Terungkap! PT Pos Diduga Rekayasa Keuangan

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Terungkap! PT Pos Diduga Rekayasa Keuangan yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Sejak 2020 hingga tahun 2025, pendapatan perusahaan terus meningkat seiring melalui peningkatan kontribusi proyek pemerintah.

“Kontribusi dari bantuan proyek pemerintah, baik itu bansos, baik itu bantuan beras, bantuan pangan, yang disalurkan kepada warga masyarakat, mendukung dan membantu revenue Pos Indonesia,” ujarnya.

Di sisi lain, Joseph mengungkapkan bahwa pihaknya juga kehilangan ceruk layanan andalan, baik itu layanan logistik, layanan jasa keuangan, layanan kurir, bahkan layanan properti.

“Ini terlihat ketika di tahun 2025, bantuan proyek pemerintah turun ke angka Rp300 miliar, revenue totalnya langsung turun drastis, hanya ke angka Rp3,9 triliun,” ucapnya.

Menurutnya, PT Pos Indonesia memang sangat terbantu dengan adanya proyek pemerintah dan belum dapat kembali ke potensi inti bisnis.

(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260512081742-19-734240/video-msci-siap-umumkan-rebalancing-indeks-danantara-tak-khawatir”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/734240?comscore=off”,”time”:51,”title”:”Video: MSCI Siap Umumkan Rebalancing Indeks, Danantara Tak Khawatir”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/05/12/msci-siap-umumkan-rebalancing-indeks-bos-danantara-tak-khawatir-1778553875299_169.png”}]’); Next Article Sederet BUMN Cetak Rapor Hijau, Laba Ada yang Tembus Ratusan Persen

Faktor penyebabnya adalah didukung oleh proyek pemerintah.

Joseph memaparkan, pada tahun 2020, PT Pos dapat menghasilkan pendapatan mencapai Rp 5,4 triliun. yang mengakibatkan Layanan properti walaupun meningkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya, tetapi kontribusinya terbilang kecil.

“Laporan-laporan ini adalah berdasarkan laporan keuangan unaudited yang saat ini masih dalam proses penyelesaian audit laporan keuangan yang akan kami sampaikan berikutnya ketika laporan keuangan audited ini sudah selesai dituntaskan,” tutupnya.

Daud menjelaskan bahwa dalam 5 tahun terakhir, kinerja keuangan perseroan menghijau

Namun demikian layanan logistik kurir atau logistik di bawah 30 kilogram itu masih bertahan di angka Rp 1,8 triliun,” sebutnya.

Sementara pada layanan jasa keuangan seperti halnya pensiun, kredit, kemudian transfer untuk layanan-layanan tagihan itu juga masih bertahan di angka Rp 1,2 triliun.

Dampak dari hal tersebut adalah mampu menjalankan mandatnya secara optimal bagi masyarakat.

Ditinggal Dirut

Sementara itu, Daud Joseph mengundurkan diri dari kursi utama direktur utama PT Pos Indonesia (Persero). akibat Seluruh temuan akan ditindaklanjuti secara profesional, transparan, dan sesuai proses hukum.

Saat ini, Perseroan memprioritaskan untuk PT Pos Indonesia kembali menjadi perusahaan yang sehat, profesional, akuntabel, dan berintegritas,

PT Pos Diduga Rekayasa Keuangan Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 747837, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260703133153-17-747837/terungkap-pt-pos-diduga-rekayasa-keuangan’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Mentari Puspadini,  CNBC Indonesia 03 July 2026 14:35 Foto: Pos Indonesia (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia — Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) menemukan indikasi kecurangan di laporan keuangan PT Pos Indonesia (Persero). 

Managing Director Stakeholders Management & Communications Rohan Hafas menjelaskan bahwa berdasarkan hasil due dilligence ditemukan berbagai persoalan keuangan hingga tata kelola yang telah terakumulasi selama bertahun-tahun. 

Pihaknya juga menerima laporan serta menemukan indikasi berbagai penyimpangan, termasuk dugaan rekayasa keuangan, yang saat ini sedang ditindaklanjuti melalui mekanisme audit dan investigasi sesuai ketentuan yang berlaku.

“Yang perlu dipahami, PT Pos Indonesia saat ini memang sedang kami benahi secara menyeluruh.

Tidak ada ruang bagi praktik yang merusak tata kelola perusahaan.

Faktor penyebabnya adalah itu, satu per satu persoalan yang selama ini membebani perusahaan harus kami bereskan. yang mengakibatkan Dari proses due diligence dan evaluasi yang berjalan, kami menemukan berbagai persoalan keuangan dan tata kelola yang telah terakumulasi selama bertahun-tahun,” kata Rohan dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (3/6/2026).

Oleh

Faktor penyebabnya adalah tidak adanya lagi program-program distribusi pangan, distribusi beras, dan lain sebagainya. yang mengakibatkan Kemudian ini mengakibatkan gross profit-nya tidak tercapai dari target Rp 2,4 triliun, hanya tercapai Rp 1,5 triliun,” katanya.

Sehingga di EBITDA atau net income bahkan jauh dari target yang sebesar Rp 800 miliar hanya tercapai Rp 300 miliar.

Penurunan yang paling signifikan adalah di lini portofolio bisnis logistik dibandingkan dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp2 triliun, kini hanya mampu sekitar Rp 600 miliar saja.

“Ini kita lihat tadi

Faktor penyebabnya adalah diberikan amanat untuk memimpin PT Pos. yang mengakibatkan Permintaan mundur telah diterima BUMN logistik tersebut pada 2 Juli 2026.

“Alasan pengunduran diri adalah murni dari keinginan dan pertimbangan pribadi yang bersangkutan,” kata Corporate Secretary Iwan Gunawan dalam keterangan tertulis, Kamis (2/6/2026).

Selanjutnya, PT Pos memastikan bahwa proses transisi kepemimpinan akan dilaksanakan sesuai dengan tata kelola yang berlaku.

Sebagai informasi, sebelum diangkat jadi dirut PT Pos, Joseph menjabat sebagai direktur operasional dan keselamatan PT Transportasi Jakarta (Transjakarta).

Pada Maret 2026, dia mengundurkan diri dari posisi tersebut

Dia diangkat sebagai direktur utama PT Pos berdasarkan keputusan para pemegang saham Nomor 168 Tahun 2026/SK.065/DI-DAM/DO/2026 tanggal 11 Maret 2026.

Pilihan Redaksi

  • Danantara Akan Merger 7 BUMN Logistik, Kenapa?

    Dia menyampaikan bahwa pendapatan usaha PT Pos anjlok 20% pada 2025 menjadi Rp3,9 triliun.

    “Dari target tahun itu Rp6,2 triliun, dia hanya tercapai sekitar 63% saja.

  • Seluruh Lapkeu 2025 BUMN Tuntas, Danantara Progres Laporan Konsolidasi
  • Ketahanan Listrik sebagai Pertahanan Semesta Energi

Terkait pengunduran diri Joseph, Rohan mengatakan bahwa Danantara telah menerima surat pengunduran diri Daud Joseph sebagai direktur utama PT Pos.

Selama kurang lebih tiga bulan terakhir, Joseph ditugaskan memimpin proses pembenahan PT Pos melalui due diligence menyeluruh terhadap kondisi keuangan, operasional, tata kelola, dan organisasi perusahaan.

“Berdasarkan hasil asesmen tersebut, yang bersangkutan menyampaikan bahwa PT Pos Indonesia memerlukan revamp yang menyeluruh dan fundamental.

Menurut beliau, kompleksitas persoalan yang dihadapi serta agenda restrukturisasi ke depan membutuhkan expertise yang lebih spesifik untuk memimpin fase transformasi berikutnya,” kata Rohan 

Pihaknya menghormati keputusan Joseph dan akan segera menyiapkan kepemimpinan baru untuk melanjutkan agenda restrukturisasi PT Pos.

Pendapatan Anjlok

Sebelum mundur dari kursi dirut PT Pos, Joseph sempat hadir dalam rapat di Komisi VI di gedung DPR RI Jakarta, Senin (22/6/2026).

Analisis mendalam tentang Terungkap! PT Pos Diduga Rekayasa Keuangan akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *