Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang BI Dinilai Tak Acuh Soal Pertumbuhan Ekonomi, Destry Buka Suara! yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
kenaikan dan perluasan insentif pengurangan premi untuk investasi portofolio asing berupa: (a) kenaikan insentif bagi Swap Jual Lindung Nilai (Swap Beli Lindung Nilai kepada BI) dari 10% menjadi sebesar 12,5% dan (b) perluasan insentif bagi DNDF Jual Lindung Nilai sebesar 15%;
📚 Artikel Terkait yang Direkomendasikan
b.
perluasan underlying transaksi repo dalam operasi moneter konvensional dan/atau Pengelolaan Likuiditas Berdasarkan Prinsip Syariah Bank Indonesia (PASBI) melalui menambah obligasi dan/atau sukuk korporasi PT.
Kedua surat berharga tersebut memenuhi persyaratan obligasi dan/atau sukuk korporasi yang diterbitkan oleh lembaga jasa keuangan yang dibentuk atau didirikan Pemerintah, sejalan melalui BPPU 2030.
Memperkuat Kebijakan Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial (RPIM) untuk mendorong penyaluran kredit/pembiayaan perbankan kepada sektor inklusif dan berkelanjutan melalui tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian, yang meliputi 3 (tiga) modalitas yaitu:
a.
Aturan ini akan efektif mulai Oktober 2026.
Baca: Rezeki Terasa Seret?
Memperkuat efektivitas implementasi kebijakan moneter untuk stabilisasi nilai tukar Rupiah dan menjaga inflasi 2026 dan 2027 dalam sasaran 2,5±1%, dengan:
a.
Bank sentral juga akan memastikan kecukupan likuiditas di pasar uang dan perbankan serta menjaga inflasi tetap berada dalam sasaran 2,5±1% pada 2026-2027.
Selain itu, BI memperluas berbagai insentif guna menarik aliran modal asing (capital inflow), termasuk meningkatkan insentif transaksi lindung nilai (hedging) dan memperluas penggunaan Local Currency Transaction (LCT) melalui negara-negara mitra.
Di sektor perbankan, BI juga memperbesar insentif Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) menjadi maksimal 6% dari Dana Pihak Ketiga (DPK), dari sebelumnya 5,5%, sekaligus memperkenalkan skema baru untuk mengurangi segmentasi likuiditas dan memperdalam pasar uang.
Meningkatkan ekspansi dan mengatasi segmentasi likuiditas di pasar uang dan perbankan melalui penyempurnaan Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) dan integrasinya dengan percepatan pendalaman pasar uang sebagai berikut:
a.
Kebijakan ini mulai berlaku efektif pada September 2026.
Untuk memperkuat pembiayaan sektor produktif, BI turut menyempurnakan Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial (RPIM).
Memperluas kebijakan insentif untuk meningkatkan aliran masuk investasi portofolio asing dan memperkuat stabilitas nilai tukar Rupiah, sekaligus mempercepat pendalaman PUVA, dengan:
a.
perluasan cakupan penyaluran kredit/pembiayaan perbankan termasuk kepada pemasok, distributor, dan/atau mitra dari badan usaha untuk mendukung sektor yang inklusif dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional;
b.
Kebijakan ini akan dimulai selambat-lambatnya pada akhir September 2026;
b.
mengelola struktur suku bunga di pasar uang yang sejalan melalui kebijakan BI-Rate dan suku bunga instrumen operasi moneter pro-market;
c.
penguatan inovasi dan kewirausahaan melalui intensifikasi business matching pada Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI) Digdaya dan Hackathon untuk pengembangan talenta digital nasional;
c.
penguatan mekanisme transfer RPIM antarbank berbasis kontrak.
Penguatan Kebijakan RPIM akan berlaku efektif sejak 1 Oktober 2026.
5.
Kami tetap concern melalui pertumbuhan,” ujar Destry dalam media briefing secara daring, Jumat (31/7/2026).
googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });
Baca: Proyek Olah Sampah Jadi Listrik Resmi Dibangun di Legok Nangka Jabar
Menurutnya, upaya menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan memang tidak dapat dilakukan hanya melalui kebijakan moneter.
penyempurnaan KLM untuk ekspansi dan mengatasi segmentasi likuiditas, melalui tetap mendorong penyaluran kredit ke sektor-sektor prioritas, melalui:
– peningkatan total besaran insentif KLM yang dapat diterima oleh bank menjadi paling tinggi sebesar 6,0% dari Dana Pihak Ketiga (DPK), dari sebelumnya sebesar 5,5% dari DPK;
– penyesuaian alokasi KLM untuk financing channel bagi penyaluran kredit/pembiayaan bank kepada sektor-sektor prioritas sebelumnya paling tinggi sebesar 4,5% dari DPK menjadi paling tinggi 4,0% dari DPK;
– penetapan alokasi KLM untuk mengatasi segmentasi likuiditas di pasar uang dan perbankan sekaligus mempercepat pendalaman pasar uang, berupa KLM Pendalaman Pasar Uang (PPU) paling tinggi sebesar 2,0% dari DPK kepada bank yang menjaga rasio kepemilikan surat-surat berharga dalam tingkat optimal yang ditetapkan Bank Indonesia.
Bisa Jadi 5 Kebiasaan Ini Penyebabnya Versi Islam
Di sisi sistem pembayaran, BI akan mempercepat digitalisasi melalui perluasan penggunaan QRIS, termasuk kerja sama QRIS Antarnegara, pengembangan inovasi digital melalui PIDI Digdaya dan program hackathon, serta penguatan industri sistem pembayaran yang tetap mengedepankan prinsip manajemen risiko dan stabilitas sistem keuangan.
Melalui bauran kebijakan tersebut, BI menegaskan komitmennya untuk menjaga keseimbangan antara stabilitas makroekonomi dan upaya mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Berikut ini rincian ramuan kebijakan BI yang telah diumumkan secara resmi dalam rapat dewan gubernur per Juli 2026:
1.
penguatan implementasi penataan struktur industri melalui pengembangan aktivitas, produk dan/atau kerja sama yang memenuhi aspek manajemen risiko dan sejalan melalui arah kebijakan Bank Indonesia.
(arj/haa) [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260710111023-19-749745/video-akhir-pekan-ihsg-menguat-tapi-rupiah-tertahan-di-rp-18000-usd”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/749745?comscore=off”,”time”:385,”title”:”Video: Akhir Pekan, IHSG Menguat Tapi Rupiah Tertahan di Rp 18.000/USD”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/07/10/jelang-akhir-pekan-ihsg-menguat-tapi-rupiah-masih-tertahan-di-rp-18000usd-1783658151395_169.png”}]’); Next Article Ekonom Apresiasi Langkah BI Pertahankan Suku Bunga
perluasan akseptasi digital melalui pengembangan instrumen dan kanal pembayaran serta perluasan kerja sama QRIS Antarnegara ke negara mitra prioritas;
b.
KLM PPU dimaksud menggantikan KLM interest rate channel dan financing to funding channel; serta penyempurnaan KLM tersebut akan berlaku efektif sejak 1 September 2026
4.
Karena itu, BI mengoptimalkan berbagai instrumen lain, mulai dari kebijakan makroprudensial hingga sistem pembayaran.
Salah satu langkah yang ditempuh ialah memberikan insentif likuiditas kepada perbankan agar penyaluran kredit ke sektor-sektor prioritas semakin meningkat, termasuk kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Termasuk juga untuk UMKM dan masyarakat berpenghasilan rendah, kami memberikan perhatian melalui pengurangan Giro Wajib Minimum (GWM) bagi bank-bank yang menyalurkan kredit ke sektor prioritas, termasuk UMKM,” kata Destry.
Baca: Destry Bawa Kabar Baik Usai BI Rate Ditahan, Dana Asing Masuk Rp195 T
Dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Juli 2026, BI juga telah menetapkan sejumlah kebijakan untuk menjaga stabilitas sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi.
Di sisi moneter, BI akan terus mengoptimalkan intervensi di pasar valuta asing melalui transaksi spot, Non-Deliverable Forward (NDF), dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 755478, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260731140151-17-755478/bi-dinilai-tak-acuh-soal-pertumbuhan-ekonomi-destry-buka-suara’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Arrijal Rachman , CNBC Indonesia 31 July 2026 14:10 Foto: REUTERS/Iqro Rinaldi
Medan, CNBC Indonesia – Gubernur sementara Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menegaskan bank sentral tidak hanya berfokus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan inflasi, tetapi juga tetap berperan aktif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Destry membantah anggapan bahwa BI hanya mengutamakan stabilitas dan mengesampingkan pertumbuhan ekonomi.
“Terkait pertumbuhan, Bank Indonesia dibilang tidak concern melalui pertumbuhan, salah itu!
menjaga kecukupan likuiditas di pasar uang dan perbankan melalui memastikan pertumbuhan uang primer lebih dari 10% (double digit) sesuai dengan ekspansi moneter;
2.
mengoptimalkan strategi intervensi valuta asing guna memperkuat stabilisasi nilai tukar Rupiah baik melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar luar negeri maupun transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik;
b.
BI Dinilai Tak Acuh Soal Pertumbuhan Ekonomi, Destry Buka Suara!
Memperluas digitalisasi sistem pembayaran untuk menopang dan memperkuat daya beli masyarakat melalui tetap memperhatikan penguatan inovasi yang sejalan dengan aspek manajemen risiko dan stabilitas sistem pembayaran melalui:
a.
Kebijakan tersebut memperluas cakupan penyaluran kredit ke sektor inklusif, termasuk pemasok, distributor, dan mitra usaha, serta memperkuat skema penyaluran kredit UMKM antarbank.
pemberian insentif untuk meningkatkan Local Currency Transaction (LCT) melalui negara mitra[1] untuk diversifikasi transaksi valas berupa: (a) penambahan premi Swap Beli Lindung Nilai (Swap Jual Lindung Nilai kepada BI) sebesar 10%, dan (b) pengurangan premi DNDF Jual Lindung Nilai sebesar 10%.
Baca: Prabowo Mau Beri Hadiah Rp20 M buat Lima Kota Terbersih, Ini Alasannya
3.
perluasan cakupan mekanisme kerja sama penyaluran kredit UMKM antarbank umum melalui skema channeling dan executing;
c.
Analisis mendalam tentang BI Dinilai Tak Acuh Soal Pertumbuhan Ekonomi, Destry Buka Suara! akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
📢 Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
📌 Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
🏢 Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
⚠️ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
