Rupiah Menguat Tipis, Nilai Tukar Dolar AS Turun ke Rp17.905

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Rupiah Menguat Tipis, Nilai Tukar Dolar AS Turun ke Rp17.905 yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Salah satunya melalui rencana penerbitan surat utang berdenominasi yuan China atau Panda Bond.

Plt.

Rupiah Menguat Tipis, Nilai Tukar Dolar AS Turun ke Rp17.905 Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 746003, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260626144228-17-746003/rupiah-menguat-tipis-nilai-tukar-dolar-as-turun-ke-rp17905’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Elvan Widyatama,  CNBC Indonesia 26 June 2026 15:15 Foto: Petugas menjunjukkan mata uang Dolar Amerika Serikat (AS) dan Rupiah di VIP Money Changer, Jakarta, Kamis (25/9/2025).

(CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia – Mata uang Garuda berhasil membalikkan keadaan dan ditutup menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) jelang akhir pekan.

Personal Consumption Expenditures Price Index atau PCE, yang menjadi ukuran inflasi pilihan bank sentral AS, naik 4,1% secara tahunan pada Mei 2026.

Kenaikan ini sejalan melalui ekspektasi ekonom dan menunjukkan tekanan biaya hidup di AS masih tinggi, terutama setelah konflik Timur Tengah ikut mendorong harga energi.

Dari dalam negeri, pemerintah tengah berupaya mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS.

Direktur Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan Kementerian Keuangan, Herman Saheruddin, mengatakan penerbitan Panda Bond menjadi bagian dari diversifikasi sumber pembiayaan pemerintah.

“Alasan penerbitan Panda Bond ya untuk mencari sumber pembiayaan yang lain atau dapat dikatakan diversifikasi.

Faktor penyebabnya adalah memiliki permintaan terhadap surat utang Indonesia dengan harga yang masih sejalan dengan fundamental ekonomi nasional.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa juga menegaskan Panda Bond menjadi strategis karena menjadi bagian dari upaya diversifikasi surat utang pemerintah.

Skema ini juga dapat menggunakan Local Currency Transaction atau LCT, sehingga tidak perlu bergantung pada konversi ke dolar AS.

(evw/evw) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260518114049-19-735517/video-rupiah-melemah-parah-begini-proyeksi-dolar-as-ke-depan”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/735517?comscore=off”,”time”:912,”title”:”Video: Rupiah Melemah Parah, Begini Proyeksi Dolar AS Ke Depan”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/05/18/rupiah-melemah-begini-proyeksi-dolar-as-ke-depan-1779079580878_169.png”}]’); Next Article Rupiah Menguat, Dolar AS Turun ke Rp16.710 yang mengakibatkan Jadi dengan adanya diversifikasi ini, harapannya adalah risiko beban APBN kita dari pembiayaan utang yang bersumber dari risiko nilai tukar itu dapat didiversifikasi, dan kita bisa mengurangi dampak dari ketergantungan dolar AS,” kata Herman saat ditemui wartawan di kantornya, Kamis (26/6/2026).

Dengan sumber pembiayaan yang lebih beragam, tekanan dari fluktuasi dolar AS terhadap APBN diharapkan dapat lebih terbatas.

Herman menilai China menjadi salah satu negara yang menarik

Saat pembukaan, rupiah sempat melemah 0,20% ke level Rp17.950/US$.

Sepanjang perdagangan hari ini, tekanan terhadap rupiah bahkan sempat makin dalam.

Indeks dolar AS sempat menghentikan reli penguatan tiga hari beruntun pada perdagangan Kamis.

DXY bergerak turun dari level terkuatnya sejak Mei 2025, meski masih berada di jalur penguatan mingguan kedua secara beruntun sejak konflik Timur Tengah kembali memanas pada akhir Februari.

Pelaku pasar juga masih mencermati data inflasi Amerika Serikat (AS).

Rupiah mendapat dorongan positif di tengah pelemahan indeks dolar AS di pasar global. 

Merujuk data Refinitiv, nilai tukar rupiah mengakhiri perdagangan Jumat (26/6/2026) melalui penguatan 0,06% ke level Rp17.905/US$.

Baca: Usai Tersandung Skandal IPO, PIPA Mau Galang Dana Rights Issue

Posisi ini berbanding terbalik dengan pembukaan perdagangan pagi tadi.

Mata uang Garuda sempat menyentuh level terlemah harian di Rp17.985/US$, atau hanya terpaut tipis dari level psikologis Rp18.000/US$.

Namun, rupiah berhasil memangkas pelemahan dan berbalik menguat hingga penutupan perdagangan.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY), yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, pada pukul 15.00 WIB terpantau terkoreksi 0,08% ke posisi 101,340.

//

Pergerakan rupiah pada perdagangan hari ini terjadi di tengah dinamika dolar AS di pasar global.

Analisis mendalam tentang Rupiah Menguat Tipis, Nilai Tukar Dolar AS Turun ke Rp17.905 akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *