Destry Ungkap Bank Mulai Patuh Aturan Baru Insentif Likuiditas BI

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Destry Ungkap Bank Mulai Patuh Aturan Baru Insentif Likuiditas BI yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Destry Ungkap Bank Mulai Patuh Aturan Baru Insentif Likuiditas BI Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 771515, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260928161657-17-771515/destry-ungkap-bank-mulai-patuh-aturan-baru-insentif-likuiditas-bi’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Robertus Andrianto,  CNBC Indonesia 28 September 2026 20:20 Foto: Logo Bank Indonesia (BI).

Ada beberapa bank yang kan mulai efektifnya kan sebenarnya baru September, baru lah gitu.

Faktor penyebabnya adalah mereka juga menyalurkan kreditnya,” lanjut Destry.

KLM merupakan insentif yang diberikan BI untuk mendorong perbankan menyalurkan kredit ke sektor-sektor prioritas dan produktif. yang mengakibatkan Ya tentunya kan kita mau dorong dia supaya kredit,” tuturnya.

Baca: Investor Siap-Siap, Bakal Ada Aksi Korporasi dari BRI (BBRI)

Beberapa waktu lalu, Destry mengatakan bahwa pihaknya tidak segan untuk memberikan disinsentif jika ada bank yang tetap menaruh banyak dana di surat berharga atau lebih dari 19% dari Dana Pihak Ketiga (DPK).

“Jadi kita tidak memberikan insentif Giro Wajib Minimum (GWM) pada bank tersebut,” ujarnya.

“Sementara bank-bank lain yang dia kepemilikan SBN dan SRBI-nya relatif di bawah, kita menempatkannya sekarang di 19% dari total DPK mereka, maka kita akan memberikan mereka insentif, yaitu pengurunan GWM, sehingga akan terjadi penambahan likuiditas buat mereka,

Sementara itu, insentif untuk pembiayaan atau kredit sektor-sektor produktif tetap diberikan hingga 4%.

Dengan demikian, komposisi KLM yang selama ini mencapai sekitar 5,5% akan disesuaikan menjadi 4% untuk pembiayaan sektor produktif dan 2% untuk pendalaman pasar uang.

(haa/haa) [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260924175110-19-770672/video-menkeu-suahasil-kunjungi-destry-bahas-sinergi-bi–kemenkeu”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/770672?comscore=off”,”time”:581,”title”:”Video: Menkeu Suahasil Kunjungi Destry, Bahas Sinergi BI – Kemenkeu”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/09/24/menkeu-suahasil-kunjui-kantor-destry-bahas-sinergi-bi-kemenkeu-1790248288221_169.png”}]’); Next Article BI Genjot Kredit Perbankan, Insentif Likuiditas Tembus Rp461 T

Tapi dari beberapa bank udah mulai kelihatan (menerapkan),” ujar Destry saat ditemui di Gedung Parlemen, Jakarta pada Senin (28/9/2026).

Destry pun mengatakan bahwa skema baru tersebut bertujuan untuk mendorong bank agar menyalurkan dananya dari penyimpanan surat berharga menjadi kredit untuk menggerakan perekonomian.

“Kan kita masih lihat bank-bank yang dia kebanyakan taruh di surat berharga, baik SRBI dan SBN tapi kreditnya masih di bawah.

Dalam skema terbaru, BI ingin memastikan insentif tersebut benar-benar digunakan untuk memperkuat fungsi intermediasi perbankan, bukan untuk menambah kepemilikan surat-surat berharga (SSB).

Dalam kebijakan baru tersebut, BI akan menyediakan tambahan insentif likuiditas sebesar 2% yang dikaitkan melalui pendalaman pasar uang (PPU).

(CNBC Indonesia/Muhammad Sabki) //FMG_Tag – IMPULSE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=impl’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – VIBE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=vibe’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – RC var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=rc’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – Expandedfloor var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=sf’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter);

Jakarta, CNBC Indonesia – Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti mengungkapkan bahwa saat ini sudah banyak bank yang mulai menerapkan skema baru pemberian Kebijakan Likuiditas Makroprudensial (KLM) yang berlaku 1 September 2026.

Seperti diketahui, BI menaikkan batas maksimal Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) menjadi 6% dari Dana Pihak Ketiga (DPK) mulai 1 September 2026

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });

Melalui aturan KLM baru ini, BI akan lebih selektif dalam menyalurkan insentif likuiditas kepada bank melalui mempertimbangkan kondisi likuiditas dan komposisi portofolio masing-masing bank.

Baca: Ditanya BI Rate Bakal Naik 3 Bulan Lagi, Destry: Kita Lihat Nanti

“Beberapa bank sudah, udah.

Analisis mendalam tentang Destry Ungkap Bank Mulai Patuh Aturan Baru Insentif Likuiditas BI akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *