Aksi Jual Obligasi Dunia Menggila, Yield AS Rekor Tertinggi 22 Tahun

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Aksi Jual Obligasi Dunia Menggila, Yield AS Rekor Tertinggi 22 Tahun yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Sejumlah negara ekonomi besar juga menghadapi kenaikan biaya pembiayaan di tengah kebutuhan belanja pemerintah yang semakin besar.

Di Jerman, otoritas keuangan memperkirakan pinjaman pemerintah federal mencapai rekor โ‚ฌ525,5 miliar atau sekitar US$598 miliar pada 2026.

Kenaikan imbal hasil juga mulai terasa pada sektor rumah tangga.

Suku bunga hipotek AS tenor 30 tahun kini berada di sekitar 7%, sekitar satu poin persentase lebih tinggi dibandingkan sebelum perang, dan berada di kisaran tertinggi dalam dua tahun terakhir.ย Suku bunga hipotek adalah bunga yang dikenakan atas pinjaman untuk membeli rumah atau properti, yang biasanya dijamin melalui properti tersebut.

Sebenarnya, sejak pertemuan kebijakan bank sentral AS Federal Reserve (The Fed/Fed) pada Juni, yield Treasury 10 tahun telah meningkat sekitar 0,70 poin persentase.

Perang Iran juga menjadi salah satu faktor yang mendorong harga energi dan meningkatkan kekhawatiran terhadap tekanan inflasi.

Pilihan Redaksi

  • Bank Raksasa Beri Warning, 3 Kondisi Jelang Krisis 1997 Kini Muncul!

    Menteri Keuangan AS Scott Bessent bahkan disebut telah mengambil sejumlah langkah untuk meredam kenaikan biaya pinjaman.

  • Raksasa Eropa Krisis: Solar Nyaris Rp 50 Ribu-Warga Panic Buying
  • Tok: AS-China Perpanjang “Damai” Perang Dagang hingga Januari 2027
  • The Fed Galak, Bunga Utang Mencekik: BI-Pemerintah Siapkan Jurus Baru
  • 4 Poin Hasil Diskusi Trump-XI Jinping: Perang Dagang-‘Thucydides Trap’

Yield 10 Tahun Jadi Sorotan

Kekhawatiran investor semakin meningkat setelah yield Treasury AS tenor 10 tahun menembus level 5% pada bulan ini.

Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat investor terus menyesuaikan ekspektasi terhadap arah suku bunga dan inflasi AS, sementara pasar obligasi global menghadapi tekanan yang semakin besar.

(sef/sef) [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260917104902-19-768650/video-harga-minyak-inflasi-as-melonjak-suku-bunga-the-fed-naik”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/768650?comscore=off”,”time”:566,”title”:”Video: Harga Minyak & Inflasi AS Melonjak, Suku Bunga The Fed Naik”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/09/17/perang-bikin-harga-minyak-naik-inflasi-as-melonjak-suku-bunga-the-fed-naik-1789618531050_169.png”}]’); Next Article Siaga Krisis?

Jika dihitung sejak awal Maret, kenaikannya mencapai sekitar 1,25 poin persentase.

“Sebagian besar kenaikan imbal hasil sejak Maret didorong oleh perubahan ekspektasi terhadap kebijakan The Fed, sementara sisanya didorong oleh kombinasi antara ekspektasi pertumbuhan yang meningkat dan harga minyak yang lebih tinggi,” ujar kepala strategi suku bunga AS di TD Securities, Gennadiy Goldberg, dalam catatan risetnya, sebagaimana dimuat Reuters, Jumat (25/9/2026).

Data aktivitas bisnis terbaru yang menunjukkan perekonomian AS masih tumbuh kuat, bersamaan melalui meningkatnya tekanan inflasi, turut meningkatkan perhatian pasar terhadap kemungkinan The Fed kembali menaikkan suku bunga.

Ekonomi AS Masih Tangguh

Berbeda dengan obligasi tenor pendek yang lebih sensitif terhadap ekspektasi kebijakan suku bunga The Fed, yieldย Treasury tenor 30 tahun mencerminkan tingkat imbal hasil yang diminta investor untuk memberikan pembiayaan kepada pemerintah AS dalam jangka panjang.

“Kita melihat adanya penyesuaian harga (repricing) pada beberapa hal-pertumbuhan ekonomi AS tetap tangguh, dan itu menjadi alasan yang lebih positif mengapa kita berada dalam lingkungan suku bunga bebas risiko yang lebih tinggi,” kata Kepala strategi investment grade dan makro di CreditSights,ย Zachary Griffiths.

Sejauh ini, pasar saham AS masih mampu menyerap kenaikan yield.

Kebutuhan tersebut terutama didorong oleh pembiayaan kembali utang dan meningkatnya kebutuhan pendanaan.

Yield obligasi pemerintah Jerman tenor 10 tahun bahkan sempat menembus 3,6% bulan ini, level tertinggi dalam 17 tahun.

Pasar obligasi global sendiri telah mengalami tekanan selama berbulan-bulan.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });

Kondisi tersebut terjadi ketika investor menghadapi kombinasi sejumlah faktor, mulai dari tingginya biaya energi, pertumbuhan ekonomi AS yang masih kuat, hingga kekhawatiran mengenai peningkatan belanja pemerintah.

Level tersebut tergolong tinggi dan jarang dicapai dalam beberapa dekade terakhir.

Kini, pasar mulai memperhatikan level 6% sebagai “ambang berikutnya” yang dapat meningkatkan tekanan terhadap pasar keuangan dan perusahaan AS.

Namun, tingginya yield obligasi dapat meningkatkan biaya pendanaan bagi pemerintah, perusahaan, maupun rumah tangga.

Yield Obligasi Dunia Ikut Naik

Tekanan tidak hanya terjadi di AS.

Imbal hasil (yield) obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS) tenor panjang melonjak ke level tertinggi dalam lebih dari dua dekade, di tengah kekhawatiran investor terhadap inflasi, tingginya harga energi, serta peningkatan belanja pemerintah.

Imbal hasil (yield) US Treasury tenor 30 tahun naik hingga 5,48% pada Kamis, level tertinggi sejak 2004.

Obligasi Dunia Rontok, Yield AS-Jepang-Inggris Rekor

Namun, upaya tersebut belum mampu menghentikan kenaikan yield obligasi jangka panjang.

“Obligasi pemerintah AS bersaing melalui instrumen pasar lainnya untuk mendapatkan pembeli, jadi pertanyaannya adalah, seberapa tinggi lagi imbal hasilnya bisa naik?” ujar ahli strategi pasar global SMBC EMEA,ย Hank Calenti.

Presiden Federal Reserve Bank of New York John Williams pada Kamis mengatakan ekonomi AS menunjukkan “ketahanan yang luar biasa”.

Internasional Aksi Jual Obligasi Dunia Menggila, Yield AS Rekor Tertinggi 22 Tahun Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 770788, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260925082149-17-770788/aksi-jual-obligasi-dunia-menggila-yield-as-rekor-tertinggi-22-tahun’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); sef,  CNBC Indonesia 25 September 2026 08:40 Foto: REUTERS/Dado Ruvic //FMG_Tag – IMPULSE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=impl’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – VIBE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=vibe’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – RC var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=rc’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – Expandedfloor var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=sf’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter);

Jakarta, CNBC Indonesia – Aksi jual di pasar obligasiย global kembali berlanjut.

Di Jepang, yield obligasi pemerintah tenor 10 tahun pada Kamis juga mencapai level tertinggi sejak 1996.

Sementara itu, pertumbuhan nominal ekonomi AS berada di kisaran 8% pada kuartal II-2026, menunjukkan perekonomian masih cukup kuat meski biaya pinjaman meningkat.

Pertumbuhan ekonomi yang relatif kuat, kenaikan laba perusahaan, serta besarnya investasi terkait ledakan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) masih menjadi penopang sentimen investor.

Indeks Nasdaq yang didominasi saham teknologi bahkan sempat mencetak rekor tertinggi pada Selasa.

Sementara itu, yield Treasury tenor 10 tahun mencapai 5,20%.

Kenaikan yield tersebut menunjukkan harga obligasi yang semakin tertekan.

Analisis mendalam tentang Aksi Jual Obligasi Dunia Menggila, Yield AS Rekor Tertinggi 22 Tahun akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

๐Ÿ“‹ Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *