Harga Minyak Mendekati US$100 Lagi, Perang AS-Iran Kembali Jadi Pemicu

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Harga Minyak Mendekati US$100 Lagi, Perang AS-Iran Kembali Jadi Pemicu yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) menguat menjadi US$86,12 per barel, bertambah 0,34% dari posisi sehari sebelumnya di US$85,83 per barel.

Dampak dari hal tersebut adalah ancaman terhadap pasokan energi global tetap diperhitungkan. akibat Pasar menilai konflik AS-Iran belum memasuki fase yang benar-benar mereda

Namun, Iran menyampaikan pernyataan berbeda melalui menegaskan jalur tersebut masih ditutup.

Investor terus mencermati perkembangan perang Amerika Serikat (AS) dan Iran serta nasib jalur pelayaran Selat Hormuz yang hingga kini belum sepenuhnya mendapatkan kepastian untuk kembali beroperasi normal.

Merujuk data Refinitiv pada pukul 09.20 WIB, harga minyak Brent berada di US$92,04 per barel, naik 0,46% dibandingkan penutupan sebelumnya di US$91,62 per barel.

Perbedaan sikap tersebut membuat operator kapal tetap berhati-hati.

Dampak dari hal tersebut adalah berpotensi menahan laju kenaikan harga. akibat Stok bensin turut meningkat, sementara persediaan produk distilat mengalami penurunan.

Kenaikan stok minyak mentah AS mengindikasikan pasokan domestik masih relatif memadai

Persediaan minyak mentah AS bertambah 4,4 juta barel pada pekan yang berakhir 14 Agustus.

Angka tersebut berlawanan melalui ekspektasi pasar yang sebelumnya memperkirakan penurunan sekitar 600 ribu barel.

Harga Minyak Mendekati US$100 Lagi, Perang AS-Iran Kembali Jadi Pemicu Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 760816, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260820092438-17-760816/harga-minyak-mendekati-us-100-lagi-perang-as-iran-kembali-jadi-pemicu’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Emanuella Bungasmara Ega Tirta,  CNBC Indonesia 20 August 2026 10:30 Foto: REUTERS/Liz Hampton //FMG_Tag – IMPULSE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=impl’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – VIBE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=vibe’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – RC var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=rc’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – Expandedfloor var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=sf’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter);

Jakarta, CNBC Indonesia Harga minyak dunia melanjutkan penguatan pada perdagangan Kamis (20/8/2026), didorong ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah yang masih membayangi pasar.

Presiden AS Donald Trump menyatakan tidak ada pembicaraan melalui Iran dan menyebut Selat Hormuz telah terbuka.

Kenaikan tersebut memperpanjang tren positif minyak setelah dalam sepekan terakhir Brent telah naik lebih dari 3,4%, sedangkan WTI menguat sekitar 4%.

//

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });

Pergerakan harga masih ditopang oleh premi risiko geopolitik.

Faktor penyebabnya adalah pemilik kapal menunggu kepastian mengenai keamanan jalur tersebut.

Meski faktor geopolitik menopang harga, ruang kenaikan minyak masih dibatasi oleh belum adanya eskalasi baru dalam konflik. yang mengakibatkan Data pelayaran memperlihatkan arus kapal yang melintasi Hormuz masih melambat

Pelaku pasar masih menunggu perkembangan negosiasi maupun perubahan situasi di kawasan Timur Tengah yang dapat mengubah prospek pasokan minyak global dalam waktu dekat.

Dari sisi fundamental, laporan Energy Information Administration (EIA) memberikan sinyal yang beragam.

Di sisi lain, hubungan Iran melalui sejumlah negara Teluk kembali menjadi perhatian setelah Uni Emirat Arab menghentikan seluruh transaksi keuangan dan ekonomi dengan Iran hingga waktu yang belum ditentukan.

Fokus pelaku pasar juga tertuju pada Selat Hormuz, jalur yang menjadi lintasan sekitar seperlima perdagangan minyak dunia.

Namun selama ketidakpastian di Timur Tengah belum mereda dan aktivitas pelayaran melalui Selat Hormuz masih terganggu, pasar diperkirakan tetap mempertahankan premi risiko yang menjaga harga minyak berada di level tinggi.

CNBCΒ IndonesiaΒ 

(emb/emb) [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260810103613-19-757869/video-batubara-tertekan-efek-pasokan-india-naik-harga-minyak-melonjak”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/757869?comscore=off”,”time”:256,”title”:”Video: Batubara Tertekan Efek Pasokan India Naik-Harga Minyak Melonjak”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/08/10/harga-batubara-tertekan-imbas-pasokan-india-naik-harga-minyak-kembali-meroket-1786333503971_169.png”}]’); Next Article Harga Minyak Naik 10% dalam 2 Hari, Selat Hormuz Kembali Jadi Sorotan

Analisis mendalam tentang Harga Minyak Mendekati US$100 Lagi, Perang AS-Iran Kembali Jadi Pemicu akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

πŸ“‹ Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *