1.800 Ton Emas Warga RI di Bawah Bantal, Nilainya Rp 4.483 Triliun

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang 1.800 Ton Emas Warga RI di Bawah Bantal, Nilainya Rp 4.483 Triliun yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Karena kalau kita lihat Amerika punya stok emas 8.133 ton, kemudian China 2.331.

Harga Emas Antam Logam Mulia Terbang Rp80.000, ke Rp2,7 Juta

PT Pegadaian sendiri kata Airlangga kini telah mengelola 153 ton stok emas masyarakat, dan BSI sekitar 20 ton.

“Jadi bagaimana tugasnya dari Pegadaian maupun BSI yang US$ 252 billion ini mungkin 20% nya saja pindah dari ditaruh di bawah bantal, ditaruh ke instrumen keuangan ataupun instrumen perbankan syariah maupun Pegadaian,” tutur Airlangga.

(arj/arj) [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260805173341-19-756880/video-ekonomi-ri-h1-2026-tumbuh-545-termasuk-tertinggi-di-asean”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/756880?comscore=off”,”time”:878,”title”:”Video: Ekonomi RI H1-2026 Tumbuh 5,45%, Termasuk Tertinggi di ASEAN”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/08/05/airlangga-pdb-ri-h1-2026-tumbuh-545termasuk-tinggi-di-asean-1785926720666_169.png”}]’); Next Article Wow!

1.800 Ton Emas Warga RI di Bawah Bantal, Nilainya Rp 4.483 Triliun Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 760835, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260820100532-17-760835/1800-ton-emas-warga-ri-di-bawah-bantal-nilainya-rp-4483-triliun’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Zefanya Aprilia,  CNBC Indonesia 20 August 2026 10:40 Foto: Humas Ekon //FMG_Tag – IMPULSE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=impl’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – VIBE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=vibe’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – RC var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=rc’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – Expandedfloor var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=sf’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter);

Jakarta, CNBC Indonesia – Pemerintah Indonesia mengungkapkan, ribuan ton emas masih belum masuk ke sistem keuangan, alias masih bersemayam di bawah bantal.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan, emas yang masih disimpan “di bawah bantal” oleh masyarakat Indonesia itu sekitar 1.800 ton.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); }); Baca: Fenomena Baru, Ramai Negara Buru ‘Obat Kuat’ Nuklir dari Bumi ke Bulan

Sebanyak 1.800 ton emas itu menurut Airlangga memiliki nilai sebesar US$ 252 miliar, atau bila dikonversi ke nilai tukar rupiah setara Rp 4.483,02 triliun.

“Emas yang ada di bawah bantal, itu ada 1.800 ton.

Karena kalau kita lihat Amerika punya stok emas 8.133 ton, kemudian China 2.331.

Pemerintah RI Temukan 1.800 Ton Emas di Bawah Bantal

Kalau Indonesia 1.800, itu udah langsung di bawah mereka semua,” ucap Airlangga.

Oleh sebab itu, Airlangga meminta dua lembaga jasa keuangan yang telah memiliki layanan bullion, yakni Bank Syariah Indonesia (BSI) dan Pegadaian, untuk mencari cara membuat masyarakat percaya menitipkan aset emasnya.

Baca: Breaking!

Nah, kalau 1.800 ton, itu nilainya juga luar biasa, US$ 252 miliar,” kata Airlangga dalam acara Peluncuran Indonesia Bullion Market Association di Monas Grand Ballroom BSI Tower, Jakarta, Kamis (20/8/2026).

Airlangga mengatakan, bila 1.800 ton emas yang amsih bersemayam di bawah bantal itu bisa masuk ke sistem keuangan RI melalui nilai US$ 252 miliar, akan membuat catatan stok emas Indonesia menjadi bagian dari yang terbesar di dunia.

“Nah ini sebuah pertumbuhan yang luar biasa kalau itu bisa kita lakukan.

Kalau Indonesia 1.800, itu udah langsung di bawah mereka semua,” ucap Airlangga.

Oleh sebab itu, Airlangga meminta dua lembaga jasa keuangan yang telah memiliki layanan bullion, yakni Bank Syariah Indonesia (BSI) dan Pegadaian, untuk mencari cara membuat masyarakat percaya menitipkan aset emasnya.

Airlangga mengatakan, bila 1.800 ton emas yang amsih bersemayam di bawah bantal itu bisa masuk ke sistem keuangan RI melalui nilai US$ 252 miliar, akan membuat catatan stok emas Indonesia menjadi bagian dari yang terbesar di dunia.

“Nah ini sebuah pertumbuhan yang luar biasa kalau itu bisa kita lakukan.

Analisis mendalam tentang 1.800 Ton Emas Warga RI di Bawah Bantal, Nilainya Rp 4.483 Triliun akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *