IHSG Lemas di Sesi 2, Ditutup Turun 0,89%

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang IHSG Lemas di Sesi 2, Ditutup Turun 0,89% yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Mata uang Garuda kembali ditutup melemah terhadap greenback pada akhir perdagangan hari ini. 

Merujuk data Refinitiv, rupiah ditutup terdepresiasi 0,31% ke posisi Rp18.055/US$.

Pada akhir perdagangan properti turun 4,49%. 

Selain itu sektor yang juga turun dalam adalah utilitas (-2,17%) dan energi (-1,15%).

Seiring melalui koreksi dalam di sektor properti, Maha Properti Indonesia (MPRO) menjadi saham dengan bobot terbesar terhadap penurunan IHSG, yakni -8,2 poin. 

Kemudian emiten bank jumbo juga mengalami koreksi pada hari ini dan menjadi beban bagi IHSG.

Bank Central Asia (BBCA) berkontribusi -7,47 poin dan Bank Mandiri (BMRI) berkontribusi -5,53 poin. 

Selain itu, Sinar Mas Multiartha (SMMA), Mora Telematika Indonesia (MORA), Energi Mega Persada (ENRG), hingga VKTR Teknologi Mobilitas (VKTR) juga masuk dalam daftar top laggards hari ini. 

Sementara itu, di dalam daftat top movers tidak ada saham yang memberikan bobot signifikan. 

Baca: Media Asing Sorot IHSG, Disebut Sudah Masuk Bull Market

Adapun tekanan terhadap IHSG seiring melalui nilai tukar rupiah yang tak kuasa menahan tekanan dolar Amerika Serikat (AS).

Sebanyak 380 saham turun, 281 naik, dan 304 tidak bergerak. 

Tekanan terhadap IHSG terjadi di tengah pasar yang terbilang sepi.

Nilai transaksi mencapai Rp 10,7 triliun, melibatkan 23,6 miliar saham dalam 1,65 juta kali transaksi.

Pelemahan tersebut membuat rupiah berakhir di zona merah selama empat hari perdagangan beruntun.

Rupiah telah mengawali perdagangan hari ini melalui pelemahan sebesar 0,33% ke level Rp18.060/US$.

Kapitalisasi pasar pun terkikis menjadi Rp 10.752 triliun. 

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });

Sepanjang hari ini IHSG bergerak pada rentang 6.130,59–6.199,44.

IHSG Lemas di Sesi 2, Ditutup Turun 0,89% Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 754449, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260728152909-17-754449/ihsg-lemas-di-sesi-2-ditutup-turun-089’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); mkh,  CNBC Indonesia 28 July 2026 16:35 Foto: Karyawan melintas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (6/10/2021).

Artinya IHSG sempat menguat 0,2% sebelum akhirnya kehilangan tenaga. 

Mengutip Refinitiv, hanya satu sektor yang menguat melalui kenaikan sangat tipis, yakni konsumer primer (-0,09%).

Di sisi lain properti menjadi sektor yang menjadi pemberat IHSG sepanjang hari.

Pada sesi 1, IHSG sempat bertahan di tengah kepanikan bursa Asia dan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). 

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, IHSG menutup perdagangan di level 6.130,59, turun 55,19 poin atau -0,89%.

(CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah signifikan pada sesi 2 hari ini, Selasa (28/6/2026).

Tekanan sempat membesar hingga membawa rupiah menyentuh Rp18.095/US$, yang menjadi posisi terlemahnya sepanjang perdagangan hari ini.

Indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, pada pukul 15.00 WIB terpantau menguat tipis 0,01% ke posisi 101,491.

Koreksi IHSG juga sejalan melalui bursa Asia yang mayoritas ambruk hari ini.

Faktor penyebabnya adalah turun lebih dari 8% ditutup anjlok 10,84%. 

Kemudian bursa di Taiwan turun 4,65%, Shenzen di China -4,52%, dan Nikkei di Jepang -3,95%. 

(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260728092958-19-754320/video-ihsg-dibuka-melemah-rupiah-anjlok-ke-rp-18060-per-usd”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/754320?comscore=off”,”time”:120,”title”:”Video: IHSG Dibuka Melemah & Rupiah Anjlok ke Rp 18.060 per USD”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/07/28/ihsg-dibuka-melemah-rupiah-anjlok-ke-rp-18060-per-usd-1785205925232_169.png”}]’); Next Article Intip 5 Rekomendasi Saham Kala IHSG Menguat 9 Hari Beruntun yang mengakibatkan Kospi di Korea Selatan yang sempat mengalami penghentian perdagangan sementara

Indeks Harga Saham Gabungan berhasil mempertahankan reli dan ditutup terapresiasi 2,06% di level 6.417 pada perdagangan Rabu (06/10/2021).

Analisis mendalam tentang IHSG Lemas di Sesi 2, Ditutup Turun 0,89% akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *