Rupiah Bisa Rp17.500/US$, Asal 4 Syarat Ini Terpenuhi

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Rupiah Bisa Rp17.500/US$, Asal 4 Syarat Ini Terpenuhi yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Sumual mengatakan potensi rupiah kembali ke level Rp 16.000 per dolar AS, terutama pada kuartal III-2026.

“Sementara itu, pergerakan finansial asset juga masih cenderung dinamis,” ujarnya.

Pada akhir 2026, nilai tukar diproyeksikan berada di kisaran Rp 17.800 – Rp 18.100 per dolar AS hingga akhir tahun.

Jaraknya dari Rp17.600-an relatif kecil dan secara fundamental masih terdapat ruang penguatan,” kata Josua kepada CNBC Indonesia, dikutip Senin (24/8/2026).

Baca: Airlangga Ungkap Deretan ‘Mesin’ yang Bakal Pacu Ekonomi RI 6%

Namun, untuk rupiah mencapai level psikologis tersebut, butuh beberapa syarat yang harus dicapai, seperti arus masuk ke SBN dan SRBI tetap berlanjut, dolar Amerika Serikat (AS) tidak kembali menguat tajam, harga minyak cenderung stabil dan tidak kembali melonjak, serta pasar tetap percaya bahwa BI dapat mempertahankan stabilitas tanpa kenaikan suku bunga tambahan.

“Kami memperkirakan, level Rp17.500-Rp17.550 dapat diuji dalam beberapa pekan ke depan, terutama apabila aliran dana asing ke SBN semakin besar dan tidak hanya bertumpu pada SRBI,” terang Josua.

Meski begitu, Josua menegaskan level psikologis Rp17.500 sebaiknya belum dianggap sebagai tingkat keseimbangan baru.

Faktor penyebabnya adalah neraca berjalan Indonesia masih berpotensi tertekan akibat harga minyak yang relatif masih tinggi. yang mengakibatkan Hal ini, katanya,

Namun, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi.

Chief Economist Bank Permata Josua Pardede mengatakan langkah rupiah menuju level psikologis Rp17.500 dalam waktu dekat dinilai masuk akal, mengingat posisi rupiah saat ini sudah berada di level psikologis Rp17.600.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });

“Rupiah mencapai Rp17.500-an dalam waktu dekat menurut saya cukup realistis.

(CNBC Indonesia/Muhammad Sabki) //FMG_Tag – IMPULSE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=impl’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – VIBE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=vibe’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – RC var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=rc’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – Expandedfloor var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=sf’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter);

Jakarta, CNBC Indonesia – Kalangan ekonom perbankan mengungkapkan rupiah dapat menguat ke level psikologis Rp17.500.

Hal ini lantaran kondisi global yang belum menentu, di mana harga minyak belum membentuk titik keseimbangan baru dan berpotensi Kembali melonjak, membuat rupiah bisa saja Kembali memburuk.

Baca: Perang Bunga di Depan Mata, Warga RI Bisa Tercekik

“Jika harga minyak kembali meningkat atau pasar kembali memperkirakan kenaikan suku bunga AS yang lebih agresif, rupiah dapat melalui cepat kembali ke Rp17.700-Rp17.900,” jelas Josua.

“Jadi penguatan menuju Rp17.500 cukup mungkin, tetapi kemampuan bertahan di bawah Rp17.500 membutuhkan perbaikan yang lebih kuat pada transaksi berjalan dan pasokan devisa domestik,” ujarnya.

Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David E.

Rupiah Bisa Rp17.500/US$, Asal 4 Syarat Ini Terpenuhi Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 761942, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260824143928-17-761942/rupiah-bisa-rp17500-us–asal-4-syarat-ini-terpenuhi’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Chandra Dwi Pranata,  CNBC Indonesia 24 August 2026 17:15 Foto: Karyawan menghitung uang pecahan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing, Jakarta, Jumat (24/4/2026).

Proyeksi David ini dilandasi melalui asumsi The Fed masih berpotensi meningkatkan suku bunga acuannya, setidaknya 1 kali kenaikan akibat risiko inflasi yang masih membayangi AS

(haa/haa) [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260818155322-19-760338/video-rupiah-masih-melemah-di-rp-17800-usd-bi-rate-bakal-naik-lagi”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/760338?comscore=off”,”time”:309,”title”:”Video: Rupiah Masih Melemah di Rp 17.800/USD, BI Rate Bakal Naik Lagi?”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/08/18/rupiah-masih-melemah-di-rp-17800-per-usd-bi-rate-bakal-naik-lagi-1787043307035_169.png”}]’); Next Article Breaking!

Analisis mendalam tentang Rupiah Bisa Rp17.500/US$, Asal 4 Syarat Ini Terpenuhi akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *