Harga Minyak Merosot, Pasar Menanti Hasil Mediasi AS-Iran

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Harga Minyak Merosot, Pasar Menanti Hasil Mediasi AS-Iran yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Beberapa kapal tanker minyak memang masih memasuki selat tersebut untuk memuat minyak, tetapi volume pelayaran yang menurun membuat pasar tetap mewaspadai potensi gangguan pasokan.

Selain perkembangan geopolitik, pelaku pasar juga menantikan data persediaan minyak Amerika Serikat.

Sementara itu, West Texas Intermediate (WTI) berada di US$82,98 per barel, turun 0,30% dari penutupan Senin di US$83,23 per barel.

Pelemahan ini terjadi setelah sehari sebelumnya Brent sempat kembali menembus level psikologis US$90 per barel.

Dampak dari hal tersebut adalah reli harga minyak untuk sementara tertahan.

Sebelumnya, harga minyak melonjak tajam sepanjang pekan lalu. akibat Namun, pasar masih menunggu apakah upaya diplomasi mampu menghasilkan deeskalasi yang nyata

Komando Pusat AS (CENTCOM) mengonfirmasi dimulainya gelombang serangan terbaru ke wilayah Iran, sementara Garda Revolusi Iran kembali menyerang aset militer Amerika di kawasan.

Risiko geopolitik bahkan bertambah setelah kelompok Houthi di Yaman menyatakan akan memberlakukan blokade laut terhadap Arab Saudi.

Langkah itu bertujuan menyelamatkan kesepakatan sementara yang ditandatangani pada 17 Juni sebagai jalan menuju perundingan damai yang lebih permanen.

Prospek perundingan tersebut membatasi kenaikan harga minyak meski situasi keamanan di kawasan belum benar-benar mereda.

Di sisi lain, Amerika Serikat dan Iran masih saling melancarkan serangan.

CNBCย Indonesiaย 

(emb/emb) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260619112737-19-744009/video-harga-minyak-merosot-10-harga-emas-turun-ke-bawah-usd-4200-oz”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/744009?comscore=off”,”time”:212,”title”:”Video: Harga Minyak Merosot 10%-Harga Emas Turun ke Bawah USD 4.200/Oz”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/06/19/harga-minyak-merosot-10-harga-emas-turun-ke-bawah-usd-4200oz-1781843745964_169.png”}]’); Next Article Harga Minyak Menguat ke US$72,48, Pasokan Jadi Ancaman

Dampak dari hal tersebut adalah setiap hambatan di kawasan tersebut langsung memengaruhi persepsi risiko pasokan global.

Data LSEG yang dikutip Reuters memperlihatkan lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz sempat turun menjadi hanya empat kapal pada Minggu dari delapan kapal sehari sebelumnya. akibat Jalur tersebut mengalirkan sekitar 20% perdagangan minyak dunia,

Pelaku pasar mulai mempertimbangkan peluang meredanya konflik di Timur Tengah, meski risiko gangguan pasokan masih tinggi.

Menurutย ย Refinitiv, pada Selasa (21/7/2026) pukul 09.25 WIB, harga Brent berada di US$88,62 per barel, turun 0,67% dibandingkan penutupan sebelumnya di US$89,22 per barel.

Brent menguat hampir 16%, sedangkan WTI naik sekitar 15,5%, menjadi kenaikan mingguan terbesar masing-masing sejak April dan awal Maret.

Lonjakan itu dipicu meningkatnya gangguan terhadap aktivitas pelayaran di Selat Hormuz.

Survei pendahuluan Reuters memperkirakan stok minyak mentah AS turun pada pekan lalu, seiring berkurangnya persediaan bensin, sementara stok distilat diperkirakan meningkat.

Harga Minyak Merosot, Pasar Menanti Hasil Mediasi AS-Iran Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 752447, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260721092816-17-752447/harga-minyak-merosot-pasar-menanti-hasil-mediasi-as-iran’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Emanuella Bungasmara Ega Tirta,  CNBC Indonesia 21 July 2026 10:35 Foto: REUTERS/Liz Hampton

Jakarta, CNBC Indonesia – Harga minyak dunia bergerak melemah pada perdagangan Selasa (21/7/2026) pagi setelah reli tajam dalam sepekan terakhir.

Kenaikan tersebut didorong eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang memicu kekhawatiran terhadap kelancaran pasokan minyak dari kawasan Teluk.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });

//

Dalam perdagangan terbaru, fokus pasar mulai bergeser ke jalur diplomasi.

Seorang pejabat senior Iran mengatakan kepada Reuters bahwa Teheran telah menerima proposal dari mediator untuk gencatan senjata selama 10 hari.

Faktor penyebabnya adalah Arab Saudi merupakan eksportir minyak terbesar dunia.

Analis KCM Trade Tim Waterer mengatakan ancaman blokade tersebut meningkatkan risiko terganggunya ekspor minyak dari produsen utama dunia. yang mengakibatkan Ancaman ini dinilai memperluas potensi gangguan terhadap rantai pasok energi global

Analisis mendalam tentang Harga Minyak Merosot, Pasar Menanti Hasil Mediasi AS-Iran akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

๐Ÿ“‹ Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *