Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Sempat Terbang ke 6.462, IHSG Malah Merosot 0,49% di Akhir Sesi 1 yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
Sektor industri menjadi satu-satunya sektor melalui penguatan cukup signifikan, yakni 3,41%, disusul sektor jasa akademik dan pendidikan yang naik 1,67%.
π Artikel Terkait yang Direkomendasikan
Baca: Meski Up & Down, Pasar Modal RI Sukses Serok Dana Rp 125 T hingga Juni
Sementara itu, sektor keuangan relatif stagnan dengan pelemahan 0,03%.
Sempat Terbang ke 6.462, IHSG Malah Merosot 0,49% di Akhir Sesi 1 Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 757898, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260810120350-17-757898/sempat-terbang-ke-6462-ihsg-malah-merosot-049-di-akhir-sesi-1’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); mkh, CNBC Indonesia 10 August 2026 12:30 Foto: Ilustrasi IHSG (CNBC Indonesia/ Tri Susilo) //FMG_Tag – IMPULSE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=impl’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – VIBE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=vibe’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – RC var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=rc’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter);
Jakarta, CNBC IndonesiaΒ β Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah dan ditutup melemah pada perdagangan sesi I, Senin (10/8/2026).
Perhatian utama pelaku pasar tertuju pada inflasi Amerika Serikat (AS), harga produsen, dan penjualan ritel yang dapat mengubah ekspektasi terhadap kebijakan suku bunga Federal Reserve.
Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) akan merilis hasil Survei Konsumen Juli dan Survei Penjualan Eceran Juni.
Saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) menjadi saham yang paling banyak diburu asing melalui net buy Rp559 miliar.
Posisi berikutnya ditempati Timah (TINS) melalui Rp385,5 miliar dan Dian Swastatika Sentosa (DSSA) sebesar Rp302 miliar.
Saham lain yang mencatatkan net buy asing besar antara lain MGLV Rp229,4 miliar, ANTM Rp215,7 miliar, BRPT Rp177,4 miliar, BBCA Rp140,2 miliar, GGRM Rp130,4 miliar, BBNI Rp120,3 miliar, dan ICBP Rp119,6 miliar.
Pasar keuangan Indonesia akan menghadapi pekan padat pada 10-14 Agustus 2026.
Sinar Mas Multiartha (SMMA) memberikan kontribusi kenaikan 3,17 poin, diikuti Bank Central Asia (BBCA) sebesar 2,50 poin, Merdeka Gold Resources (MDKA) 2,37 poin, Dian Swastatika Sentosa (DSSA) 1,94 poin, dan Garuda Indonesia (GIAA) 1,49 poin.
Secara sektoral, mayoritas sektor berada di zona merah.
Nilai transaksi mencapai Rp11,58 triliun melalui volume perdagangan 31,98 miliar saham dalam 1,70 juta kali transaksi.
Dari seluruh saham yang diperdagangkan, sebanyak 287 saham menguat, 330 saham melemah, sementara 346 saham stagnan.
Tekanan terhadap IHSG terutama datang dari saham-saham berkapitalisasi besar.
Kedua data tersebut akan memberikan gambaran mengenai daya beli masyarakat Indonesia.
Puncaknya adalah pada Jumat pekan ini di mana Presiden Prabowo Subianto akan menyampaikan Pidato Kenegaraan serta menyerahkan Nota Keuangan serta Rancangan Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) 2026.
(mkh/mkh) [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260803150821-19-756133/video-profit-taking-di-awal-agustus-ihsg-longsor-ke-zona-merah”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/756133?comscore=off”,”time”:363,”title”:”Video: Profit Taking di Awal Agustus, IHSG Longsor ke Zona Merah”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/08/03/profit-taking-di-awal-agustus-ihsg-longsor-ke-zona-merah-1785746110421_169.png”}]’); Next Article Breaking News!
IHSG sempat menguat pada awal perdagangan sebelum akhirnya masuk zona merah menjelang penutupan sesi pertama.
Berdasarkan data IDX Mobile, IHSG ditutup di level 6.378,40, turun 31,25 poin atau 0,49% dibandingkan penutupan sebelumnya di 6.409,65.
Padahal, IHSG sempat menyentuh level tertinggi 6.462,74 pada perdagangan pagi.
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) menjadi pemberat terbesar melalui kontribusi penurunan 4,17 poin, disusul Bank Mandiri (BMRI) yang mengurangi 3,69 poin.
Selain itu, Barito Pacific (BRPT) menekan IHSG sebesar 2,30 poin, VKTR Teknologi Mobilitas (VKTR) sebesar 2,09 poin, dan Amman Mineral Internasional (AMMN) sebesar 1,91 poin.
Sebaliknya, beberapa saham menjadi penopang IHSG.
Sektor energi turun 0,14%, kesehatan 0,29%, barang konsumsi siklikal 0,34%, teknologi 0,53%, utilitas 0,57%, properti 0,58%, barang baku 0,66%, dan barang konsumsi primer menjadi sektor melalui pelemahan terdalam, yakni 0,74%.
Adapun investor asing mencatat net buy sekitar Rp694,8 miliarΒ sepanjang pekan lalu.
Namun, tekanan jual kemudian membawa indeks turun hingga menyentuh level terendah 6.372,92.
googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });
Perdagangan sesi I berlangsung cukup ramai.
Analisis mendalam tentang Sempat Terbang ke 6.462, IHSG Malah Merosot 0,49% di Akhir Sesi 1 akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
π Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
π’ Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
π Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
π’ Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
β οΈ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
