Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Kredit BTN Naik 11,2%, NPL Turun Jadi 3% yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
Nilai tersebut tumbuh 11,2% secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp376,11 triliun.
π Artikel Terkait yang Direkomendasikan
Pertumbuhan kredit BTNΒ bukan hanya ditopang bisnis inti pembiayaan rumah.
Segmen kredit non-perumahan justru mencatat pertumbuhan paling tinggi.
Berdasarkan paparan kinerja perseroan, Kamis (16/7/2026), kredit non-perumahan melonjak 46,1% yoy menjadi Rp85,22 triliun, dari sebelumnya Rp58,34 triliun pada Juni 2025.
googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });
Sementara itu, kredit perumahan masih menjadi kontributor terbesar melalui nilai Rp332,88 triliun, naik 4,8% dibandingkan Rp317,77 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Di dalam portofolio perumahan, KPR subsidi tetap menjadi motor utama pertumbuhan.
Dampak dari hal tersebut adalah nasabah BTN bisa mengakses kredit dari masa produktif hingga masa pensiun,” ujar Nixon, Kamis (16/6/2026).
Baca: BTN Kantongi laba Rp 2,4 Triliun Semester 1-2026, Naik 40,8%
Sementara itu rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) gross di level 3%, membaik dibandingkan posisi Juni 2025 sebesar 3,3%. akibat Outstanding KPR subsidi meningkat 8,1% yoy menjadi Rp196,96 triliun dari Rp182,17 triliun.
Selain itu, BTN juga telah menyalurkan Kredit Program Perumahan (KPP) sebesar Rp4,1 triliun sejak produk tersebut diluncurkan pada akhir Oktober 2025.
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan peningkatan kredit non-perumahan berasal dari ekspansi pembiayaan ke berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, pemerintahan, lembaga keuangan hingga ritel.
Perseroan juga memperluas pembiayaan kendaraan bermotor melalui kerja sama dengan perusahaan multifinance sebagai bagian dari strategi beyond mortgage sekaligus memperkuat cross-selling kepada nasabah.
“Strategi beyond mortgage tidak berarti meninggalkan bisnis inti pembiayaan perumahan, tetapi melengkapinya
Dampak dari hal tersebut adalah struktur bisnis perseroan menjadi lebih seimbang dan tidak lagi terlalu bergantung pada pembiayaan perumahan.
(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260423131456-19-729213/video-bi-minta-bank-dorong-penyaluran-kredit-capai-pertumbuhan-12″,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/729213?comscore=off”,”time”:85,”title”:”Video: BI Minta Bank Dorong Penyaluran Kredit & Capai Pertumbuhan 12%”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/04/23/bi-minta-kredit-didorong-lebih-jauh-untuk-capai-pertumbuhan-8-12-1776928203430_169.png”}]’); Next Article Video: BI Minta Bank Dorong Penyaluran Kredit & Capai Pertumbuhan 12% akibat Perseroan akan melanjutkan akuisisi tahap kedua pada kuartal III-2026 senilai sekitar Rp7,34 triliun.
Melalui strategi tersebut, BTN menargetkan porsi kredit non-perumahan meningkat secara bertahap hingga sekitar 30% dari total portofolio kredit dalam lima tahun ke depan,
Kredit BTN Naik 11,2%, NPL Turun Jadi 3% Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 751425, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260716174755-17-751425/kredit-btn-naik-112-npl-turun-jadi-3’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Zefanya Aprilia, CNBC Indonesia 16 July 2026 18:45 Foto: dok Istimewa
Jakarta, CNBC IndonesiaΒ β PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) mencatat penyaluran kredit dan pembiayaan konsolidasi sebesar Rp418,11 triliun hingga semester I-2026.
Pada periode yang sama rasio loan at risk (LAR) dari 20,2% pada Juni 2025 menjadi 18,6% pada Juni 2026.
Adapun untuk mempercepat diversifikasi bisnis, BTN juga telah menyelesaikan akuisisi tahap pertama portofolio kredit pensiun PT Bank SMBC Indonesia Tbk senilai sekitar Rp12,6 triliun.
Analisis mendalam tentang Kredit BTN Naik 11,2%, NPL Turun Jadi 3% akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
π Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
π’ Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
π Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
π’ Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
β οΈ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
