Rupiah Balik Melemah 0,31%, Dolar AS Parkir di Level Rp17.640

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Rupiah Balik Melemah 0,31%, Dolar AS Parkir di Level Rp17.640 yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Indeks dolar AS atau DXY pada pukul 15.00 WIB terpantau menguat 0,33% ke posisi 99,451.

//

Dolar AS kembali mendapatkan pijakan menjelang pekan penting kebijakan moneter global.

Eskalasi konflik Timur Tengah, kenaikan harga minyak, ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed, serta penguatan dolar AS menjadi kombinasi sentimen yang menahan ruang penguatan rupiah.

Dengan penutupan hari ini, rupiah kembali berada di area Rp17.600/US$.

Faktor penyebabnya adalah perang Iran-AS makin meningkat, kita (rupiah) agak tertekan dalam 2 hari terakhir. yang mengakibatkan Namun demikian, gejolak global memburuk,

Berdasarkan CME FedWatch, pelaku pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed pekan ini mencapai 86%.

Penguatan dolar AS juga ditopang oleh kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS.

Pasar kini menanti keputusan suku bunga The Federal Reserve (The Fed) pada Kamis (17/9/2026) dini hari waktu Indonesia, serta keputusan Bank of Japan (BOJ) pada Jumat.

Ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed kembali meningkat setelah data inflasi konsumen AS pada Jumat menunjukkan harga kembali meningkat pada Agustus.

Rupiah Balik Melemah 0,31%, Dolar AS Parkir di Level Rp17.640 Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 767741, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260914144823-17-767741/rupiah-balik-melemah-031-dolar-as-parkir-di-level-rp17640’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Elvan Widyatama,  CNBC Indonesia 14 September 2026 15:03 Foto: Petugas menjunjukkan uang pecahan dolar AS dan rupiah di Dolarindo Money Changer, Jakarta, Selasa (8/4/2025). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman) //FMG_Tag – IMPULSE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=impl’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – VIBE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=vibe’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – RC var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=rc’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – Expandedfloor var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=sf’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter);

Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah berbalik melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), di tengah pergerakan indeks dolar AS yang kian perkasa. 

Merujuk data Refinitiv, rupiah ditutup melemah 0,31% ke posisi Rp17.640/US$ pada perdagangan Senin (14/9/2026).

Tetapi alhamdulillah masih di level Rp17.600-an,” ujar Destry dalam rapat kerja melalui DPD RI, Senin (14/9/2026).

Pernyataan tersebut menggambarkan bahwa tekanan rupiah lebih banyak datang dari faktor global.

Pada pembukaan perdagangan, rupiah menguat 0,14% ke posisi Rp17.560/US$.

Namun, penguatan tersebut tidak bertahan lama.

Yield Treasury AS tenor 2 tahun, yang sensitif terhadap ekspektasi suku bunga The Fed, berada di sekitar 4,61% setelah naik 26 basis poin pada pekan lalu.

Selain suku bunga, pasar juga masih dibayangi lonjakan harga minyak.

Pasar akan mencermati keputusan The Fed pekan ini untuk melihat apakah tekanan terhadap dolar AS dan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, akan berlanjut atau mulai mereda.

(evw/evw) [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260911115555-19-767170/video-bunga-the-fed-diramal-naik-25-bps-bulan-ini-bi-rate-ikut-naik”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/767170?comscore=off”,”time”:592,”title”:”Video: Bunga The Fed Diramal Naik 25 Bps Bulan Ini, BI Rate Ikut Naik?”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/09/11/suku-bunga-the-fed-diramal-naik-25-bps-bulan-ini-bi-rate-bakal-ikut-naik-1789103037757_169.png”}]’); Next Article Rupiah Berbalik Ditutup Menguat, Dolar AS Turun Tipis ke Rp17.625

Pelemahan ini melanjutkan tekanan rupiah setelah pada perdagangan Jumat (11/9/2026) juga mengakhiri perdagangan melalui terkoreksi 0,31% ke level Rp17.585/US$.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); }); Baca: Direksi & Komisaris Kompak Tinggalkan Emiten Rp1 Ini

Padahal, rupiah sempat membuka perdagangan pagi tadi di zona hijau.

Harga minyak Brent naik 2% ke US$106,7 per barel setelah serangan baru Houthi ke Arab Saudi dan serangan Iran terhadap kapal-kapal di Teluk memperbesar kekhawatiran gangguan pasokan energi.

Kenaikan harga minyak membuat risiko inflasi global kembali mencuat.

Ia mengatakan rupiah sebenarnya sempat bergerak lebih kuat dalam beberapa hari terakhir, bahkan nyaris menyentuh area Rp17.400/US$.

“Sebenarnya beberapa hari lalu, kita sudah di Rp17.500-an dan bahkan hampir menyentuh Rp17.400-an.

Tekanan dolar AS yang kembali meningkat di pasar global membuat rupiah berbalik arah dan menutup perdagangan di zona merah.

Pergerakan rupiah hari ini masih dibebani oleh penguatan dolar AS.

Kondisi ini semakin memperkuat pandangan bahwa bank sentral utama dunia masih memiliki alasan untuk mempertahankan kebijakan moneter ketat.

Tekanan terhadap rupiah juga sempat disinggung Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti.

Analisis mendalam tentang Rupiah Balik Melemah 0,31%, Dolar AS Parkir di Level Rp17.640 akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *