Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Fenomena Baru di Inggris, Ramai Bank Tukar Aset Berisiko ke Uang Tunai yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
Bank Raksasa Beri Warning-Sebut 3 Ciri Sama
Ada Apa?
Secara sederhana, bank membutuhkan uang tunai untuk menjalankan aktivitas.
📚 Artikel Terkait yang Direkomendasikan
Setelah pinjaman berakhir, aset dapat diambil kembali setelah bank memenuhi kewajibannya.
Untuk melindungi diri dari risiko kerugian, BoE mengenakan bunga lebih tinggi dan menerapkan haircut yang lebih besar terhadap aset berisiko.
Obligasi Dunia Rontok, Yield AS-Jepang-Inggris Rekor
Mengutip Reuters, Kamis (3/9/2026), nilai tersebut menjadi yang terbesar sejak Maret 2020 dan melonjak tiga kali lipat dibandingkan pekan sebelumnya.
Faktor penyebabnya adalah memungkinkan pemberi pinjaman menjual kembali utangnya dengan cepat sehingga berpotensi mendorong perilaku mengambil risiko lebih besar.
Namun, kondisi saat ini tidak berarti Inggris sedang mengalami krisis seperti 2008. yang mengakibatkan Sekuritisasi kredit menjadi salah satu faktor yang memperbesar risiko dalam krisis keuangan global 2008,
Fenomena ini terlihat dari pantauan laman Reuters terhadap data BoE pada 18 Agustus 2026.
Dilaporkan bagaimana bank-bank Inggris menjaminkan aset kategori risiko tertinggi, biasa disebut Level C, senilai £1,9 miliar (sekitar Rp 45,4 triliun).
Salah satunya adalah produk yang mengemas pembayaran KPR menjadi surat berharga untuk kemudian dijual kepada investor.
Praktik seperti ini disebut sekuritisasi, yakni menggabungkan berbagai pinjaman menjadi satu produk investasi yang bisa diperjualbelikan.
Kekhawatirannya lebih kepada risiko jangka panjang jika bank terlalu mudah menggunakan aset berisiko untuk mendapatkan pendanaan dari bank sentral.
Menurut mantan kepala divisi pasar uang BoE, William Allen, bank sentral memiliki alasan untuk menerima aset Level C.
Level C merupakan kategori melalui risiko paling tinggi.
Bank kemudian menyerahkan aset tersebut kepada BoE sebagai jaminan dan mendapatkan uang tunai.
Faktor penyebabnya adalah munculnya sejumlah masalah kredit dan kerugian.
Baca: Kapal Perang Dunia II Bangkit dari Dasar Sungai, Disambangi Warga
Respons BoE?
BoE mengatakan program ILTR memang dirancang agar perusahaan keuangan dapat menggunakan berbagai jenis aset sebagai jaminan untuk memperoleh dana. yang mengakibatkan Namun, dalam beberapa tahun terakhir, regulator semakin mengawasi sektor tersebut
Faktor penyebabnya adalah sebagian aset tersebut berpotensi sulit dijual ketika pasar mengalami tekanan.
(sef/sef) [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260831130619-19-763638/video-komitmen-bri-jalankan-ekspansi-dengan-prudent-tumbuh-sehat”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/763638?comscore=off”,”time”:277,”title”:”Video: Komitmen BRI Jalankan Ekspansi Dengan "Prudent" & Tumbuh Sehat”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/08/31/komitmen-bri-jalankan-ekspansi-dengan-prudent-tumbuh-dengan-sehat-1788165258081_169.png”}]’); Next Article Calon Gubernur BI Mau Lanjutkan Ekspansi QRIS, Ungkap Nasib Uang Tunai yang mengakibatkan Kondisi ini menjadi perhatian
Aset tersebut digunakan untuk mendapatkan dana dari BoE melalui tenor enam bulan.
googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); }); Baca: Siaga Krisis?
Internasional Fenomena Baru di Inggris, Ramai Bank Tukar Aset Berisiko ke Uang Tunai Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 764531, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260903083646-17-764531/fenomena-baru-di-inggris-ramai-bank-tukar-aset-berisiko-ke-uang-tunai’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); sef, CNBC Indonesia 03 September 2026 09:20 Foto: Pound Sterling (REUTERS/Chris Ratcliffe) //FMG_Tag – IMPULSE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=impl’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – VIBE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=vibe’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – RC var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=rc’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – Expandedfloor var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=sf’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter);
Jakarta, CNBC Indonesia – Bank-bank di Inggris semakin banyak menggunakan aset kredit berisiko sebagai jaminan untuk mendapatkan uang tunai dari Bank of England (BoE).
Bank juga menggunakan aset yang memiliki risiko lebih besar, seperti surat utang yang pembayarannya berasal dari kartu kredit, kredit kendaraan, hingga pinjaman rumah.
BoE membagi aset yang diterimanya berdasarkan tingkat risikonya.
Ini, jauh di atas posisi pertengahan 2024, yang masih di bawah £1 miliar.
Baca: Krisis 1997 Bakal Terjadi?
Faktor penyebabnya adalah menawarkan imbal hasil yang menarik bagi investor. yang mengakibatkan Mereka juga bisa mendapatkan pinjaman langsung dari investor atau perusahaan investasi.
Industri ini berkembang
Haircut berarti BoE tidak memberikan pinjaman sebesar nilai penuh aset.
Misalnya, jika aset bernilai £100, bank mungkin hanya mendapatkan pinjaman kurang dari £100.
Faktor penyebabnya adalah minat investor terhadap kredit di pasar swasta menurun.
Hal ini menarik perhatian karena industri pembiayaan swasta global telah berkembang pesat dan kini mencapai sekitar US$3,5 triliun. yang mengakibatkan Analis pendapatan tetap Barclays, Moyeen Islam, mengatakan ada kemungkinan pasar di luar BoE untuk aset-aset tersebut tidak lagi seramai sebelumnya
Selisih tersebut menjadi bantalan bagi BoE jika nilai aset turun.
Baca: Singapura Mau Tambah Daratan Lagi, Siapkan Proyek Reklamasi Raksasa
Menjadi Sorotan?
Yang menjadi perhatian bukan sekadar bank menggunakan fasilitas BoE, tetapi semakin banyaknya aset berisiko yang digunakan sebagai jaminan.
Salah satu cara mendapatkannya adalah meminjam dana dari bank sentral melalui memberikan aset sebagai jaminan.
Dalam kasus ini, aset yang dijaminkan bukan hanya aset berkualitas tinggi.
Faktor penyebabnya adalah aturan ECB lebih ketat. yang mengakibatkan Transaksi tersebut menunjukkan bahwa bank sentral Inggris semakin terekspos terhadap aset yang memiliki risiko lebih tinggi dan berpotensi sulit dijual ketika kondisi pasar memburuk.
Reuters juga menemukan BoE menerima sejumlah produk berbasis pinjaman yang tidak lagi diperbolehkan sebagai jaminan oleh Bank Sentral Eropa (ECB)
Dengan demikian, meningkatnya penggunaan aset Level C belum dapat disebut sebagai tanda krisis perbankan Inggris.
Namun, lonjakan tersebut menunjukkan bahwa bank-bank Inggris semakin banyak menggunakan aset kredit yang lebih berisiko untuk mendapatkan likuiditas dari bank sentral.
Pembiayaan swasta atau private credit sederhananya adalah bisnis pemberian pinjaman langsung kepada perusahaan oleh perusahaan investasi atau lembaga keuangan non-bank.
Jadi, perusahaan yang membutuhkan dana tidak selalu meminjam dari bank.
Bank sentral Inggris juga menegaskan bahwa mereka memiliki sistem manajemen risiko untuk melindungi diri dari potensi kerugian.
“Fasilitas kami terbuka untuk digunakan dan kami menyambut peningkatan penggunaannya,” kata juru bicara BoE.
BoE juga mengatakan terus mengevaluasi kerangka kerja tersebut agar tetap sesuai melalui batas risiko yang ditetapkan.
Secara keseluruhan, BoE kini memiliki sekitar £17,8 miliar aset Level C sebagai jaminan melalui fasilitas Indexed Long-Term Repo (ILTR).
Jumlah ini lebih dari dua kali lipat dibandingkan setahun sebelumnya yang sekitar £8,7 miliar.
Namun, jika penggunaannya terlalu besar, hal itu dapat mendorong pemberian kredit yang lebih berisiko.
Baca: Geger Pemadaman Bergilir, Listrik Padam hingga 24 Jam
Pasar Kredit Swasta Mulai Sepi?
Meningkatnya penggunaan fasilitas BoE juga bisa menjadi tanda bahwa bank semakin sulit menjual aset-aset tersebut kepada investor di pasar swasta.
Analisis mendalam tentang Fenomena Baru di Inggris, Ramai Bank Tukar Aset Berisiko ke Uang Tunai akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
📢 Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
📌 Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
🏢 Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
⚠️ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
