Bursa Asia Menguat Mengekor Wall Street yang Pecah Rekor

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Bursa Asia Menguat Mengekor Wall Street yang Pecah Rekor yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Data tersebut meliputi survei lowongan kerja JOLTS periode Mei, indeks aktivitas manufaktur Chicago PMI

(fsd/fsd) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260623084525-19-744877/video-harga-energi-naik-efek-perang-bi-pastikan-stabilitas-terjaga”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/744877?comscore=off”,”time”:334,”title”:”Video: Harga Energi Naik Efek Perang, BI Pastikan Stabilitas Terjaga”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/06/23/harga-bbm-naik-efek-perang-bi-waspadai-kenaikan-inflasi-1782193162868_169.png”}]’); Next Article Perang AS-Iran Masih Membayangi, Kospi Rontok Lebih dari 2%

Kinerja saham terdorong oleh laporan laba kuartal IV fiskal yang melampaui ekspektasi pasar.

AeroVironment membukukan laba disesuaikan sebesar US$1,84 per saham melalui pendapatan mencapai US$642 juta.

Pelaku pasar juga mencermati sejumlah data ekonomi penting dari Amerika Serikat yang akan dirilis pada hari ini.

Di Wall Street, ketiga indeks utama ditutup menguat pada perdagangan Senin waktu setempat.

Menurutnya, saham-saham teknologi berkapitalisasi besar berpeluang kembali menjadi penggerak utama pasar pada paruh kedua tahun ini.

Pelaku pasar juga akan mencermati sejumlah data ekonomi AS yang dirilis Selasa waktu setempat.

Di Korea Selatan, indeks Kospi bertambah 1,17%, sedangkan indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq justru turun 0,88%.

Sementara itu, indeks acuan Australia, S&P/ASX 200 bergerak cenderung datar.

Di sisi lain, kondisi tersebut justru dapat menjadi landasan yang baik menjelang musim laporan keuangan. sedangkan Capaian tersebut lebih tinggi dibandingkan proyeksi analis yang memperkirakan laba US$1,46 per saham dan pendapatan US$559 juta.

Senior Managing Director Evercore ISI, Julian Emanuel, menilai sentimen pasar saat ini belum sepenuhnya positif,

Seorang pejabat AS mengatakan kedua pihak untuk sementara waktu akan menahan diri dan kapal-kapal dapat kembali melintas secara bebas di jalur pelayaran strategis tersebut.

Di sisi korporasi, saham perusahaan teknologi pertahanan AeroVironment melonjak 19% dalam perdagangan setelah penutupan pasar.

Indeks S&P 500 naik 1,18%, sedangkan Nasdaq Composite melesat 2,07%.

Adapun indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 306,63 poin atau 0,59% dan ditutup di atas level 52.000 untuk pertama kalinya dalam sejarah.

Bursa Asia Menguat Mengekor Wall Street yang Pecah Rekor Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 746724, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260630085647-17-746724/bursa-asia-menguat-mengekor-wall-street-yang-pecah-rekor’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Mentari Puspadini,  CNBC Indonesia 30 June 2026 08:57 Foto: REUTERS/Androniki Christodoulou

Jakarta, CNBC Indonesia – Bursa saham Asia-Pasifik dibuka mayoritas menguat pada perdagangan Selasa (30/6/2026), mengikuti reli yang terjadi di Wall Street pada sesi sebelumnya.

Melansir CNBC, sentimen pasar terdorong oleh meredanya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran yang meningkatkan optimisme investor global.

Baca: IHSG Masih Tertekan, Ini Rekomendasi Saham yang Patut Dilirik

Di Jepang, indeks Nikkei 225 naik 1,41% pada awal perdagangan, sementara Topix menguat 0,88%.

Kenaikan indeks didukung oleh lonjakan hampir 5% saham Alphabet pada hari pertama perdagangan perusahaan tersebut sebagai anggota baru Dow Jones.

Optimisme investor muncul setelah Amerika Serikat dan Iran sepakat menghentikan serangan dan membuka kembali jalur pelayaran komersial melalui Selat Hormuz.

Analisis mendalam tentang Bursa Asia Menguat Mengekor Wall Street yang Pecah Rekor akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *