Kimia Farma (KAEF) Catat Laba Rp10,3 Miliar di Semester I-2026

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Kimia Farma (KAEF) Catat Laba Rp10,3 Miliar di Semester I-2026 yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Hal itu tercermin dari laba bruto yang meningkat menjadi Rp1,6 triliun, naik 7,09% dibandingkan semester I-2025 yang sebesar Rp1,5 triliun.

Dari sisi operasional, beban usaha tercatat sebesar Rp1,5 triliun, atau meningkat 4,47% dibandingkan Rp1,5 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Ternyata, kontribusi terbesar pada perolehan laba perusahaan berasal pendapatan lain-lain bersih sebesar Rp42,5 miliar, melonjak 505,4% dibandingkan hanya Rp7,02 miliar pada semester I-2025.

Selain itu, KAEF juga diuntunhkan dari selisih kurs mata uang asing berbalik menjadi keuntungan sebesar Rp351,8 juta, setelah pada periode sebelumnya masih mencatat rugi kurs sebesar Rp475,2 juta.

Perbaikan tersebut mendorong laba usaha Kimia Farma meningkat signifikan menjadi Rp152,2 miliar, atau melonjak 111,3% dibandingkan laba usaha semester I-2025 yang sebesar Rp72,01 miliar.

Di sisi pembiayaan, beban keuangan berhasil ditekan menjadi Rp235,9 miliar, turun 5,6% dibandingkan Rp250,07 miliar pada periode yang sama tahun 2025.

Sementara itu, penghasilan keuangan meningkat tajam menjadi Rp151,5 miliar, melonjak 161,21% dari Rp58,05 miliar.

Capaian tersebut meningkat 7,61% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp4,3 triliun.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); }); Baca: Soal Sengketa Arbitrase Investasi di Kimia Farma, Ini Penjelasan INA

Sejalan melalui pertumbuhan penjualan, beban pokok penjualan naik menjadi Rp3,02 triliun, atau meningkat 7,89% dari sebelumnya Rp2,8 triliun.

Meski demikian, kenaikan penjualan mampu menjaga profitabilitas perusahaan.

Dengan demikian, perusahaan mencatatkan perbaikan kinerja sebesar sekitar Rp189,6 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Adapun aset KAEF hingga semester I tahun ini menjadi naik jadi Rp 14,6 triliun dibandingkan melalui aset di akhir tahun 2025 yang sebesar Rp 14,1 triliun.

(fsd/fsd) [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260805103958-19-756677/video-harapan-damai-di-selat-hormuz-harga-minyak-emas-emas-anjlok”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/756677?comscore=off”,”time”:323,”title”:”Video: Harapan Damai di Selat Hormuz, Harga Minyak Emas & Emas Anjlok”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/08/05/harapan-damai-di-selat-hormuz-harga-minyak-emas-emas-anjlok-1785902842826_169.png”}]’); Next Article Beban Administrasi Melonjak, Laba PGUN Terpangkas 47% per Juni 2026

Kimia Farma (KAEF) Catat Laba Rp10,3 Miliar di Semester I-2026 Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 756820, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260805154920-17-756820/kimia-farma–kaef–catat-laba-rp103-miliar-di-semester-i-2026’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Romys Binekasri,  CNBC Indonesia 05 August 2026 15:51 Foto: dok Kimia Farma //FMG_Tag – IMPULSE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=impl’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – VIBE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=vibe’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – RC var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=rc’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter);

Jakarta, CNBC Indonesia – PT Kimia Farma (Persero) Tbk.

Kombinasi kenaikan laba usaha, penurunan beban bunga, dan meningkatnya pendapatan keuangan membuat Kimia Farma membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp67,7 miliar.

Capaian tersebut berbalik dari posisi rugi sebelum pajak Rp120,01 miliar pada semester I-2025.

Dari sisi perpajakan, beban pajak kini tercatat sebesar Rp13,7 miliar, lebih rendah 13,6% dibandingkan total beban pajak sebesar Rp15,6 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

(FORE) akhirnya mencatat laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk hingga semester I tahun 2026 tercatat sebesar Rp10,32 miliar dari sebelumnya merugi Rp95,01 miliar pada semester I-2025.

Mengutip laporan keuangannya yang disampaikan melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), perbaikan kinerja tersebut ditopang oleh peningkatan penjualan bersih hingga alhir Juni 2026 sebesar Rp4,70 triliun.

Beban pajak kini mencapai Rp9,2 miliar, naik 23,3% dari Rp7,5 miliar, sedangkan beban pajak tangguhan turun menjadi Rp4,4 miliar, atau menurun 44,9% dibandingkan Rp8,1 miliar pada semester I-2025.

Setelah memperhitungkan pajak, Kimia Farma berhasil mencatat laba bersih tahun berjalan sebesar Rp54,07 miliar, berbalik dari rugi bersih Rp135,6 miliar pada semester I-2025.

Analisis mendalam tentang Kimia Farma (KAEF) Catat Laba Rp10,3 Miliar di Semester I-2026 akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *