Pemerintah RI Target Dana Investor Masuk PFII Bisa Mencapai Rp 500 T

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Pemerintah RI Target Dana Investor Masuk PFII Bisa Mencapai Rp 500 T yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Pemerintah RI Target Dana Investor Masuk PFII Bisa Mencapai Rp 500 T Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 749253, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260708174821-17-749253/pemerintah-ri-target-dana-investor-masuk-pfii-bisa-mencapai-rp-500-t’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Chandra Dwi Pranata,  CNBC Indonesia 08 July 2026 21:40 Foto: Suasana Gedung Kementerian Keuangan (Kemenkeu) di Jakarta, Rabu (10/1/2024).

Ini Fakta Pahitnya”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/05/07/cnbc-indonesia-tv-1778146766866_169.jpeg”}]’); Next Article Anak Buah Purbaya Ungkap Modal Awal PFII Bakal Tak Pakai APBN

(CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah menargetkan dana asing yang akan masuk ke dalam Pusat Financial Internasional Indonesia (PFII).

Direktur Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan (DJSPSK) Kemenkeu Herman Saheruddin mengatakan pemerintah menargetkan dana yang akan masuk ke dalam PFII sekitar Rp300 triliun hingga Rp500 triliun.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); }); Baca: Pakar Ekonomi Beri Masukan Soal PFII, Lokasi & Insentif Jadi Sorotan

“Gambaran awal, intinya kita masih estimasikan ya, kita estimasikan kalau dari perhitungan kita, moderat sekitar Rp300 hingga Rp500 triliun,” kata Herman saat ditemui wartawan di gedung DPR RI, Rabu (8/7/2026).

Namun, estimasi tersebut berdasarkan asumsi PFII bisa bersaing melalui pusat finansial negara lainnya.

“Tapi kan sekali lagi, itu semua tergantung dari asumsikan kita dapat bersaing dengan pusat finansial seperti di Singapura, Dubai, dan lain-lainnya,” lanjut Herman.

Baca: Purbaya Respons Soal Risiko Praktik ‘Capital Round Tripping’ di PFII

Pihaknya menambahkan dana asing ini nantinya diprediksi dalam bentuk investasi global, termasuk dalam bentuk pembukaan kantor cabang di Indonesia.

“Bentuknya investasi global ya, kan berarti investasinya masuk kan gitu bentuknya, apakah mereka bikin cabang bank asing, apakah mereka bikin perusahaan inkorporatif disitu kayak gitu-gitu,” terang Herman.

(arj/arj) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260507162728-19-733179/video-benar-ihsg-selalu-menguat-saat-ekonomi-naik-ini-fakta-pahitnya”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/733179?comscore=off”,”time”:762,”title”:”Video: Benar IHSG Selalu Menguat Saat Ekonomi Naik?

Analisis mendalam tentang Pemerintah RI Target Dana Investor Masuk PFII Bisa Mencapai Rp 500 T akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *