 2026.
Dalam bidang transparansi perbankan, Komite Basel menyetujui standar final pengungkapan Pilar 3 yang dapat dibaca mesin (machine-readable Pillar 3 disclosures).
Standar baru tersebut dijadwalkan terbit pada akhir tahun ini.
Di sisi pengawasan perbankan global, Komite Basel juga menyetujui hasil penilaian akhir 2025 terhadap bank-bank yang dikategorikan sebagai bank global penting secara sistemik (Global Systemically Important Banks/G-SIBs).
Untuk itu, Destry menekankan pentingnya kerjasama antar otoritas dan lintas negara melalui dialog serta pertukaran pengetahuan untuk memperkuat kemampuan pengawas dalam mengantisipasi risiko dan merespons perubahan lanskap keuangan dan memitigasi risiko sebelum mengganggu sistem keuangan.
(haa/haa) [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260929084746-19-771640/video-jaga-stabilitas-rupiah-bi-optimalkan-bauran-kebijakan”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/771640?comscore=off”,”time”:104,”title”:”Video: Jaga Stabilitas Rupiah, BI Optimalkan Bauran Kebijakan”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/09/29/pentingnya-jaga-stabilitas-rupiah-bi-bauran-kebijakan-dioptimalkan-1790650563477_169.png”}]’); Next Article OJK Cabut Izin Usaha BPRS Musyawarah Ummat Indonesia
Hasil penilaian itu akan disampaikan kepada Financial Stability Board (FSB) sebelum penerbitan daftar resmi G-SIB tahun 2026.
Komite juga menyepakati revisi metodologi penilaian G-SIB untuk mengurangi praktik window dressing atau rekayasa posisi keuangan menjelang akhir periode pelaporan.
Menurut BCBS, sebagaimana dikutip Senin (5/10/2026), praktik tersebut berpotensi mengaburkan profil risiko yang sebenarnya dan dapat mengganggu efektivitas standar perbankan global.
Revisi aturan tersebut akan dipublikasikan pada Oktober 2026.
Sementara itu, terkait risiko suku bunga pada portofolio perbankan (Interest Rate Risk in the Banking Book/IRRBB), Komite Basel berencana mengeluarkan konsultasi publik mengenai panduan tambahan Pilar 2 bagi bank dan otoritas pengawas.
Baca: Bos OJK Blak-blakan Dampak Perang AS-Iran ke Bank di RI
Langkah tersebut diambil setelah evaluasi menunjukkan masih terdapat sejumlah kelemahan dalam pengelolaan risiko suku bunga oleh perbankan.
Bank Indonesia) //FMG_Tag – IMPULSE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=impl’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – VIBE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=vibe’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – RC var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=rc’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – Expandedfloor var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=sf’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter);
Jakarta, CNBC Indonesia – Komite Basel untuk Pengawasan Perbankan (Basel Committee on Banking Supervision/BCBS) menaruh perhatian besar terhadap perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang dinilai berpotensi menciptakan risiko baru bagi sistem perbankan global.
Dalam pertemuan yang digelar di Indonesia pada 28-29 September 2026, para regulator dan pengawas perbankan dunia membahas dampak AI terhadap sektor keuangan, termasuk risiko operasional, ancaman siber, hingga ketergantungan yang semakin besar antar lembaga keuangan.
Ketua Komite Basel Erik ThedΓ©en mengatakan perkembangan AI berlangsung sangat cepat dan mulai mengubah lanskap sistem keuangan global.
googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });
Baca: Lowongan Buka Besar-besaran Buat Karyawan Latih AI Penggantinya
Komite menilai AI generasi terbaru (frontier AI) memang menawarkan peluang besar untuk meningkatkan efisiensi dan inovasi di industri jasa keuangan.
Konsultasi publik terkait aturan baru itu dijadwalkan terbit bulan depan.
Pertemuan di Bali ini juga membahas pembaruan prinsip manajemen risiko likuiditas, penguatan instrumen pengawasan kredit dan tata kelola bank, hingga praktik pengawasan anti pencucian uang dan pencegahan pendanaan terorisme (AML/CFT).
Dampak dari hal tersebut adalah menyulitkan proses pengolahan dan perbandingan data antarbank. akibat Pesta Pasar Kripto Berpotensi Terganggu
Saat ini sebagian besar bank masih menyampaikan laporan pengungkapan risiko dalam format PDF
Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 773511, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20261005181432-17-773511/regulator-perbankan-global-ingatkan-bahaya-ai-risiko-baru-mengintai’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); chd, CNBC Indonesia 05 October 2026 18:25 Foto: Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti saat membuka International Conference of Banking Supervisors (ICBS) pada 30 September 2026.
“Seiring digitalisasi dan teknologi baru terus mentransformasi perbankan, kita harus menjaga keseimbangan yang tepat antara inovasi dan ketahanan, melalui dukungan tata kelola yang baik dan pengawasan yang efektif,” ujar Destry, dalam rilis BI, Senin (5/10/2026).
Untuk mengenali kerentanan sejak dini, pengawas perlu memahami tidak hanya kondisi keuangan bank, tetapi juga keterhubungan dalam ekosistem keuangan, perubahan model bisnis, serta pesatnya perkembangan teknologi.
Kebijakan ini bertujuan mempermudah investor, regulator, dan pelaku pasar dalam mengakses serta membandingkan data risiko bank.
Baca: Awas!
Regulator Perbankan Global Ingatkan Bahaya AI, Risiko Baru Mengintai!
Namun, teknologi tersebut juga berpotensi memperbesar kerentanan operasional, termasuk risiko serangan siber dan keterkaitan risiko yang semakin kompleks di dalam sistem keuangan global.
Karena itu, BCBS menegaskan bahwa penerapan AI dalam fungsi-fungsi keuangan yang krusial memerlukan tata kelola yang kuat, manajemen risiko yang memadai, dan pengawasan yang berkelanjutan.
Sebagai tindak lanjut, dikutip dari rilis resmi BCBS di situs BIS, Komite Basel sepakat meninjau ulang kecukupan kerangka risiko operasional yang berlaku saat ini, khususnya kategori kerugian berdasarkan jenis kejadian (event-type loss categories), melalui fokus pada risiko siber dan perkembangan AI.
Selain AI, regulator perbankan global itu juga mempercepat kajian terhadap eksposur bank terhadap aset kripto.
Hasil kajian dan sejumlah konsultasi kebijakan tersebut akan dipublikasikan secara bertahap hingga akhir tahun.
Destry menegaskan bahwa perubahan model bisnis dan kemajuan teknologi yang pesat membutuhkan pengawasan yang efektif, berorientasi ke depan, dan adaptif.
Analisis mendalam tentang Regulator Perbankan Global Ingatkan Bahaya AI, Risiko Baru Mengintai! akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
π Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
π’ Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
π Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
π’ Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
β οΈ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
