Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Laba PTPP Naik 196,5% Tapi Pendapatan Turun, Ini Sebabnya yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
(PTPP) mencatat laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk hingga semester I tahun 2026 sebesar menjadi Rp193,47 miliar.
📚 Artikel Terkait yang Direkomendasikan
Laba tersebut terbang 196,5% dari semester I tahun 2025 yang sebesar Rp65,25 miliar.
Mengutip laporan keuangannya melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), padahal hingga akhir Juni 2026, pendapatan usaha PTPP tercatat sebesar Rp5,96 triliun atau turun 11,9% dari Rp6,71 triliun pada semester I-2025.
googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); }); Baca: Investor Kakap Jepang Tambah Kepemilikam Saham BCIC Jadi 66,40%
Turunnya pendapatan juga diiringi oleh, beban pokok pendapatan yang juga mengalami penurunan 10,2% menjadi Rp5,20 triliun dari sebelumnya Rp5,79 triliun.
Sehingga, laba kotor perseroan tercatat sebesar Rp760,77 miliar, turun 17,5% dari Rp922,13 miliar pada semester I-2025.
Pada sisi operasional, perseroan masih berhasil melakukan efisiensi pada sejumlah pos biaya.
Dengan demikian, laba bersih emiten konstruksi berkode saham PTPP tersebut menyusut sekitar 66,12% secara tahunan (year on year/yoy).
Adapun aset PTPP hingga semester I tahun ini menjadi Rp 43,3 triliun atau naik jika dibandingkan melalui aset akhir tahun 2025 yang sebesar Rp 42,9 triliun.
(fsd/fsd) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260721120148-19-752533/video-as-vs-iran-memanas-harga-minyak-batu-bara-ikut-mendidih”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/752533?comscore=off”,”time”:227,”title”:”Video: AS Vs Iran Memanas, Harga Minyak & Batu Bara Ikut 'Mendidih'”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/07/21/konflik-as-vs-iran-memanas-harga-minyak-batu-bara-ikut-mendidih-1784612433782_169.png”}]’); Next Article Rugi Indofarma (INAF) Susut 69,8%, tapi Masa Kritis Belum Lewat
Kerugian penurunan nilai juga menyusut dari Rp134,66 miliar menjadi Rp130,06 miliar, atau turun sekitar 3,42%.
Selama semester I-2026, beban keuangan meningkat 29,6% menjadi Rp1,05 triliun dibandingkan Rp807,27 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Selain itu, kontribusi laba dari ventura bersama juga mengalami penurunan.
Di sisi lain, beban pajak final meningkat menjadi Rp193,56 miliar dibandingkan Rp167,32 miliar pada tahun sebelumnya, atau naik sekitar 15,69%.
Akibat kombinasi penurunan pendapatan dan lonjakan beban keuangan tersebut, laba sebelum pajak perseroan anjlok menjadi Rp35,38 miliar, jauh lebih rendah dibandingkan Rp71,88 miliar pada semester I tahun 2025.
Penurunan laba sebelum pajak mencapai sekitar 50,78%.
Sementara itu, beban pajak penghasilan juga bersih turun menjadi Rp18,01 miliar dari Rp20,61 miliar, atau turun sekitar 12,61%, sejalan melalui menurunnya laba perusahaan.
Selisih kurs juga menjadi aspek pendongkrak kinerja sebesar 1.206,5% menjadi Rp51,10 miliar, dibandingkan hanya Rp3,91 miliar pada semester I-2025.
Dengan tambahan penghasilan komprehensif tersebut, jumlah laba komprehensif tahun berjalan mencapai Rp68,47 miliar, meningkat dari Rp55,18 miliar pada semester I-2025 atau tumbuh sekitar 24,10%, meskipun laba bersih mengalami penurunan tajam.
PTPP mencatat laba tahun berjalan sebesar Rp17,37 miliar, turun tajam dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp51,27 miliar.
Beban usaha turun dari Rp409,67 miliar menjadi Rp368,86 miliar, atau berkurang sekitar 9,96%.
Bagian laba ventura bersama tercatat sebesar Rp378,39 miliar, turun 12,9% dari Rp434,52 miliar.
Ternyata, kenaikan laba berasal dari pos pendapatan lainnya yang meningkat 47,2% menjadi Rp877,27 miliar dari Rp595,69 miliar pada semester I-2025.
Sementara itu, beban lainnya berhasil ditekan cukup signifikan.
Pos ini turun 31,7% dari Rp379,38 miliar menjadi Rp258,94 miliar.
Laba PTPP Naik 196,5% Tapi Pendapatan Turun, Ini Sebabnya Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 752574, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260721122709-17-752574/laba-ptpp-naik-1965-tapi-pendapatan-turun-ini-sebabnya’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Romys Binekasri, CNBC Indonesia 21 July 2026 14:45 Foto: dok PTPP
Jakarta, CNBC Indonesia – PT PP (Persero) Tbk.
Analisis mendalam tentang Laba PTPP Naik 196,5% Tapi Pendapatan Turun, Ini Sebabnya akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
📢 Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
📌 Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
🏢 Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
⚠️ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
