Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang IHSG Sesi Pertama Naik 0,64% ke Level 6.317 yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
Pada pasar reguler tercatat volume perdagangan sebanyak 239,41 juta lot, melalui nilai transaksi mencapai Rp10,21 triliun dan frekuensi sekitar 1,82 juta transaksi.
📚 Artikel Terkait yang Direkomendasikan
Sementara itu, transaksi melalui pasar negosiasi tercatat sebanyak 28,54 juta lot, dengan nilai transaksi mencapai Rp1,58 triliun dan frekuensi sebanyak 448 transaksi.
Adapun transaksi pada pasar tunai tercatat relatif kecil, yakni sebanyak 2 lot melalui nilai Rp25,20 ribu dari 2 transaksi.
Pasar keuangan Indonesia pada Rabu (23/9/2026) akan mencermati keputusan suku bunga Bank Indonesia (BI) dan perkembangan perang di Timur Tengah.
Bank Indonesia (BI) akan mengumumkan keputusan suku bunga acuan pada Rabu (23/9/2026), setelah menggelar Rapat Dewan Gubernur (RDG) selama dua hari.
Nilai transaksi mencapai sekitar Rp 6,04 triliun, melalui volume perdagangan 17,92 miiar saham, dan saham yang berpindah tangan 1,10 juta kali.
Mengutip data Stockbit, pasar reguler mendominasi aktivitas transaksi.
Pengumuman ini menjadi yang pertama bagi Destry Damayanti sejak dilantik sebagai Gubernur BI definitif pada 2 September.
RDG ini digelar di tengah ketidakpastian global dan lonjakan inflasi yang membuat era bunga tinggi kembali.
Indeks dolar malah menguat ke 100,601 pada Selasa, dari 100,429 pada Senin.
Imbal hasil US Treasury juga menanjak ke 4,967% dari 4,963%.
Melemahnya harga minyak belum mampu meredam keganasan dolar.
Pasalnya, kondisi ini bisa memicu outflow dan menekan rupiah.
googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); }); (rob/rob) [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260917104902-19-768650/video-harga-minyak-inflasi-as-melonjak-suku-bunga-the-fed-naik”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/768650?comscore=off”,”time”:566,”title”:”Video: Harga Minyak & Inflasi AS Melonjak, Suku Bunga The Fed Naik”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/09/17/perang-bikin-harga-minyak-naik-inflasi-as-melonjak-suku-bunga-the-fed-naik-1789618531050_169.png”}]’); Next Article IHSG Sesi I Dibuka Menguat 0,32% ke Level 6.297
Berdasarkan data IDX Mobile, IHSG pada pembukaan perdagangan naik 40,42 poin atau 0,64% ke level 6.317,46.
Pada awal perdagangan, indeks dibuka di level 6.446,90 dan sempat menguat hingga mencapai level tertinggi harian 6.451,33.
Setidaknya ada sembilan bank sentral yang sudah mengerek suku bunga, termasuk The Fed dan bank sentral Jepang (BoJ).
Hasil polling CNBC Indonesia terhadap 11 institusi dan lembaga menunjukkan delapan responden memperkirakan BI Rate tetap di level 5,75%.
Namun, tekanan jual kemudian membawa IHSG berbalik melemah hingga menyentuh level terendah di 6.381,57.
Baca: IHSG Sesi I Dibuka Menguat 0,32% ke Level 6.297
Dari pergerakan intraday, IHSG sempat bergerak di kisaran 6.420-an setelah mengalami tekanan pada awal perdagangan.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Agustus sebesar 3,19% secara tahunan, naik dari 2,88% pada Juli.
Di sisi lain, rupiah ditutup melemah di posisi Rp17.850/US$ pada Selasa (22/9/2026), sementara bank sentral AS atau The Federal Reserve telah menaikkan suku bunganya sebesar 25 bps pada pekan lalu.
Dalam RDG Agustus, Destry yang saat itu masih menjabat sebagai Pejabat sementara Gubernur BI mengatakan keputusan menahan bunga sejalan melalui upaya menjaga stabilitas rupiah di tengah gejolak global akibat perang di Timur Tengah.
BI juga mempertimbangkan sasaran inflasi 2,5±1% pada 2026 dan 2027 serta pertumbuhan ekonomi.
Selain melalui suku bunga, BI sebelumnya menyatakan akan memperluas kebijakan insentif untuk mendorong aliran modal asing dan menjaga stabilitas rupiah.
Pada Selasa (22/9/2026), harga minyak brent jatuh ke bawah US$ 100 untuk pertama kalinya sejak 8 September 2029.
IHSG Sesi Pertama Naik 0,64% ke Level 6.317 Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 770165, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260923120821-17-770165/ihsg-sesi-pertama-naik-064-ke-level-6317’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Romys Binekasri, CNBC Indonesia 23 September 2026 12:13 Foto: Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto) //FMG_Tag – IMPULSE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=impl’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – VIBE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=vibe’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – RC var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=rc’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – Expandedfloor var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=sf’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter);
Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) parkir di zona hijau pada sesi I perdagangan siang ini, Rabu (23/9/2023).
Pada Selasa (22/9/2026), harga minyak brent jatuh 1,09% ke US$ 99,25 per barel sedangkan WTI ambles ke US$ 94,5 per barel atau turun 1,3%.
Dalam lima hari terakhir, harga minyak sudah jatuh 8,7% sedangkan WTI ambles 10,6%.
Kebijakan makroprudensial longgar juga tetap diarahkan untuk mendukung kredit dan pembiayaan ke sektor riil.
Sementara itu, harga minyak jatuh lima hari beruntun.
Tiga responden lainnya memproyeksikan kenaikan sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 6,00%.
Suku bunga deposit facility dan lending facility diperkirakan tetap, masing-masing sebesar 4,75% dan 6,5%.
Jika BI mempertahankan bunga, keputusan itu akan menjadi yang ketiga berturut-turut setelah BI Rate ditahan pada Juli dan Agustus.
Penguatan imbal hasil US Treasury dan indeks dolar ini menjadi kabar buruk bagi rupiah.
Indeks kemudian kembali menguat dan mendekati level 6.430, tetapi penguatan tersebut tidak mampu bertahan hingga akhir sesi.
Sebelumnya, BI telah menaikkan suku bunga secara kumulatif sebesar 100 bps sepanjang Mei-Juni 2026, dari 4,75% menjadi 5,75%.
Inflasi masih berada dalam sasaran BI sebesar 1,5%-3,5%.
Menjelang penutupan, IHSG kembali mengalami tekanan dan bergerak turun menuju level 6.380-an.
Penguatan IHSG hari ini didorong oleh sektor konsumer kritikal yang naik 3,5%, disusul oleh material dasar naik 1,7%, dan sektor energi naik 1,1%.
Sebanyak 416 saham menguat, 224 saham melemah, dan 323 saham stagnan.
Analisis mendalam tentang IHSG Sesi Pertama Naik 0,64% ke Level 6.317 akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
📢 Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
📌 Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
🏢 Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
⚠️ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
