Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang IHSG Dibuka Menguat 0,61% ke Level 5.932 yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
Hingga penutupan Jumat lalu, S&P 500 tercatat turun sekitar 3% sepanjang bulan ini, Nasdaq merosot lebih dari 6%, sementara Dow Jones masih mencatat kenaikan lebih dari 1%.
📚 Artikel Terkait yang Direkomendasikan
(fsd/fsd) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260626142802-19-746000/video-rupiah-melemah-ihsg-anjlok-lebih-2-sentimen-ini-jadi-sebab”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/746000?comscore=off”,”time”:605,”title”:”Video: Rupiah Melemah & IHSG Anjlok Lebih 2%, Sentimen Ini Jadi Sebab!”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/06/26/rupiah-melemah-ihsg-anjlok-lebih-dari-2-sentimen-ini-penyebabnya-1782460140307_169.png”}]’); Next Article IHSG Galau, Dibuka Menguat Tiba-Tiba Terjun Bebas ke Zona Merah
IHSG Dibuka Menguat 0,61% ke Level 5.932 Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 746391, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260629084356-17-746391/ihsg-dibuka-menguat-061-ke-level-5932’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Redaksi, CNBC Indonesia 29 June 2026 09:03 Foto: Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (8/6/2026).
Di sisi lain, indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq justru menguat 0,97%.
Sementara itu, indeks acuan Australia S&P/ASX 200 naik 0,41%.
Rangkaian data tersebut diperkirakan menjadi penentu utama pergerakan rupiah, IHSG, pasar obligasi, hingga harga komoditas sepanjang pekan ini.
Sementara itu, Bursa Asia-Pasifik bergerak beragam pada perdagangan Senin (29/6/2026) setelah ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali meningkat menyusul serangan terbaru antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Faktor penyebabnya adalah dianggap kembali melanggar perjanjian gencatan senjata.
Di sisi diplomatik, upaya perundingan untuk mengakhiri konflik dilaporkan mengalami kebuntuan. yang mengakibatkan Trump menyebut pesawat militer AS telah menghantam lokasi penyimpanan rudal dan drone Iran serta situs radar pesisir
Serangan tersebut dilakukan sebagai balasan atas aksi Teheran yang melancarkan serangan di sekitar Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran minyak terpenting di dunia.
Presiden AS Donald Trump kemudian mengeluarkan ancaman keras terhadap Iran melalui unggahan di Truth Social.
Minyak Brent menguat 0,8% menjadi US$72,57 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) naik 1,1% ke level US$70 per barel.
Di Amerika Serikat, kontrak berjangka saham utama bergerak menguat meskipun pasar masih dibayangi ketidakpastian geopolitik.
Sementara itu, indeks Topix masih mampu menguat 0,43% di tengah sentimen pasar yang cenderung berhati-hati.
Pasar saham Korea Selatan mengalami tekanan cukup besar melalui indeks Kospi merosot 2,29% saat pembukaan perdagangan.
Pelaku pasar kini mencermati potensi berlanjutnya konflik yang dapat mengganggu stabilitas ekonomi dan pasokan energi global.
Melansir CNBC, indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,35% pada awal perdagangan.
Menurutnya, pasar mulai mempertanyakan apakah belanja besar-besaran perusahaan teknologi untuk infrastruktur kecerdasan buatan akan menghasilkan keuntungan yang sepadan di masa depan.
Pekan ini juga menandai berakhirnya perdagangan bulan Juni.
Nvidia dan Alphabet masing-masing kehilangan lebih dari 8%, sedangkan Meta Platforms, Apple, dan Amazon turun lebih dari 4%.
Presiden Yardeni Research, Ed Yardeni, menilai investor mulai mengalami “kelelahan AI” atau AI fatigue.
Sepanjang pekan lalu, S&P 500 terkoreksi hampir 2% dan Nasdaq Composite anjlok 4,6%, sementara Dow Jones justru menguat 0,6%.
Saham-saham teknologi raksasa menjadi sumber tekanan utama bagi pasar.
(CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Senin (29/6/2026), melanjutkan upaya pemulihan setelah ambruk dalam pada perdagangan pekan lalu.
Pada pembukaan perdagangan pukul 09.00 WIB, IHSG naik 0,61% atau bertambah 35,89 poin ke level 5.932,03.
Nilai transaksi tercatat mencapai sekitar Rp 110,45 miliar melalui volume perdagangan 142,23 juta saham yang diperdagangkan dalam 23.927 kali transaksi.
Sebanyak 201 saham menguat, 103 saham melemah, sementara 309 saham bergerak stagnan.
Beberapa menit setelah pasar buka, IHSG tercatat malah turun ke zona merah dan terkoreksi hingga 0,24%
Adapun emiten melalui nilai transaksi terbesar pada awal perdagangan hari ini adalah BBCA, BBRI, BMRI, DSSA dan MAPI.
Baca: 28 Emiten Bakal Bag-Bagi Dividen Pekan Ini, Ada Unilever – HRTA
Pasar keuangan akan memasuki pekan yang padat sentimen dengan sederet data ekonomi penting dari dalam maupun luar negeri.
Fokus pelaku pasar dalam beberapa hari ke depan tertuju pada data inflasi Indonesia, neraca perdagangan, hingga laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat yang berpotensi mengubah ekspektasi arah suku bunga global.
Perkembangan perang juga akan tetap menjadi perhatan investor.
Investor juga akan mencermati aktivitas manufaktur China, inflasi kawasan Eropa, serta pidato Gubernur The Fed Kevin Warsh.
Futures Dow Jones naik 124 poin atau 0,2%, sedangkan futures S&P 500 dan Nasdaq-100 masing-masing menguat 0,4% dan 0,5%.
Wall Street sendiri baru saja menutup pekan yang beragam melalui rotasi investasi keluar dari saham teknologi menuju sektor lain.
Pergerakan yang beragam di kawasan mencerminkan respons investor terhadap meningkatnya risiko geopolitik di Timur Tengah.
Ketegangan kembali memanas setelah AS menyerang sejumlah target militer Iran pada akhir pekan lalu.
Sumber dari Pakistan yang terlibat dalam proses negosiasi mengatakan pembicaraan saat ini ditangguhkan, meskipun seluruh pihak masih mempertahankan perwakilan mereka di Swiss untuk melanjutkan diskusi jika situasi memungkinkan.
Harga minyak dunia turut merespons perkembangan tersebut melalui kenaikan pada awal perdagangan.
Analisis mendalam tentang IHSG Dibuka Menguat 0,61% ke Level 5.932 akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
📢 Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
📌 Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
🏢 Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
⚠️ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
