Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Ditunjuk Danantara Kelola PSEL Lampung Raya, Emiten RI Ini Buka Suara yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
Penyesuaian tersebut dilakukan sebagai bagian dari proses transisi menuju skema pengembangan yang selaras melalui kebijakan pemerintah dalam percepatan pembangunan fasilitas Waste-to-Energy nasional, sekaligus memperkuat landasan pengembangan proyek pada tahap berikutnya.
📚 Artikel Terkait yang Direkomendasikan
Dengan dukungan kebijakan pemerintah yang semakin kondusif, meningkatnya kebutuhan pembangunan infrastruktur pengelolaan sampah, serta semakin besarnya perhatian terhadap investasi berkelanjutan, Perseroan meyakini industri Waste-to-Energy akan menjadi salah satu penggerak penting pertumbuhan energi bersih di Indonesia.
“Kami optimistis berbagai langkah strategis yang saat ini tengah dijalankan akan semakin memperkuat posisi OASA sebagai perusahaan yang berperan aktif dalam mendukung pembangunan infrastruktur lingkungan dan transisi energi nasional.
Konsorsium Bumi Biru Indonesia terdiri atas SUS Environment Inc.
Seluruh konsorsium tersebut menggandeng mitra teknologi internasional untuk mempercepat implementasi proyek sekaligus mendorong transfer teknologi dan penguatan industri nasional.
Sementara itu, Director Investment DIM sekaligus Chief Executive Officer Denera Fadli Rahman menegaskan bahwa seluruh tahapan seleksi dilaksanakan secara objektif, berdasarkan prinsip tata kelola yang baik, serta mengacu pada praktik terbaik internasional.
“Penilaian mencakup aspek kredensial pada proyek PSEL, kemampuan finansial, kecepatan implementasi dan komersial, aspek strategis dan pengelolaan risiko, hingga komitmen jangka panjang dan pengalaman eksekusi di Indonesia.
Kami akan terus menjaga disiplin dalam pelaksanaan proyek, memperkuat kemitraan strategis, dan menghadirkan pertumbuhan yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan,” jelas Bobby.
Chief Executive Officer DIM Pandu Sjahrir mengatakan, keterlibatan perusahaan- perusahaan Waste-to-Energy terkemuka dunia menunjukkan bahwa Indonesia semakin dipercaya sebagai tujuan investasi.
Baca: Ekspor Satu Pintu DSI Mulai 1 September, Rosan Ungkap Skemanya
“Kami melihat ini sebagai peluang untuk mempercepat transfer teknologi, membangun kapasitas nasional, dan memperkuat ekosistem industri pengelolaan sampah di Indonesia,” ungkap Pandu, dikutip dari keterangan resmi Danantara.
Di tengah persaingan perusahaan-perusahaan global tersebut, pelaku usaha nasional menunjukkan peran yang semakin kuat.
Untuk memastikan independensi dan kualitas proses, kami menunjuk penasihat teknis, hukum, dan komersial independen yang mendampingi keseluruhan tahapan evaluasi,” tutur Fadli.
(ayh/ayh) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260507104800-19-733019/videotransisi-energi-emiten-tambang-tak-100-tinggalkan-batu-bara”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/733019?comscore=off”,”time”:489,”title”:”Video:Transisi Energi, Emiten Tambang Tak 100% Tinggalkan Batu Bara”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/05/07/mulai-transisi-energi-emiten-jasa-tambang-tak-100-tinggalkan-batu-bara-1778126752907_169.png”}]’); Next Article BRI Salurkan 5.500 Paket Sekolah ke NTT, Sumbar, dan Papua Barat Daya
Bagi Perseroan, perkembangan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas partisipasi dalam mendukung pengembangan ekosistem Waste-to-Energy nasional melalui kolaborasi bersama mitra strategis yang memiliki pengalaman dan kapabilitas di bidang pengembangan fasilitas pengolahan sampah berbasis energi.
Mengenai penetapan tersebut, Direktur Utama PT Maharaksa Biru Energi Tbk, Bobby Gafur Umar, mengatakan bahwa pengembangan Waste-to-Energy membutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, sektor swasta, mitra teknologi, dan berbagai pemangku kepentingan demi dapat memberi manfaat optimal bagi masyarakat.
googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); }); Baca: Prabowo Bangga RI Punya Danantara, Ungkap Prestasi Penting Ini
“Perkembangan saat ini merupakan bagian dari upaya bersama dalam mempercepat pembangunan fasilitas Waste-to-Energy di Indonesia.
OASA berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan proyek-proyek yang tidak hanya menghasilkan solusi pengelolaan sampah yang lebih modern, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap transisi energi, pengurangan emisi, dan pembangunan yang berkelanjutan,” kata Bobby, Selasa (21/7/2026).
Sementara itu, pada proyek PSEL Tangerang Selatan, Perseroan terus melanjutkan proses penyesuaian pengembangan proyek sesuai implementasi Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025.
Ditunjuk Danantara Kelola PSEL Lampung Raya, Emiten RI Ini Buka Suara Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 752460, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260721093715-17-752460/ditunjuk-danantara-kelola-psel-lampung-raya-emiten-ri-ini-buka-suara’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Romys Binekasri, CNBC Indonesia 21 July 2026 11:25 Foto: waste to energy (wte)
Jakarta, CNBC Indonesia – Danantara Indonesia mengumumkan Konsorsium Bumi Biru Indonesia telah ditetapkan sebagai Selected Partner (mitra terpilih) untuk pengembangan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Lampung Raya dalam proses Partner Selection Batch-2.
dan anak usaha dari PT Maharaksa Biru Energi Tbk (OASA), yakni PT Indoplas Dewata Energi.
Proyek PSEL Lampung Raya dirancang memiliki kapasitas pengolahan sekitar 1.167 ton sampah per hari dan merupakan bagian dari pengembangan proyek Waste-to-Energy Batch-2, yang bertujuan mempercepat pembangunan fasilitas pengelolaan sampah modern di berbagai wilayah Indonesia.
Empat dari delapan mitra terpilih merupakan konsorsium yang dipimpin oleh perusahaan Indonesia, sedangkan dua konsorsium dipimpin oleh perusahaan asal Prancis, dan dua konsorsium dipimpin perusahaan asal Tiongkok.
Indonesia merupakan consortium lead terbanyak pada hasil seleksi tahap ini.
Analisis mendalam tentang Ditunjuk Danantara Kelola PSEL Lampung Raya, Emiten RI Ini Buka Suara akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
📢 Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
📌 Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
🏢 Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
⚠️ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
