Saham Bank Kompak Diborong Asing dan Jadi Penopang IHSG

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Saham Bank Kompak Diborong Asing dan Jadi Penopang IHSG yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Indeks tercatat melompat 1,32% atau 80 poin ke level 6.188,33, melanjutkan reli setelah sempat dibuka di zona merah pagi tadi.

Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak pada rentang 6.079,32-6.188,33.

Sebanyak 329 saham menguat, 266 melemah, dan 187 lainnya stagnan.

Nilai transaksi tercatat mencapai Rp9,72 triliun yang melibatkan 19,72 miliar saham dalam 1,48 juta kali transaksi.

Mengutip Refinitiv, sektor finansial dan energi menjadi dua sektor yang paling mengungkit indeks, di saat banyak sektor lain justru tertahan di zona merah.

(GGRM) – Rp3,17 miliar
PT Saratoga Investama Sedaya Tbk.

(TLKM) – Rp89,20 miliar
PT Bank Syariah Indonesia Tbk.

(BBCA) yang terbang 4,42% ke Rp6.500 per saham dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.

(BBTN) – Rp4,79 miliar
PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk.

Bahkan, mayoritas di antaranya melesat lebih dari 3%.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); }); Baca: Breaking!

(SRTG) – Rp2,09 miliar
PT Bersama Mencapai Puncak Tbk.

Lanjutkan Reli, IHSG Lompat 1,31% Dekati Level 6.200

PT Bank Syariah Indonesia Tbk.

(BBRI) yang melompat 4,55% ke Rp2.990 per saham.

Berikutnya ada PT Bank Central Asia Tbk.

Berdasarkan data Stockbit Sekuritas, pada sesi I hari ini investor asing memborong BBCA senilai Rp367,30 miliar, BMRI Rp198,05 miliar, dan BBRI Rp163,21 miliar.

(BBTN) yang naik 4,13% ke Rp1.260 per saham.

Bank jumbo lainnya juga tak mau ketinggalan.

Namun, tak lama setelah pasar dibuka, saham-saham bank tersebut mendapatkan apresiasi pasar dan berbalik melesat kencang.

Aliran dana asing turut menjadi penopang.

Emiten milik Toto Sugiri tersebut turun 3,94% melalui volume transaksi hanya 1 lot, dan membebani IHSG hingga 7,94 poin.

Adapun dari sisi sentimen, pelaku pasar tengah mencerna rilis serangkaian data makroekonomi krusial yang dipublikasikan Kamis kemarin.

Dari Amerika Serikat (AS), data pasar tenaga kerja dan angka konsumsi ritel mengonfirmasi ketahanan ekonomi terbesar dunia tersebut.

Dari dalam negeri, sentimen positif datang dari realisasi investasi semester I-2026 yang mencetak rekor Rp1.010,6 triliun atau tumbuh 7,2% secara tahunan, serta peresmian proyek gas raksasa Lapangan Abadi Blok Masela di Kepulauan Tanimbar, Maluku, oleh Presiden Prabowo Subianto pada Kamis (16/7/2026).

(fsd/fsd) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260708101715-19-749069/video-purbaya-guyur-rp-400-triliun-saham-perbankan-ngacir”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/749069?comscore=off”,”time”:359,”title”:”Video: Purbaya Guyur Rp 400 Triliun, Saham Perbankan "Ngacir"?”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/07/08/purbaya-guyur-rp-400-triliun-ke-perbankan-saham-perbankan-ekonomi-ri-ngacir-1783481268601_169.png”}]’); Next Article Saat IHSG Anjlok, Asing Ternyata Berburu Saham Ini

(BBCA) – Rp367,30 miliar
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

(BMRI) menguat 3,71% ke Rp4.470 per saham, sementara PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.

(BRIS) menjadi jawara melalui lonjakan paling kencang, yakni 8,91% atau 155 poin ke level Rp1.895 per saham.

Empat bank jumbo – BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI – berkontribusi lebih dari 50 poin terhadap kenaikan IHSG.

Menariknya, saham bank jumbo sempat loyo pada awal perdagangan dan menyeret indeks ke teritori negatif.

(BBNI) naik 3,14% ke Rp3.610 per saham.

Dari kelompok bank swasta dan lapis kedua, PT Bank Pan Indonesia Tbk.

(BNLI) menguat 2,14% ke Rp2.390 per saham, dan PT Bank CIMB Niaga Tbk.

(BBRI) – Rp163,21 miliar
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk.

(BMRI) – Rp198,05 miliar
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

(BNII) masing-masing naik 1,18% dan 1,06%.

Reli saham bank ini menjadi bahan bakar utama IHSG.

Saham Bank Kompak Diborong Asing & Jadi Penopang IHSG Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 751685, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260717152847-17-751685/saham-bank-kompak-diborong-asing-jadi-penopang-ihsg’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Redaksi,  CNBC Indonesia 17 July 2026 15:39 Foto: Pengunjung mengamati layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (4/6/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia – Saham-saham perbankan berterbangan pada perdagangan Jumat (17/7/2026), menjadi motor utama yang menerbangkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mendekati level 6.200.

Ketiganya menempati posisi teratas daftar net foreign buy di seluruh pasar (all market).

Net Foreign Buy Sesi I

PT Bank Central Asia Tbk.

(BAIK) – Rp2,09 miliar

Di sisi lain, PT DCI Indonesia Tbk.

(BRIS) – Rp14,34 miliar
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.

(PNBN) naik 3,37% ke Rp920 per saham, PT Bank Permata Tbk.

Tak hanya bank jumbo, penguatan juga merata hingga ke bank-bank lapis kedua.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia hingga pukul 15.30 WIB, saham perbankan kompak berada di zona hijau.

Analisis mendalam tentang Saham Bank Kompak Diborong Asing dan Jadi Penopang IHSG akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *