Perusahaan Terbesar di Dunia Tebar Dividen Malah Jadi Petaka

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Perusahaan Terbesar di Dunia Tebar Dividen Malah Jadi Petaka yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

VOC justru membayar keuntungan tersebut menggunakan komoditas yang menjadi sumber kekayaannya, yakni rempah-rempah.

Herald mencatat VOC membayar dividen menggunakan karung berisi lada, pala, atau rempah-rempah lainnya.

Baca: Meski Up & Down, Pasar Modal RI Sukses Serok Dana Rp 125 T hingga Juni

“Bentuk dividen yang sering kali dibayar adalah karung berisi lada, pala, atau rempah-rempah lain,” tulis Herald.

Pada masa itu, rempah-rempah merupakan komoditas perdagangan utama dunia melalui nilai yang sangat tinggi.

Lodewijk Petram dalam The World’s First Stock Exchange (2011) mencatat sebanyak 1.143 orang menaruh uang sebagai modal awal VOC di Bursa Efek Amsterdam.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });

Baca: Lahir Sebelum RI Merdeka, Ini 8 Perusahaan Tertua di Indonesia

Saat itu, bisnis VOC bergerak dalam perdagangan komoditas Asia, terutama rempah-rempah yang menjadi salah satu barang paling dicari di dunia.

Namun, bagi Vereenigde Oost-Indische Compagnie (VOC), pembagian dividen justru pernah menjadi petaka.

Perusahaan, yang disebut sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam peringatan HUT ke-49 Pasar Modal Indonesia sebagai perusahaan publik pertama di dunia itu, bahkan harus mengubah cara membagikan keuntungannya setelah dividen yang diberikan kepada investor membuat harga rempah-rempah anjlok di Amsterdam.

Bagaimana ceritanya?

Sejarah mencatat, VOC mulai menjual saham kepada publik pada Agustus 1602.

Akibatnya, harga rempah-rempah justru anjlok.

“Banyaknya lada secara tiba-tiba membuat harga rempah-rempah anjlok di seluruh Amsterdam,” kata Herald van der Linde.

Kondisi tersebut akhirnya membuat direksi VOC mengubah mekanisme pembagian dividennya.

Nilai tersebut menunjukkan betapa besarnya perusahaan tersebut pada masanya.

“Kemudian saya lihat market cap-nya kalau per hari ini atau dinilai melalui hari ini, market cap-nya US$ 7-8 triliun.

Sejak 1623, VOC mulai membagikan keuntungan tidak hanya dalam bentuk rempah-rempah, tetapi juga uang tunai.

Setelah perubahan tersebut, VOC membagikan dividen kepada para investornya setiap dua hingga enam tahun sekali.

(mfa) [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260807103920-19-757354/video-harga-minyak-ambruk-5–harga-emas-tertekan-sentimen-the-fed”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/757354?comscore=off”,”time”:357,”title”:”Video: Harga Minyak Ambruk 5% – Harga Emas Tertekan Sentimen The Fed”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/08/07/harga-minyak-dunia-ambruk-5-hingga-harga-emas-tertekan-sentimen-the-fed-1786074938503_169.png”}]’); Next Article Bos Danantara Bocorkan IPO Pegadaian, Pelindo hingga Injourney

Cara perusahaan membagikan keuntungan kepada investor justru sempat menimbulkan masalah di pasar.

Pada April 1610, atau delapan tahun setelah penjualan saham perdana, VOC membagikan dividen pertamanya.

Seiring waktu, bisnis tersebut membuat VOC berkembang menjadi perusahaan raksasa.

Airlangga menuturkan jika nilai VOC dihitung berdasarkan nilai saat ini, market cap-nya mencapai sekitar US$7-US$8 triliun.

CNBC Insight Perusahaan Terbesar di Dunia Tebar Dividen Malah Jadi Petaka Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 757866, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260810102640-17-757866/perusahaan-terbesar-di-dunia-tebar-dividen-malah-jadi-petaka’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); MFakhriansyah,  CNBC Indonesia 10 August 2026 11:35 Foto: VOC //FMG_Tag – IMPULSE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=impl’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – VIBE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=vibe’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – RC var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=rc’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter);

Jakarta, CNBC Indonesia – Membagikan dividen biasanya menjadi kabar baik bagi investor.

Dampak dari hal tersebut adalah pasokan rempah-rempah di pasar Amsterdam tiba-tiba melonjak. akibat Karena itu, menerima rempah-rempah dalam jumlah besar sebagai dividen sebenarnya menjadi keuntungan bagi investor.

Namun, keuntungan tersebut justru memunculkan persoalan baru ketika para investor memilih menjual kembali rempah-rempah yang mereka terima.

Banyak investor melakukan hal serupa

Jadi bahkan melalui today value pun tinggi,” katanya.

Besarnya nilai VOC tentu tidak terlepas dari keuntungan yang dihasilkan dari bisnis perdagangan tersebut.

Herald van der Linde dalam Asia’s Stock Markets (2022) mencatat investor memperoleh dividen sebesar 75% dari nilai nominal penjualan pertama saham.

Menariknya, dividen tersebut bukan berupa uang tunai seperti yang dikenal investor saat ini.

Para investor pun saling bersaing menjual komoditas tersebut.

Sebagai perusahaan publik, VOC juga membagikan sebagian keuntungan kepada para pemegang saham dalam bentuk dividen.

Baca: Nama “Depok” Ternyata Singkatan Bahasa Belanda, Ini Kepanjangannya

Dividen Tak Mulus

Namun, pembagian dividen VOC ternyata tidak berjalan mulus.

Analisis mendalam tentang Perusahaan Terbesar di Dunia Tebar Dividen Malah Jadi Petaka akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *