Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Momen Rp534 Triliun Dana Kelolaan Lenyap di Lantai Bursa yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
Untuk memperbesar taruhan, Situational memakai utang hingga US$3 untuk setiap US$1 modalnya sendiri, ditambah instrumen derivatif kustom bernama “flex options”.
📚 Artikel Terkait yang Direkomendasikan
Bedanya kali ini, sang manajer dana tak sampai gulung tikar-dan bahkan sempat merayakan pernikahan di tengah gejolak terbesar dalam kariernya.
(pgr/pgr) [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260827093828-19-762620/video-rupiah-dibuka-melemah-ihsg-anjlok-ke-level-6300-an”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/762620?comscore=off”,”time”:122,”title”:”Video: Rupiah Dibuka Melemah & IHSG Anjlok ke Level 6.300-an”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/08/27/rupiah-dibuka-melemah-ihsg-anjlok-ke-level-6300-an-1787799272452_169.png”}]’); Next Article Bursa Mau Coba Harga Saham Minimum Rp 1, Kapan Berlaku?
Ken Griffin, bos Citadel, ikut turun tangan langsung dari London.
Klaim itu tak meredam kepanikan; klien ramai-ramai menelepon kantor menanyakan kabar.
Faktor penyebabnya adalah portofolionya dinilai terlalu terkonsentrasi dan penuh leverage.
Masalah muncul pertengahan Juli, ketika model AI open-source murah asal China membuat sentimen pasar berbalik. yang mengakibatkan Goldman Sachs, JPMorgan, Bank of America, dan Citigroup ikut mendanai, meski Jefferies dan Barclays memilih menolak jadi mitra
Dalam salah satu toast pernikahan, ada sindiran setengah bercanda yang berterima kasih kepada Ken Griffin dan Citadel “karena membuat hari itu mungkin terjadi”.
Kini, dana kelolaan Situational tinggal sekitar US$15 miliar (±Rp267 triliun), jauh menyusut dari puncaknya.
Jane Street, salah satu investor Situational, ikut menanggung kerugian sekitar US$15 miliar akibat kekacauan ini.
Di tengah badai finansial itu, akhir pekan yang sama Aschenbrenner justru melangsungkan pernikahan melalui Avital Balwit, chief of staff CEO Anthropic Dario Amodei, dalam upacara tepi pantai di Carmel, California.
Dia butuh uang,” kata Mann kepada Wall Street Journal.
googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });
Baca: Bos BEI Ungkap 8 Anggota Bursa Belum Ikut Uji Coba Saham Rp1
Aschenbrenner, mantan karyawan OpenAI berusia 25 tahun, melejit berkat esai setebal 165 halaman berjudul “Situational Awareness: The Decade Ahead” pada 2024 yang meramal arah perkembangan AI.
Saham-saham andalan Situational seperti Bloom Energy, Sandisk, dan Nebius rontok, sementara saham yang mereka short seperti Adobe, AppLovin, dan Figma justru rally-memperparah kerugian dari dua sisi sekaligus.
Pada 24 Juli, Situational mengirim laporan ke investor mengakui rugi di Juli tapi menyebut ini “waktu yang tepat” untuk menambah dana.
Greenoaks lembur semalaman menyiapkan transaksi yang dijadwalkan tuntas pukul 8 pagi keesokan harinya, lengkap melalui restu Anthropic.
Namun diam-diam, Situational juga menjalankan negosiasi lain dengan Citadel dan Millennium Management untuk menjual mayoritas portofolio saham likuidnya.
Mann tiba-tiba mendapat telepon dari orang dekat Aschenbrenner yang menawarkan penjualan sebagian saham Anthropic milik Situational Awareness.
Kesepakatan, kata si penelepon, harus rampung dalam semalam.
Sepekan berikutnya, saham-saham incaran fund ini anjlok 9-24%, dan menjadi rahasia umum di Wall Street bahwa ada dana besar sedang “degrossing” alias jual paksa demi menurunkan risiko dan leverage.
Pada Rabu, 29 Juli, tim Aschenbrenner putar otak mencari dana tunai.
Aschenbrenner dan timnya tengah menemui satu per satu klien untuk menjelaskan penyebab kerugian sekaligus melakukan evaluasi menyeluruh atas manajemen risiko mereka ke depan.
Perlahan, fund ini mulai membangun ulang portofolio, termasuk menyuntik dana US$400 juta ke startup Source Foundry dan membeli saham SharonAI.
Kasus Situational Awareness kembali mengingatkan pasar akan bahaya leverage berlebihan di industri hedge fund, beberapa tahun setelah keruntuhan Archegos Capital yang sempat mengguncang Wall Street.
Momen Rp534 Triliun Dana Kelolaan Lenyap di Lantai Bursa Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 763388, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260830102832-17-763388/momen-rp534-triliun-dana-kelolaan-lenyap-di-lantai-bursa’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Tim Redaksi, CNBC Indonesia 30 August 2026 13:00 Foto: Ilustrasi Bursa Saham (CNBC Indonesia/Tri Susilo) //FMG_Tag – IMPULSE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=impl’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – VIBE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=vibe’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – RC var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=rc’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – Expandedfloor var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=sf’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter);
Jakarta, CNBC Indonesia – Leopold Aschenbrenner sempat menjadi sorotan di Wall Street dan dijuluki sebagai “nabi” investasi kecerdasan buatan (AI).
Pendiri hedge fund Situational Awareness itu menghadapi tekanan dari para pemberi pinjaman setelah portofolio investasi jumbo miliknya nyaris ambruk hanya dalam hitungan hari.
Kisah tersebut bermula saat David Mann, CEO firma keluarga Mannsion Group tengah dalam perjalanan menuju Bandara LaGuardia.
Namun, reputasi tersebut berbalik pada akhir Juli lalu.
Mereka mendekati Sequoia, Greenoaks, firma keluarga Michael Dell (DFO Management), hingga XN untuk menjual sebagian saham Anthropic senilai US$5 miliar melalui diskon 20% dan tenggat hanya 12 jam.
Bermodal reputasi itu, dana kelolaannya melesat dari sekitar US$1,5 miliar pada musim panas tahun lalu menjadi lebih dari US$45 miliar pada awal Juli 2026 (dengan kurs sekitar Rp17.800/US$, setara lebih dari Rp801 triliun).
Strateginya agresif: pasang posisi beli besar-besaran di saham “pemenang” AI seperti produsen chip, sambil short saham software yang dianggap bakal tergerus AI.
Situational lantas mengumumkan kabar buruk ke para investornya: dana ini rugi sekitar 67% sepanjang Juli, setara sekitar US$30 miliar (Rp 534 triliun), meski masih untung 80% sepanjang tahun berjalan.
Ketika Citadel akhirnya memenangkan kesepakatan melalui diskon sekitar 10% dari harga pasar pada dini hari 30 Juli, Aschenbrenner membatalkan sepihak rencana penjualan saham Anthropic-membuat sejumlah calon investor geram.
Situational dan Citadel baru rampung teken dokumen sekitar pukul 9:10 pagi, hanya 20 menit sebelum pasar saham AS dibuka.
Analisis mendalam tentang Momen Rp534 Triliun Dana Kelolaan Lenyap di Lantai Bursa akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
📢 Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
📌 Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
🏢 Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
⚠️ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
