Ekonom Apresiasi Langkah BI Pertahankan Suku Bunga

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Ekonom Apresiasi Langkah BI Pertahankan Suku Bunga yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Faktor penyebabnya adalah realita neraca dagang bulan Juli lebih baik dari Juni (seiring harga minyak impor yg lebih murah) Dan realita arus dana global sudah berangsur masuk ke pasar saham Indonesia (setelah keputusan S&P ada posisi net beli sebanyak US$ 110,90 juta sepanjang 16-21 Juli 20266), lalu puncak permintaan valas domestik juga sudah lewat masa puncaknya (terutama untuk transfer dividen ke investor asing) plus juga dana asing yang kuat masuk via SRBI pada tahun ini,” pungkas dia. yang mengakibatkan Kepemilikan asing di SUN juga tercatat positif secara year to date.

“Sedangkan secara nilai tukar dengan dolar Amerika Serikat (AS), kami lihat resisten level di Rp 17.999 saat ini masih kuat,

Cadangan devisa Indonesia juga meningkat pada bulan lalu.

Senada melalui Josua, Ekonom Makro Bank Tabungan Negara (Persero) Myrdal Gunarto juga mengatakan BI Rate ditahan pada 5,75% sesuai ekspektasi.

Jadi secara umum kebijakan BI masih akomodatif untuk dorong perekonomian, baik dari sisi sektor riil maupun keuangan dan perbankan untuk terus tumbuh.

Myrdal menyebutkan optimisme ini terlihat dari perkembangan terakhir terhadap beberapa indikator seperti indeks kepercayaan konsumen, indeks pembelian barang tahan lama, indeks penjualan barang ritel, dan PMI Manufacturing index.

“Skenario dasar kami tetap memproyeksikan BI akan mempertahankan BI Rate di level 5,75% hingga akhir 2026.

(CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia – Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate sebesar 5,75%, suku bunga Deposit Facility sebesar 4,75% dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,50%.

Kami menilai bahwa keputusan BI terkait suku bunga kebijakan akan tetap sangat bergantung pada perkembangan kondisi global maupun domestik,” tegas dia.

Keputusan S&P untuk mempertahankan peringkat kredit Indonesia melalui outlook stabil telah memperkuat kepercayaan investor dan turut mendukung aliran masuk modal asing.

Jadi kondisinya solid dari sisi amunisi moneter domestik,” jelas Myrdal.

“Dengan kata lain, BI telah bertindak secara antisipatif.

Rupiah kembali tercatat menguat ke posisi Rp17.885 per dolar AS pada 21 Juli 2026, setelah sempat melemah sejak akhir Juni 2026 akibat kembali meningkatnya konflik di Timur Tengah dan menguatnya ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga The Fed.

Ekonom Apresiasi Langkah BI Pertahankan Suku Bunga Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 754534, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260728185807-17-754534/ekonom-apresiasi-langkah-bi-pertahankan-suku-bunga’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Teti Purwanti,  CNBC Indonesia 29 July 2026 08:08 Foto: Seorang Karyawan berdiri di depan logo Bank Indonesia (BI) di Jakarta, Kamis (11/9/2025).

Itu bisa terlihat dari inflow dari luar terkini yang deras via SRBI.

Dampak dari hal tersebut adalah kembali memunculkan kekhawatiran terhadap tekanan inflasi global. akibat

Sementara itu, dari sisi eksternal, tekanan meningkat seiring kembali memanasnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang telah mendorong harga minyak global kembali naik ke atas US$ 90 per barel,

Menanggapi langkah yang diambil BI, Chief Economist Bank Permata Josua Pardede mengatakan keputusan mempertahankan BI Rate, menjadi langkah positif untuk mendukung stabilitas rupiah, sekaligus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.

“Sejalan melalui perkiraan kami, BI mempertahankan BI Rate di level 5,75% pada Rapat Dewan Gubernur Juli 2026, meskipun ekspektasi pasar memperkirakan kenaikan sebesar 25 bps menjadi 6,00%,” ungkap Josua, kepada CNBC Indonesia, dikutip Jumat (24/7/2026).

Menurut Penilaian Josua, akumulasi kenaikan BI Rate sebesar 100 bps yang dilakukan sepanjang Mei-Juni 2026 telah mencerminkan antisipasi BI terhadap potensi kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 bps pada akhir tahun ini, melalui probabilitas yang lebih tinggi terjadi pada kuartal IV-2026.

Indonesia 10Y govt yield masih terbatas melalui resisten 7,31%, dengan kecenderungan gap yield dengan 10Y yield masih menarik dan terlihat lebar lebih dari 220 bps.

Meskipun data inflasi AS terbaru untuk Juni 2026 tercatat lebih rendah dari ekspektasi pasar, yang kemudian mendorong investor menurunkan ekspektasi terhadap kenaikan suku bunga The Fed yang lebih cepat dan agresif.

BI Tahan Level Suku Bunga Acuan di 5,75%”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/07/22/beda-dari-konsensus-bi-tahan-level-suku-bunga-acuan-di-575-1784707218275_169.png”}]’); Next Article Ekonom: Kenaikan BI Rate Jadi Langkah Rasional untuk Jaga Rupiah

Menurutnya, Bank sentral kembali menegaskan komitmennya untuk terus mencermati tekanan inflasi di tengah risiko eksternal yang masih persisten, seraya tetap mendukung pertumbuhan ekonomi domestik.

Untuk diketahui, BI mempertahankan BI-Rate sebesar 5,75%, suku bunga Deposit Facility sebesar 4,75% dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,50%.

Selain itu, The Fed masih mempertahankan sikap hawkish, melalui tekanan inflasi yang persisten tetap menjadi perhatian utamanya,” ungkap Josua.

“Kami menilai moderasi tersebut bersifat sementara.

Baca: DPLK Jadi Ladang Baru Manajer Investasi, Satu Sudah Daftar

 

(rah/rah) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260722143103-19-752931/video-tok-bi-tahan-level-suku-bunga-acuan-di-575″,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/752931?comscore=off”,”time”:308,”title”:”Video: Tok!

Sementara itu, kinerja fiskal pemerintah selama semester I-2026 mengindikasikan bahwa defisit fiskal masih terkendali melalui baik, meskipun prospek fiskal ke depan akan tetap bergantung pada perkembangan harga minyak global dan nilai tukar rupiah.

Apabila ekspektasi tersebut terealisasi tanpa disertai pemburukan lebih lanjut pada kondisi global, probabilitas kenaikan tambahan BI Rate dapat menurun,” pungkas dia.

Namun demikian, kami tidak menutup kemungkinan adanya pengetatan kebijakan moneter tambahan apabila kondisi global maupun domestik memburuk lebih lanjut.

Mengingat harga minyak kini kembali meningkat tajam, tekanan inflasi berpotensi kembali mengemuka dalam beberapa bulan mendatang.

Namun demikian, posisi fiskal yang relatif prudent telah meredakan kekhawatiran terhadap risiko pelebaran defisit kembar, yaitu defisit fiskal dan defisit transaksi berjalan.

Faktor penyebabnya adalah yield yg menarik, sehingga kenaikan yield akan terbatas, kurang dari 5bps seperti hari ini (meski yield US Treasury naik). yang mengakibatkan Jika kondisi tekanan global mereda, maka harga SUN Indonesia akan kembali dalam tren penguatan.

Sementara kalau tekanan eksternal menguat, maka investor global masih akan tetap melakukan aksi “buy on weakness”,

Maka tren pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk tumbuh lebih agresif di atas 5,15% pada tahun ini akan berlanjut.

“Nah, meski BI Rate tidak berubah, tapi kami melihat amunisi moneter Bank Indonesia untuk jaga stabilitas Rupiah dan harga SUN maupun instrumen lain sangat mumpuni.

Keputusan BI-Rate dan kebijakan lain dimaksud merupakan bagian terintegrasi dari bauran kebijakan Bank Indonesia yang tetap konsisten untuk semakin memperkuat stabilitas nilai tukar Rupiah di tengah tetap tingginya ketidakpastian global, serta untuk mempertahankan inflasi pada tahun 2026 dan 2027 berada dalam kisaran sasaran 2,5±1% yang ditetapkan Pemerintah (pro-stability).

Pelemahan inflasi tersebut terutama didorong oleh penurunan harga energi, sejalan melalui penurunan harga minyak global selama Juni 2026.

BI juga mengindikasikan bahwa akumulasi kenaikan suku bunga kebijakan sebesar 100 bps yang telah dilakukan sepanjang Mei-Juni 2026, untuk saat ini, dinilai memadai untuk menjaga stabilitas rupiah dan menambatkan ekspektasi inflasi di tengah meningkatnya ketidakpastian global, terutama terkait meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });

“Arah BI Rate ke depan akan sangat bergantung pada perkembangan ketidakpastian global dan domestik, yang kemungkinan masih akan berlanjut hingga sisa tahun 2026.

Bank Indonesia memperluas kebijakan insentif dan sejumlah kebijakan lain untuk meningkatkan aliran masuk investasi portofolio asing dan memperkuat stabilitas nilai tukar Rupiah, mempercepat pendalaman pasar uang dan pasar valas (PUVA), serta meningkatkan likuiditas dan mengurangi segmentasi likuiditas di pasar uang dan perbankan.

Secara keseluruhan, kami menilai risiko global pada Juli 2026 lebih tinggi dibandingkan melalui Juni 2026.

Menurutnya, keputusan ini positif bagi perekonomian Indonesia, terutama ruang bagi sektor riil untuk kembali terakselerasi.

Apalagi, seiring fundamental ekonomi Indonesia yg terbukti resilient di tengah guncangan global plus adanya pengakuan rating BBB melalui prospek stabil dari investasi, di tambah realita yield government bond (sejalan dengan yield SBRI) yang berada di atas 7%, maka arus dana masuk global masih akan hadir ke pasar SUN Indonesia.

Dari sisi domestik, sejumlah perkembangan memberikan dukungan positif.

Dalam skenario negatif kami, BI Rate berpotensi meningkat hingga 6,50% apabila kondisi global memburuk secara signifikan melampaui tekanan yang terjadi selama semester I-2026,” jelas dia.

Analisis mendalam tentang Ekonom Apresiasi Langkah BI Pertahankan Suku Bunga akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *