Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Bos BI Beri Peringatan, Mata Uang Dunia Tengah Hadapi “Strong Dollar” yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
Ini mendorong penguatan pada dolar ke mata uang kuat lainnya, DXY capai 101,11, di Asia 96,26,” kata Destry saat rapat kerja melalui Komisi XI DPR, Jakarta, Senin (28/9/2026).
📚 Artikel Terkait yang Direkomendasikan
googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });
Baca: Pertumbuhan 6% Bisa Terkonversi Jadi Produktivitas & Pendapatan Riil?
Destry mengatakan, tren naiknya suku bunga acuan The Fed tak terlepas dari inflasi global yang terus terkerek naik.
(CNBC Indonesia/Muhamad Sabki) //FMG_Tag – IMPULSE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=impl’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – VIBE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=vibe’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – RC var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=rc’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – Expandedfloor var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=sf’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter);
Jakarta, CNBC Indonesia – Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti mengungkapkan, nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap mata uang negara-negara lain tengah mengalami penguatan.
Ia mengatakan, fenomena penguatan dolar hingga saat ini lebih disebabkan tren kenaikan suku bunga acuan bank sentral AS The Federal Reserve (The Fed), yang terakhir sudah ke level 3,75-4,00%.
“Belum lama ini the Fed juga naikkan suku bunga 25 bps dan kami masih perkirakan 1 kali lagi di kuartal IV.
Hingga saat ini inflasi global ia sebut telah meningkat ke level 4,6%.
“Inflasi global meningkat 4,6% dan ini mendorong mengetatnya kebijakan moneter global,” tegasnya.
Tingkat inflasi yang terdorong naik itu dipicu oleh harga komoditas energi yang naik disebabkan konflik di berbagai belahan dunia yang tak kunjung reda, khususnya di kawasan Timur Tengah.
“Harga minyak yang terus meningkat di mana posisi 24 September mencapai US$ 125,53 per barel dan ini lebih tinggi dibanding rata-rata Agustus 2026 yang kisaran US$ 90,88 per barel,” ujar Destry.
Di tengah kondisi itu, Destry menekankan, BI akan terus menjaga kebijakan moneter untuk mendukung stabilitas eksternal, sebab tekanan terhadap aliran modal asing kini terus terjadi efek dari tingginya suku bunga di AS.
“Kebijakan moneter akan lebih pro stability, lainnya kita arahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi,” tegas Destry.
Sebagaimana diketahui, nilai tukar rupiah kehilangan tenaga terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan awal pekan ini.
Baca: Ujian Menkeu Suahasil: Kredibilitas Fiskal dan Pertumbuhan Ekonomi
Merujuk data Refinitiv, pada pembukaan perdagangan Senin (28/9/2026), rupiah terdepresiasi 0,22% ke posisi Rp17.920/US$.
Pergerakan tersebut membalikkan penguatan tipis pada Jumat (25/9/2026), ketika rupiah berhasil bangkit dari tekanan dan ditutup naik 0,03% di level Rp17.880/US$.
Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, pada penutupan Jumat pekan lalu melemah 0,31% di level 100,971.
(arj/arj) [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260928101540-19-771371/video-dolar-as-makin-perkasa-rupiah-dekati-rp-18000-per-usd”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/771371?comscore=off”,”time”:407,”title”:”Video: Dolar AS Makin Perkasa, Rupiah Dekati Rp 18.000 per USD”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/09/28/dolar-as-makin-eprkasa-rupiah-anjlok-dekati-rp-18000-per-dolar-as-1790565607759_169.png”}]’); Next Article Rupiah Ditutup Koreksi 0,51%, Dolar AS Naik ke Posisi Rp17.885
Bos BI Beri Peringatan, Mata Uang Dunia Tengah Hadapi “Strong Dollar” Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 771413, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260928120100-17-771413/bos-bi-beri-peringatan-mata-uang-dunia-tengah-hadapi-strong-dollar’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Robertus Andrianto, CNBC Indonesia 28 September 2026 12:02 Foto: Gubernur BI Destry Damayanti dalam Konferensi Pers Sinergi Kebijakan Moneter & Fiskal di Ruang Konferensi Pers, Gedung Thamrin Lantai 1, Bank Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis (24/9/2026).
Analisis mendalam tentang Bos BI Beri Peringatan, Mata Uang Dunia Tengah Hadapi “Strong Dollar” akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
📢 Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
📌 Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
🏢 Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
⚠️ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
