Terungkap Alasan Kripto Masih Didominasi Pria, Wanita Lebih Rasional?

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Terungkap Alasan Kripto Masih Didominasi Pria, Wanita Lebih Rasional? yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Artinya, masyarakat Indonesia mulai melihat ini sebagai salah satu instrumen yang menarik.

“Walaupun kita ingatkan selalu bahwa kripto ini adalah sophisticated, high return tapi juga high risk.

Terungkap Alasan Kripto Masih Didominasi Pria, Wanita Lebih Rasional?

Di sisi lain, mereka lebih sadar terhadap risiko dari aset investasi berisiko tinggi tersebut.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); }); Baca: OJK Ingatkan Modus Penipuan Kian Marak, Bisa Lewat Nonton Iklan-Dracin

“Perempuan lebih terbuka daripada laki-laki. sedangkan Namun, Regional Head Southeast Asia Women’s World Banking Angelique Timmer mengatakan, meskipun wanita terbuka terhadap inovasi digital,

Selain itu, perempuan dianggap lebih sadar terhadap mengelola keuangan dan menakar risiko, termasuk berinvestasi.

Aset investasi makin beragam seiring melalui perkembangan teknologi.

Lebih mungkin dari sisi tadi yang disampaikan ditawari kredit Rp 200 juta perempuan mikir wah nanti belum tentu nih kapasitas usaha saya sudah sebesar itu, beda melalui laki-laki, gas aja dulu,” ungkapnya.

Sementara, Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, Adi Budiarso mengaku, aset investasi kripto termasuk aset yang belum terdengar akrab di telinga masyarakat Indonesia.

Namun, pengawasan regulasi aset kripto sudah setara dengan negara maju melalui revisi Undang-Undang P2SK, bahwa aset keuangan digital dan aset kripto menjadi lembaga jada keuangan yang setara dengan perbankan, pasar modal, dana pensiun dan lain sebagainya.

“Artinya dia punya regulatory framework yang setara, dia punya apa perizinan,pengaturan yang sama, perizinan, pengawasan, bahkan penegakan hukum dan perlindungan konsumen,” jelasnya.

Dalam mendorong edukasi dan literasi keberadaan aset kripto, OJK akan menyusun blueprint atau roadmap untuk pengembangan industri ini kedepannya.

“Kita punya undang-undang untuk kripto.

tapi bukan berarti tidak pede, lebih risk-aware,” tutupnya.

(fsd/fsd) [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260728131151-19-754396/video-bni-siap-buyback-saham-rp627-miliar”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/754396?comscore=off”,”time”:72,”title”:”Video: BNI Siap Buyback Saham Rp627 Miliar”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/07/29/bni-siap-buyback-saham-rp627-miliar-1785286014938_169.png”}]’); Next Article Platform Trading Kripto Bangkrut, Uang Nasabah Rp 144 Miliar Raib

Data organisasi nirlaba internasional, Women’s World Banking menyebut, 65% UMKM di Indonesia dimiliki oleh perempuan.

Namun, memang mereka lebih sadar akan risiko,” ujarnya di Jakarta, dikutip Jumat (31/7/2026).

“Namun, yang juga kami amati adalah bahwa perempuan secara umum lebih terbuka terhadap inovasi digital.

Di negara lain yang baru saja juga merilis undang-undang aset keuangan digital atau kripto itu menjadi bagian dari investment instrument, itu adalah Jepang, baru saja nih keluar,” ucapnya.

OJK mencatat, hingga saat ini konsumen kripto di Indonesia sudah mencapai 22,6 juta.

Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 755282, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260731081050-17-755282/terungkap-alasan-kripto-masih-didominasi-pria-wanita-lebih-rasional’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Romys Binekasri,  CNBC Indonesia 31 July 2026 08:19 Foto: Ilustrasi Crypto (Dok Pluang)

Jakarta, CNBC Indonesia – Wanita masa kini lebih berdaya.

Kripto menjadi aset investasi masa kini yang dapat menghasilkan keuntungan yang tinggi.

Jadi do your own research, pastikan kalau misal bertransaksi di kripto adalah transaksi yang ada di izin OJK,” imbuhnya.

Director of Policy Southeast Asia, Women’s World Banking Vitasari Anggraeni menambahkan, dalam menempatkan dana pada suatu instrumen investasi, wanura cenderung memiliki kesadaran risiko yang sangat tinggi.

“Ya itu juga salah satu temuan riset, ternyata memang perempuan lebih risk-aware ya, jadi ketika membuat keputusan itu lebih risk-aware…

Jadi, mungkin mereka belum menjadi pengguna pertama, tetapi mereka terbuka dan bersedia mengikuti serta mencobanya,” imbuhnya.

Dalm kesempatan yang sama, Deputi Bidang Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Satrio Nugroho mengatakan, berdasarkan hasil survei, konsumen aset kripto memang masih didominasi oleh laki-laki dibandingkan wanita.

“Mungkin (wanita) cenderung agak risk taker lah.

Analisis mendalam tentang Terungkap Alasan Kripto Masih Didominasi Pria, Wanita Lebih Rasional? akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *