IHSG Sesi II Ditutup Menguat 0,69% ke Level 5.916

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang IHSG Sesi II Ditutup Menguat 0,69% ke Level 5.916 yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

(CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada perdagangan Senin (6/7/2026), di tengah sentimen positif dari bursa saham Asia yang bergerak bervariasi dan penantian pelaku pasar terhadap risalah rapat Federal Reserve (The Fed).

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui IDX Mobile pada akhir perdagangan sesi kedua, IHSG naik 40,23 poin atau 0,69% ke level 5.916,07.

Baca: Demi Lawan Dolar AS, Won Korea Diperdagangkan 24 Jam Mulai Hari Ini

Nilai transaksi tercatat masih sepi atau hanya mencapai Rp 9,50 triliun melalui volume perdagangan 19,83 miliar saham dalam 1,63 juta kali transaksi.

Secara kumulatif, tujuh anggota inti OPEC+ telah menaikkan target produksi hampir 800.000 bph sejak April.

Meski demikian, realisasi produksi belum sepenuhnya meningkat akibat perang AS-Israel-Iran yang sempat mengganggu lalu lintas kapal tanker di Selat Hormuz.

IHSG Sesi II Ditutup Menguat 0,69% ke Level 5.916 Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 748449, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260706161503-17-748449/ihsg-sesi-ii-ditutup-menguat-069-ke-level-5916’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Redaksi,  CNBC Indonesia 06 July 2026 16:39 Foto: Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (8/6/2026).

Menurut perhitungan Reuters, tujuh anggota inti masih memiliki sekitar 379.000 bph pemangkasan produksi yang belum dikembalikan ke pasar.

Sementara itu, kenaikan tertinggi dicatatkan oleh infrastruktur, finansial, properti dan industri.

Adapun sejumlah emiten yang menjadi penopang utama kinerja IHSG adalah BBRI, DCII, BBCA, BRMS dan TPIA.

Sejumlah data ekonomi penting akan menjadi penentu arah pasar keuangan global dan domestic hari ini dan sepanjang pekan ke depan.

Dari Amerika Serikat, investor akan menanti indikator sektor jasa hingga risalah rapat Federal Reserve (The Fed).

Sebanyak 386 saham menguat, 242 melemah dan 155 bergerak stagnan.

Mengutip Refinitiv, nyaris seluruh sektor menguat melalui hanya sektor energi yang mengalami koreksi.

Jika kembali menaikkan produksi pada pertemuan 2 Agustus mendatang, pemangkasan produksi yang disepakati pada 2023 diperkirakan akan sepenuhnya berakhir.

(fsd/fsd) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260706143517-19-748411/video-sentimen-ini-bikin-ihsg-melemah-rupiah-dekati-rp-18000-usd”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/748411?comscore=off”,”time”:412,”title”:”Video: Sentimen Ini Bikin IHSG Melemah & Rupiah Dekati Rp 18.000/USD”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/07/06/sentimen-ini-bikin-ihsg-melemah-rupiah-dekati-level-rp-18000usd-1783323460605_169.png”}]’); Next Article IHSG Sesi I Melemah 0,18% ke Level 5.864

Pelemahan harga dipicu turunnya impor minyak China, meningkatnya pasokan dari produsen di luar Timur Tengah, serta pelepasan cadangan minyak strategis global.

OPEC+ juga menghadapi tantangan baru setelah Uni Emirat Arab (UEA) keluar dari aliansi dan Irak mendorong kuota produksi yang lebih besar.

Kapitalisasi pasar BEI berada di level sekitar Rp10.378 triliun.

Produksi OPEC+ tercatat turun menjadi 33,13 juta bph pada Mei dari 42,77 juta bph pada Februari, sebelum mulai pulih pada Juni.

Di sisi lain, harga minyak telah kembali ke kisaran US$72 per barel, jauh di bawah puncaknya di atas US$120 per barel.

Sementara dari dalam negeri, perhatian tertuju pada cadangan devisa, keyakinan konsumen, hingga survei penjualan eceran Bank Indonesia.

Sementara itu, OPEC+ kembali sepakat menaikkan target produksi minyak sebesar 188.000 barel per hari (bph) mulai Agustus.

Keputusan yang diumumkan pada Minggu (5/7/2026) menambah pasokan global di tengah pelemahan harga minyak dan mulai pulihnya ekspor melalui Selat Hormuz.

Kenaikan tersebut menyusul tambahan kuota melalui besaran yang sama pada Juni dan Juli.

Analisis mendalam tentang IHSG Sesi II Ditutup Menguat 0,69% ke Level 5.916 akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *