Dari Jualan Cokelat, Orang Ini Jadi Sosok Terkaya di Italia

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Dari Jualan Cokelat, Orang Ini Jadi Sosok Terkaya di Italia yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Diketahui, ia adalah sosok yang sangat menutup rapat kehidupan personalnya dari publik.

Fondasi Ferrero dibangun pada masa Perang Dunia II ketika Pietro Ferrero mengembangkan produk berbahan hazelnut sebagai alternatif cokelat yang langka.

Kemudian, pada tahun 1938, ia pindah ke Afrika Timur melalui rencana untuk menjual biskuit kepada pasukan Italia yang dikirim ke sana oleh Mussolini.

Pada saat Perang Dunia II dimulai, keluarga Ferrero menetap di bukit-bukit Alba.

Pada tahun 1923, setelah bertugas di militer, Pietro Ferrero membuka toko kue di Dogliani, di barat laut Italia.

Setahun setelahnya, Pietro menikah melalui Piera Cillario dan melahirkan seorang putra bernama Michele Ferrero pada tahun 1925, yang merupakan ayah dari Giovanni.

Keluarga itu menghabiskan beberapa dekade dan memutuskan untuk berpindah antar kota.

Hasilnya, Nutella pun berhasil menjadi selai cokelat hazelnut yang paling terkenal di dunia.

(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260706150029-19-748420/video-peran-otomatisasi-hadapi-lonjakan-kebutuhan-listrik-global”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/748420?comscore=off”,”time”:631,”title”:”Video: Peran Otomatisasi Hadapi Lonjakan Kebutuhan Listrik Global”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/07/06/peran-inovasi-otomatisasi-digitalisasi-hadapi-lonjakan-kebutuhan-listrik-global-1783325788294_169.png”}]’); Next Article Harta Bos Labubu Lenyap Rp45,87 Triliun usai Saham Perusahaan Ambles

Atas dorongan adik laki-lakinya, ia mulai bereksperimen melalui alternatif yang lebih murah daripada cokelat, sebuah kemewahan yang tidak terjangkau di Italia pada masa perang.

Setiap tahun, seperti dikutip dari Fine Dining Lovers, selai cokelat Nutella bisa terjual hingga US$ 19 miliar.

Di sanalah Pietro menemukan kesuksesan terbesarnya.

Ferrero kemudian berkembang menjadi salah satu perusahaan cokelat terbesar di dunia beberapa dekade setelah perang berakhir.

Sejarah mencatat sepak terjang bisnis Ferrero dimulai dalam bayang-bayang Perang Dunia I.

Dari Jualan Cokelat, Orang Ini Jadi Sosok Terkaya di Italia Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 748601, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260707073759-17-748601/dari-jualan-cokelat-orang-ini-jadi-sosok-terkaya-di-italia’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Romys Binekasri,  CNBC Indonesia 07 July 2026 08:20 Foto: Ist

Jakarta, CNBC Indonesia –Β Nama Giovanni Ferrero secara konsisten masuk dalam daftar miliarder dunia versi Forbes dan saat ini menjadi orang kedua terkaya di Italia.

Dengan kekayaan bersih sebesar US$47,3 miliar, Giovanni menduduki posisi ke-38 orang terkaya di dunia berkat bisnis makanan dan cokelat melalui Ferrero Group.

Ia merupakan sosok di balik produk cokelat terpopuler di dunia, yaitu Nutella, Kinder, Ferrero Rocher, TicTac, dan Butterfinger.

Giovanni mengambil alih kepemimpinan Ferrero Group sebagai CEO tunggal setelah saudaranya Pietro Ferrero meninggal dunia pada 2011.

Setelah Michele Ferrero wafat pada 2015, Giovanni mengambil alih kendali penuh perusahaan sebagai Executive Chairman.

Pada tahun yang sama, dia mengakuisisi perusahaan cokelat asal Inggris, Thornton senilai US$170 juta atau sekitar Rp2,6 Triliun.

Setelah itu pada 2018, usai melepaskan titel CEO-nya untuk berfokus pada posisi Executive Chairman, laki-laki berkebangsaan Italia ini membeli Butterfinger dan unit bisnis permen Nestle, Babyruth senilai US$2,8 miliar atau Rp43 triliun.

Selain berbisnis, sosok yang telah memiliki dua anak ini juga seorang novelis yang telah menerbitkan delapan buku.

Analisis mendalam tentang Dari Jualan Cokelat, Orang Ini Jadi Sosok Terkaya di Italia akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

πŸ“‹ Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *