Moody’s Downgrade Outlook Bayan Resources Jadi Negatif, Ini Alasannya

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Moody’s Downgrade Outlook Bayan Resources Jadi Negatif, Ini Alasannya yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Namun, lembaga rating tersebut masih mempertahankan peringkat keluarga korporasi (CFR) Ba1.

“Prospek negatif ini mencerminkan ketidakpastian regulasi terkait alokasi kuota produksi, yang telah mendorong Bayan untuk menyatakan force majeure.

Moody’s Downgrade Outlook Bayan Resources Jadi Negatif, Ini Alasannya Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 769001, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260918130428-17-769001/moodys-downgrade-outlook-bayan-resources-jadi-negatif-ini-alasannya’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Romys Binekasri,  CNBC Indonesia 18 September 2026 13:12 Foto: Moody’s (AP Photo/Mark Lennihan, File) //FMG_Tag – IMPULSE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=impl’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – VIBE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=vibe’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – RC var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=rc’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – Expandedfloor var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=sf’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter);

Jakarta, CNBC Indonesia – Moody’s Ratings (Moody’s) telah merevisi prospek perusahaan konglomerat Low Tuck Kwong, PT.

Akibatnya, “kami memperkirakan rasio utang terhadap EBITDA yang disesuaikan oleh Moody’s akan tetap di bawah 0,5x selama dua tahun ke depan,” ucapnya.

Peringkat CFR Ba1 Bayan mencerminkan posisinya sebagai salah satu produsen batu bara termal terbesar di Indonesia, umur cadangan tambang yang panjang, profitabilitas yang kuat yang didukung oleh struktur biaya rendah, likuiditas yang sangat baik, serta kebijakan keuangan yang bijaksana.

Bayan akan mempertahankan likuiditas yang sangat baik selama 18 bulan ke depan melalui kas internal yang memadai dan arus kas operasional yang diproyeksikan untuk membiayai belanja modal dan pembayaran dividen.

Faktor penyebabnya adalah volume penjualan yang jauh lebih rendah,”sebutnya.

Jika produksi tetap berada di sekitar 39 juta MT pada tahun 2027, pihaknya memperkirakan EBITDA akan turun lebih lanjut menjadi sekitar US$400 juta – US$500 juta, berdasarkan asumsi harga jual rata-rata yang sebesar US$48/MT, yang berada di bawah harga realisasi yang diperkirakan untuk tahun 2026.

“Dalam skenario ini, laba akan tetap jauh di bawah perkiraan kami sebelumnya sebesar sekitar $1 miliar per tahun, yang mengasumsikan pertumbuhan produksi yang berkelanjutan menuju kapasitas produksi perusahaan sebesar 80 juta MT,” ungkapnya.

Terlepas dari tekanan-tekanan ini, metrik kredit Bayan akan tetap sangat kuat. yang mengakibatkan Tanpa kuota yang direvisi tersebut, produksi Bayan akan turun menjadi sekitar 39 juta metrik ton (MT) pada tahun 2026 dari sekitar 68 juta MT pada tahun 2025.

Ia melanjutkan, bahkan jika kuota pada akhirnya ditingkatkan, ketidakpastian seputar proses persetujuan tahunan mengurangi kejelasan mengenai kemampuan Bayan untuk memperoleh alokasi produksi yang diperlukan guna meningkatkan output menuju kapasitas penuhnya sekitar 80 juta MT dalam beberapa tahun mendatang.

Ketidakpastian ini membatasi kemampuan perusahaan untuk merencanakan produksi, memenuhi komitmen pengiriman yang telah dikontrak secara andal, serta mewujudkan pertumbuhan laba dan arus kas yang sebelumnya kami perkirakan.

“Jika permohonan perusahaan untuk revisi kuota tidak disetujui, kami memperkirakan EBITDA Bayan akan turun menjadi sekitar US$700 juta pada tahun 2026 dari sekitar US$1,1 miliar pada tahun 2025, terutama

Low Tuck Kwong) bersama anaknya, Elaine Low, telah menandatangani Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat (Conditional Sale and Purchase of Shares Agreement) melalui PT Jhonlin Baratama selaku pihak pembeli pada 16 September 2026.
PT Jhonlin Baratama merupakan bagian dari Jhonlin Group milik Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam.

Berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), transaksi ini mencakup rencana pengalihan sebanyak 10.000.000.500 (sepuluh miliar lima ratus) saham biasa di PT Bayan Resources Tbk.

Kendati demikian, penyelesaian keseluruhan transaksi ini masih bergantung pada pemenuhan sejumlah persyaratan dan kondisi pendahuluan (conditions precedent).

Direktur Bayan Resources, Jenny Quantero, memaparkan bahwa setelah seluruh proses transaksi dan syarat pendahuluan tersebut rampung sepenuhnya, PT Jhonlin Baratama secara resmi akan mengantongi 10.000.000.500 saham biasa di perseroan.

Manajemen memastikan bahwa penandatanganan perjanjian jual beli saham ini tidak menimbulkan dampak negatif material apa pun yang dapat mengganggu kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perseroan ke depan.

(rob/rob) [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260918120850-19-768977/videojalur-energi-terancam-ihsg-anjlok-rupiah-tembus-rp-17700-usd”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/768977?comscore=off”,”time”:374,”title”:”Video:Jalur Energi Terancam, IHSG Anjlok & Rupiah Tembus Rp 17.700/USD”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/09/18/jalur-energi-terancam-ihsg-anjlok-rupiah-tembus-rp-17700-per-usd-1789708299827_169.png”}]’); Next Article Mau Caplok Bayan Resources (BYAN), Ini Gurita Bisnis Haji Isam

Jika tidak segera diselesaikan, ketidakpastian ini dapat membatasi produksi dan membebani laba,” kata Asisten Wakil Presiden Moody’s Ratings Anthony Prayugo dalam keterangannya, Jumat (18/9/2026).

Meskipun demikian, Prayugo mengatakan, metrik kredit emiten yang bergerak di sektor tambang tersebut tetap kuat, didukung oleh neraca keuangannya yang bebas utang, “Namun ketidakpastian yang terus berlanjut seputar persetujuan kuota menimbulkan risiko penurunan terhadap kemampuannya untuk mencapai pertumbuhan produksi,” tambah Prayugo.

Baca: Haji Isam Mau Masuk, Saham BYAN Terbang 20%!

(BYAN) menjadi negatif dari yang sebelumnya stabil.

Dampak dari hal tersebut adalah mengurangi kebutuhan akan utang tambahan. akibat Moody’s memperkirakan perusahaan akan membiayai belanja modal untuk perluasan kapasitas produksi dan infrastruktur terutama dengan arus kas internal,

Kami juga dapat menurunkan peringkat jika perubahan kepemilikan atau kendali menyebabkan kebijakan keuangan yang lebih agresif, rasio utang yang lebih tinggi, peningkatan pembagian dividen kepada pemegang saham, atau eksposur pihak terkait yang lebih besar,” tutupnya.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); }); Baca: Mau Caplok Bayan Resources (BYAN), Ini Gurita Bisnis Haji Isam

Sebagai informasi, tak lama setelah penguuman force majeure, Manajemen BYAN melaporkan aksi korporasi terkait pengalihan saham pengendali.

Di sisi lain, belum ditarik sebesar sekitar US$650 juta dari bank-bank per akhir Juni 2026.

Mengingat prospek negatif, peningkatan peringkat tidak mungkin terjadi dalam 12-18 bulan ke depan.

Prospek dapat kembali menjadi stabil jika Bayan mampu menunjukkan kemampuannya untuk secara konsisten memperoleh alokasi kuota produksi yang diperlukan guna mempertahankan produksi, laba, dan arus kasnya, sekaligus mempertahankan likuiditas yang sangat baik, kebijakan keuangan yang konservatif, serta pendekatan yang bijaksana terhadap investasi dan pembagian dividen kepada pemegang saham.

“Kami dapat menurunkan peringkat jika gangguan operasional, termasuk penundaan yang berkepanjangan dalam persetujuan kuota produksi atau kejadian force majeure yang berkepanjangan – secara material melemahkan produksi, laba, arus kas, atau likuiditas Bayan. sedangkan Perusahaan juga memiliki fasilitas modal kerja yang telah disetujui

Seperti diketahui, pada tanggal 14 September 2026, Bayan menyatakan force majeure atas kewajiban pasokan batubaranya, menyusul keterlambatan dalam memperoleh persetujuan pemerintah Indonesia untuk revisi kenaikan kuota produksi pertambangan tahunannya.

Analisis mendalam tentang Moody’s Downgrade Outlook Bayan Resources Jadi Negatif, Ini Alasannya akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *