Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang 67 Juta Orang Pakai QRIS, Gimana Nasib Uang Tunai? yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
Tapi faktanya preferensi masyarakat memang sekarang mengarah kepada digital payment,” tutur Destry.
📚 Artikel Terkait yang Direkomendasikan
(haa/haa) [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260824152834-19-761956/video-transaksi-qris-hingga-rp-500-ribu-gratis-apa-kata-acquirer”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/761956?comscore=off”,”time”:570,”title”:”Video: Transaksi QRIS Hingga Rp 500 Ribu Gratis, Apa Kata Acquirer?”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/08/24/bi-gratiskan-biaya-transaksi-qris-hingga-rp-500-ribu-pengusaha-sistem-pembayaran-ungkap-efeknya-1787560660082_169.png”}]’); Next Article Fakta Terbaru dari Bos BI, Ternyata 1 dari 4 Orang di RI Pakai QRIS
Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 770754, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260925065726-17-770754/67-juta-orang-pakai-qris-gimana-nasib-uang-tunai’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Robertus Andrianto, CNBC Indonesia 25 September 2026 07:25 Foto: Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti saat menghadiri FEKDI x IFSE 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta, Kamis (24/9/2026).
Keterbatasan jaringan internet dan masih adanya area blank spot membuat masyarakat di daerah tersebut belum dapat sepenuhnya beralih ke sistem pembayaran digital.
Namun, di berbagai wilayah lain, preferensi masyarakat telah bergeser ke pembayaran non-tunai.
Tentunya ini kan mereka juga masih butuh uang-uang cash.
Mungkin juga ada, mungkin sinyal masih belum semuanya kan juga masih ada beberapa yang di blank spot,” kata Destry dalam acara di JCC Senayan, Jakarta, Kamis (24/9/2026).
googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });
Baca: Bos BI Beberkan Sebab Kredit Nganggur Tembus Rp 2.548 Triliun
Menurut Destry, uang kartal saat ini masih menjadi instrumen pembayaran utama di sejumlah wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Faktor penyebabnya adalah tetap bahwa payment di kita ini kan ada digital atau melalui cash. yang mengakibatkan Destry memastikan masyarakat tetap bebas memilih metode transaksi, baik secara digital maupun menggunakan uang tunai.
Karena itu, BI mengingatkan para pelaku usaha dan pedagang untuk tetap menerima pembayaran menggunakan uang kartal sebagai alat pembayaran yang sah di Indonesia.
“Kita tetap tidak melarang orang kalau menggunakan cash,
Nah, jadi kita bisa lihat di beberapa event kalau kita sekarang belanja di pasar itu mereka lebih suka pakai QRIS kan ketimbang menggunakan cash,” ujarnya.
Meski tren digitalisasi pembayaran terus menguat, BI menegaskan uang kartal tetap memiliki peran penting dalam sistem pembayaran nasional.
Faktor penyebabnya adalah banyak menggunakan sistem digital, sehingga penggunaan cash kan terbatas. yang mengakibatkan Jadi tentu saja kalau kita lihat,
Kondisi tersebut membuat transaksi tunai (cash) semakin berkurang, terutama di wilayah yang telah memiliki akses internet dan infrastruktur digital yang memadai.
“Kalau kita lihat, memang masih tumbuh tapi mulai terus melambat.
(CNBC Indonesia) //FMG_Tag – IMPULSE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=impl’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – VIBE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=vibe’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – RC var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=rc’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – Expandedfloor var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=sf’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter);
Jakarta, CNBC Indonesia – Meluasnya penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) mulai mengubah pola transaksi masyarakat Indonesia.
Bank Indonesia (BI) mencatat pertumbuhan uang kartal, baik uang kertas maupun logam, terus melambat seiring semakin masifnya penggunaan pembayaran digital.
Gubernur BI Destry Damayanti mengungkapkan saat ini jumlah pengguna QRIS telah mencapai 67 juta orang atau sekitar seperempat dari total penduduk Indonesia.
QRIS kini semakin banyak digunakan untuk transaksi sehari-hari, mulai dari pusat perbelanjaan hingga pasar tradisional.
“QRIS kalau kita lihat sekarang penggunanya sudah 67 juta.
Jadi, buat para merchant juga walaupun ada yang memang mereka ingin bayar cash ya mereka harus bisa menerima.
Artinya sudah seperempat dari penduduk Indonesia yang menggunakan QRIS.
Dan wilayahnya kan sangat pulau-pulau kita ada daerah-daerah yang terdepan, terluar gitu kan.
Analisis mendalam tentang 67 Juta Orang Pakai QRIS, Gimana Nasib Uang Tunai? akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
📢 Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
📌 Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
🏢 Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
⚠️ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
