Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Dulu Penjaga Warung di Petojo, Sekarang Konglomerat Punya 23.000 Toko yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
Pertemuan ini mengubah jalan hidupnya secara total.
📚 Artikel Terkait yang Direkomendasikan
“Ia diangkat menjadi direktur penjualan PT Sampoerna yang membawa PT HM Sampoerna ke peringkat kedua terbesar setelah Gudang Garam,” tulis Sam Setyautama.
Berkat kepiawaian manajerialnya, Djoko juga dipercaya menduduki posisi direktur di PT Panarmas, distributor utama rokok Sampoerna.
Memasuki era 1990-an, jaringan toko grosir ini telah memiliki 32 gerai dan bersaing ketat melalui Indomaret di bawah Salim Group.
Pada 18 Oktober 1999, konsep bisnis tersebut resmi bertransformasi menjadi Alfa Minimart di bawah naungan PT Sumber Alfaria Trijaya.
Di balik kesuksesan jaringan minimarket yang kini telah memiliki lebih dari 23.000 gerai, tersimpan kisah perjuangan sang pendiri, Djoko Susanto, yang merintis kerajaan bisnisnya dari bawah.
Jauh sebelum menjadi salah satu taipan ritel paling berpengaruh di Tanah Air, pria yang lahir melalui nama Kwok Kwie Fo ini menghabiskan masa kecilnya dengan membantu sang ibu mengelola warung kelontong sederhana di kawasan Petojo, Jakarta Pusat.
googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });
Sejak usia muda, ia sudah akrab dengan dunia perdagangan.
Keputusan inilah yang menjadi batu loncatan awal bagi karier bisnisnya.
Dari Toko Sumber Bahagia hingga Raja Rokok Gudang Garam
Bermodal pengalaman mengelola toko kelontong bernama Toko Sumber Bahagia, Djoko belajar seluk-beluk berbisnis dari nol-mulai dari melayani pembeli, menata barang dagangan, hingga menjaga toko setiap hari.
Warung tersebut awalnya menjual berbagai kebutuhan pokok harian seperti kacang tanah, minyak sayur, sabun, hingga rokok.
Seiring berjalannya waktu, fokus penjualan bergeser dan mendominasi komoditas rokok dalam skala besar, melalui menggandeng pabrikan raksasa Gudang Garam sebagai mitra utama.
Langkah tersebut membuahkan hasil manis.
Setelah sempat mencoba peruntungan bekerja di sebuah perusahaan perakitan radio, Djoko akhirnya memutuskan kembali ke jalur perdagangan untuk meneruskan dan membantu usaha keluarga.
Gerai pertamanya dibuka di Jalan Beringin Raya, Tangerang, melalui konsep minimarket yang mudah diakses di tengah permukiman warga.
Respons pasar yang sangat positif membuat ekspansi bisnis ini melesat cepat, hingga akhirnya perusahaan memutuskan untuk melantai di bursa (go public) pada 18 Januari 2000.
Di sinilah ia turut ambil bagian dalam meluncurkan merek legendaris Sampoerna A Mild pada tahun 1989.
Pada tahun yang sama, Djoko mendirikan PT Alfa Retailindo melalui menyulap gudang milik Sampoerna di Jalan Lodan Nomor 80 menjadi sebuah pusat grosir.
“Dengan modal Rp2 miliar, gudang itu disulap menjadi Toko Gudang Rabat, dengan 40% saham dimiliki Putera Sampoerna, dan sisanya dimiliki Kwok Kwie Fo (alias Djoko Susanto),” tulis Sam Setyautama.
Transformasi Menjadi Alfa Minimart dan Alfamart
Toko Gudang Rabat perlahan berkembang dari sekadar distributor rokok menjadi toko kelontong modern yang menyediakan berbagai kebutuhan harian masyarakat luas.
Jakarta, CNBC Indonesia – Perjalanan sukses jaringan ritel modern Alfamart di Indonesia tidak instan.
CNBC Insight Dulu Penjaga Warung di Petojo, Sekarang Konglomerat Punya 23.000 Toko Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 771211, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260927122915-17-771211/dulu-penjaga-warung-di-petojo-sekarang-konglomerat-punya-23000-toko’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); MFakhriansyah, CNBC Indonesia 27 September 2026 15:45 Foto: Djoko Susanto.
Kapitalisasi pasar Alfa saat itu ditaksir mencapai US$108,29 juta.
Tepat pada 1 Januari 2003, nama Alfa Minimart secara resmi berganti rupa menjadi Alfamart.
(Dokumen Alfa Group/Youtube Momentum Talk) //FMG_Tag – IMPULSE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=impl’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – VIBE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=vibe’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – RC var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=rc’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – Expandedfloor var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=sf’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); Daftar Isi
- Dari Toko Sumber Bahagia hingga Raja Rokok Gudang Garam
- Pertemuan Penentu melalui Putera Sampoerna
- Transformasi Menjadi Alfa Minimart dan Alfamart
Naskah ini merupakan bagian dari CNBC Insight, rubrik yang menyajikan ulasan sejarah untuk menjelaskan kondisi masa lalu lewat relevansinya di masa kini.
Menurut catatan sejarawan Sam Setyautama dalam buku Tokoh-Tokoh Etnis Tionghoa Di Indonesia (2008), Djoko bahkan telah mengelola 15 jaringan toko grosir dan dinobatkan sebagai penjual rokok terbesar untuk produk Gudang Garam pada tahun 1987.
Pertemuan Penentu melalui Putera Sampoerna
Kiprah apik Djoko dalam memasarkan produk tembakau menarik perhatian petinggi PT HM Sampoerna, Putera Sampoerna, pada akhir tahun 1986.
Berkat suntikan modal lanjutan dari Putera Sampoerna serta strategi ekspansi yang masif, Alfamart terus bertumbuh pesat hingga kini.
Kini, di bawah payung Grup Alfamart, jaringan bisnis ritel tersebut telah mengoperasikan lebih dari 23.000 gerai di seluruh Indonesia, termasuk melalui anak usaha andalan seperti Alfamidi dan Lawson.
(fab/fab) [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260923124429-19-770185/video-broker-bisa-jual-saham-asing-sekuritas-ekspansi-bisnis-baru”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/770185?comscore=off”,”time”:320,”title”:”Video: Broker Bisa Jual Saham Asing, Sekuritas Ekspansi Bisnis Baru”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/09/23/broker-bisa-jual-saham-emiten-asing-sekuritas-siap-ekspansi-bisnis-baru-1790142570117_169.png”}]’); Next Article Berawal Dari Warung Ibu, Sosok Ini Bangun Kerajaan Ritel 23.000 Toko
Analisis mendalam tentang Dulu Penjaga Warung di Petojo, Sekarang Konglomerat Punya 23.000 Toko akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
📢 Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
📌 Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
🏢 Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
⚠️ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
