Harga Minyak Naik Tipis, Pasar Tunggu Stok AS dan Arah Negosiasi

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Harga Minyak Naik Tipis, Pasar Tunggu Stok AS dan Arah Negosiasi yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Sepanjang Juni, Brent mencatat penurunan sekitar 21%, menjadi koreksi bulanan terdalam sejak gejolak pandemi Covid-19 pada Maret 2020.

Kini pelaku pasar menunggu dua katalis utama, yakni hasil laporan resmi cadangan minyak mingguan dari EIA serta perkembangan pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran yang akan menentukan arah pasokan minyak global dalam beberapa pekan mendatang.

CNBC Indonesia Research

(emb/emb) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260622104120-19-744546/video-emas-terpuruk-tapi-harga-minyak-meroket-efek-panas-selat-hormuz”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/744546?comscore=off”,”time”:219,”title”:”Video: Emas Terpuruk Tapi Harga Minyak Meroket Efek Panas Selat Hormuz”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/06/22/harga-emas-terpuruk-tapi-harga-minyak-meroket-efek-panas-selat-hormuz-1782102867059_169.png”}]’); Next Article Harga Minyak Longsor ke Bawah US$100, Pasar Berbalik Arah

Pertemuan yang berlangsung pekan ini masih berada di level teknis dan berfokus pada isu keamanan kawasan.

//

Kondisi tersebut membuat pelaku pasar menilai risiko gangguan pasokan melalui Selat Hormuz belum benar-benar hilang, meski kekhawatiran sempat mereda setelah gencatan senjata sementara.

Sebelum konflik pecah, sekitar 20% pasokan minyak dunia melewati jalur pelayaran tersebut.

Baca: Breaking News!

Harga Minyak Naik Tipis, Pasar Tunggu Stok AS & Arah Negosiasi Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 747071, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260701101320-17-747071/harga-minyak-naik-tipis-pasar-tunggu-stok-as-arah-negosiasi’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Emanuella Bungasmara Ega Tirta,  CNBC Indonesia 01 July 2026 10:30 Foto: REUTERS/MORTEZA NIKOUBAZL

Jakarta, CNBCΒ Indonesia – Harga minyak dunia bergerak menguat tipis pada perdagangan Rabu (1/7/2026) pukul 10.00 WIB setelah sehari sebelumnya terkoreksi.

Energy Information Administration (EIA) melaporkan produksi minyak mentah Amerika Serikat mencapai rekor baru 13,93 juta barel per hari pada April, didorong peningkatan produksi di Texas dan New Mexico.

Merujuk data Refinitiv, harga minyak Brent berada di US$73,20 per barel, naik 0,38% dibandingkan penutupan Selasa (30/6/2026) di US$72,92 per barel.

Apabila terealisasi, penurunan tersebut akan menjadi penarikan stok selama 10 pekan berturut-turut, menyamai rekor yang pernah terjadi pada Januari 2018.

Secara teknikal, harga minyak masih berada dalam kondisi oversold setelah Brent bertahan di area tersebut selama 13 hari berturut-turut dan WTI selama 11 hari.

Reuters melaporkan utusan Amerika Serikat yang tiba di Doha belum menggelar perundingan tingkat tinggi melalui Iran.

Morgan Stanley bahkan memperkirakan pasar minyak global akan mengalami surplus sekitar 4,8 juta barel per hari pada 2027.

Di sisi lain, analis memperkirakan persediaan minyak mentah AS kembali menyusut sekitar 4,5 juta barel pada pekan lalu.

Dolar AS Kembali Dekati Rp18.000

Dari sisi fundamental, pasar menghadapi kombinasi kabar yang saling bertolak belakang.

Kenaikan tersebut masih belum mampu menghapus pelemahan tajam yang terjadi sepanjang Juni, ketika Brent turun dari kisaran US$80 per barel pada pertengahan bulan ke level US$72-73 pada akhir bulan.

Pergerakan minyak masih dipengaruhi perkembangan geopolitik di Timur Tengah.

Sementara itu, West Texas Intermediate (WTI) naik 0,40% menjadi US$69,78 per barel dari US$69,50.

Analisis mendalam tentang Harga Minyak Naik Tipis, Pasar Tunggu Stok AS dan Arah Negosiasi akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

πŸ“‹ Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *