Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Ekonom: 30% Tekanan Rupiah Bersumber dari Luar Negeri yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
Faktor global itu mungkin 30%-40%, sedangkan domestik mungkin 60%-70%,” ujar Dipo dalam forum CORE Midyear Economic Review, Rabu (29/7/2026).
📚 Artikel Terkait yang Direkomendasikan
googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });
Baca: Amran: Untung Rp 2 T Perusahaan Bukan Bisnis, tapi Rampas Hak Rakyat
Menurut Dipo, dominasi faktor domestik terlihat dari pergerakan rupiah yang tertinggal dibandingkan mata uang negara-negara tetangga.
Karena kalau kita lihat trennya memang rupiah yang melemah paling dalam di Asia.
Faktor penyebabnya adalah faktor global atau faktor domestik? yang mengakibatkan Sementara itu, faktor global hanya berkontribusi sekitar 30%-40%.
“Jadi kalau kita lihat pelemahan rupiah itu sendiri apakah hanya
Kalau menurut kami mungkin lebih banyak faktor domestik.
Ekonom: 30% Tekanan Rupiah Bersumber dari Luar Negeri Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 755130, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260730155654-17-755130/ekonom-30-tekanan-rupiah-bersumber-dari-luar-negeri’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); chd, CNBC Indonesia 30 July 2026 16:20 Foto: Petugas menjunjukkan mata uang Dolar Amerika Serikat (AS) di VIP Money Changer, Jakarta, Kamis (25/9/2025).
Jika tekanan hanya berasal dari faktor global, seharusnya mata uang di kawasan Asia mengalami pelemahan melalui pola yang relatif serupa.
Namun, yang terjadi justru sebaliknya.
Kalau penyebabnya murni faktor global, seharusnya trennya sama melalui negara-negara lain,” jelasnya.
Meski demikian, Dipo mengakui faktor eksternal tetap memberi tekanan terhadap rupiah, terutama melalui kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed), yang memengaruhi arus modal global.
Selain itu, ia menilai persepsi pasar terhadap independensi Bank Indonesia (BI) juga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pergerakan nilai tukar.
Faktor global memang ada, tetapi yang tetap menjadi masalah adalah faktor domestik itu.
Menurutnya, perubahan tata kelola setelah berlakunya revisi Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK) memunculkan kekhawatiran sebagian pelaku pasar.
“Intinya lebih ke pemerintah itu mempunyai banyak peran, lebih bisa mengawasi, mengatur anggaran, dan berbagai macam.
Ringgit Malaysia, baht Thailand, hingga peso Filipina mulai menguat, sementara rupiah masih berada dalam tren pelemahan.
“Kenapa faktor domestik lebih besar?
Kondisi tersebut tercermin dari kinerja rupiah yang masih menjadi salah satu mata uang melalui pelemahan terdalam di kawasan Asia.
Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Dipo Satria Ramli, memperkirakan sekitar 60%-70% tekanan terhadap rupiah berasal dari faktor domestik.
(CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Jakarta, CNBC Indonesia – Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dinilai lebih banyak dipengaruhi faktor domestik ketimbang gejolak global.
Bahkan beberapa laporan menyebut rupiah masuk tiga mata uang melalui kinerja terburuk.
Misalnya, muncul kekhawatiran adanya fiscal dominance, ketika kebijakan fiskal dinilai lebih dominan dibandingkan kebijakan moneter,” ujar Dipo.
(haa/haa) [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260727172057-19-754220/video-pasar-pantau-the-fed-hingga-efek-perry-warjiyo-mundur-ke-rupiah”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/754220?comscore=off”,”time”:442,”title”:”Video: Pasar Pantau The Fed hingga Efek Perry Warjiyo Mundur ke Rupiah”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/07/27/uji-efek-perry-warjiyo-mundur-ke-rupiah-pasar-tahan-napas-tunggu-the-fed-1785147908244_169.png”}]’); Next Article Transaksi di PFII Pakai Dolar, Purbaya Ungkap Nasib Rupiah
Analisis mendalam tentang Ekonom: 30% Tekanan Rupiah Bersumber dari Luar Negeri akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
📢 Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
📌 Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
🏢 Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
⚠️ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
