Selat Hormuz Ditutup Hampir 3 Bulan, Segini Dampaknya ke Ekonomi RI

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Selat Hormuz Ditutup Hampir 3 Bulan, Segini Dampaknya ke Ekonomi RI yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Kita juga tentunya forward looking supaya kita bisa menjaga inflasi kita yang kita targetkan dua setengah plus minus satu persen itu bisa tetap dalam range itu,” ujarnya.

(ras/mij) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260618143550-19-743770/video-bi-kembali-naikkan-suku-bunga-acuan-25-bps-menjadi-575″,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/743770?comscore=off”,”time”:735,”title”:”Video: BI Kembali Naikkan Suku Bunga Acuan 25 Bps Menjadi 5,75%”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/06/18/bi-kembali-naikkan-suku-bunga-acuan-25-menjadi-575-1781770054271_169.png”}]’); Next Article BI Naikkan Suku Bunga, Bos Pengusaha Beri Pengakuan Mengejutkan

(via REUTERS/EUROPEAN UNION/COPERNICUS SENTIN)

Jakarta, CNBC Indonesia – Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti membeberkan rambatan ditutupnya Selat Hormuz dapat dirasakan Indonesia melalui tiga jalur.

“Pertama adalah tentu yang sekarang kita hadapi ini adalah jalur komoditi di mana adanya permasalahan di Middle East dia akhirnya meningkatkan harga komoditi khususnya adalah minyak untuk sektor energi kita,” ujar Destry kepada CNBC Indonesia dikutip Rabu (24/6/2026).

Baca: Ekonom: Kenaikan BI Rate Jadi Langkah Rasional untuk Jaga Rupiah

Imbas kenaikan harga energi tersebut adalah harga bahan bakar minyak yang ikut terkerek di berbagai negara.

Selat Hormuz Ditutup Hampir 3 Bulan, Segini Dampaknya ke Ekonomi RI Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 745362, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260624134435-17-745362/selat-hormuz-ditutup-hampir-3-bulan-segini-dampaknya-ke-ekonomi-ri’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Robertus Andrianto,  CNBC Indonesia 24 June 2026 14:55 Foto: Kapal-kapal melewati Selat Hormuz pada 18 April 2026.

Faktor penyebabnya adalah harga komoditi naik tapi sebenarnya juga harga komoditi ini diimbangi dengan komoditi lain yang naik juga. yang mengakibatkan Indonesia juga mengalaminya terlihat dari harga BBM non subsidi yang juga ikut naik.

Ujung dari efek kenaikan harga energi tersebut adalah juga meningkatnya inflasi di berbagai negara.

“Di negara lain mereka sudah mulai menaikannya lama sehingga terkait dengan dampak inflasi segala macam kita melihat semua negara juga sudah mengalami tekanan ke atas (inflasi),” ujarnya.

Meskipun demikian, Destry mengatakan bahwa akibat perang yang terjadi harga minyak mentah dunia ikut naik dan mengerek komoditas lain seperti batu bara dan CPO.

“Nah memang tadi pertama

Faktor penyebabnya adalah banyak negara beralih kembali ke batubara,” ujar Destry.

Batu bara asal Indonesia sendiri dikatakan Destry bisa menjadi kompetitif bagi negara lain di tengah pelemahan nilai tukar rupiah.

“Nah ini juga tentunya bisa menjadi peluang untuk Indonesia karena di satu sisi juga dengan rupiah ada depresiasi rupiah ini juga membuat batubara kita itu menjadi lebih kompetitif,” ucapnya.

Baca: Eksportir Ramai-Ramai Tukar Dolar ke Rupiah, Aturan Baru DHE Ampuh

Begitu juga dengan minyak kelapa sawit, di mana Indonesia adalah salah satu penghasil terbesar di dunia.

Sementara jalur rambatan kedua adalah melalui keuangan dengan suasana bank sentral di berbagai belahan dunia adalah menahan suku bunga tinggi lebih lama dan hawkish.

“Nah itu jalur keuangan yang memang akhirnya kita juga terpengaruh jadi kita juga bisa naik (suku bunga), higher for longer,” ucapnya.

BI sendiri telah menaikkan suku bunga sebanyak 100 basis poin dalam satu bulan terakhir menjadi 5,75%. yang mengakibatkan Indonesia pun akan diuntungkan dari skenario tersebut.

“Tentunya ini bisa kita manfaatkan dengan pertama dengan adanya kenaikan harga energi kemudian mendorong naiknya batubara

Faktor penyebabnya adalah kita harus meningkatkan suku bunga untuk menjaga daya tahan dari aset-aset keuangan kita.”

Kemudian, jalur ketiga adalah perdagangan yang terkait dengan disrupsi rantai pasokan dalam perdagangan dunia.

Destry mengingatkan efek dari jalur perdagangan ini akan bermuara ke inflasi karena tingginya biaya barang. yang mengakibatkan Kenaikan ini adalah upaya untuk menjaga stabilitas moneter di dalam negeri dari rambatan ketidakpastian ekonomi global.

“Kenapa akhirnya kita menaikkan suku bunga itu

Faktor penyebabnya adalah nanti ini pasti akan tercermin juga di inflasi,” ucapnya.

Efek tersebut yang kemudian juga menjadi alasan bank sentral untuk menaikkan suku bunga dalam rangka menjaga inflasi dalam range target 2,5% plus minus 1%.

“Oleh karena itu kenapa kita juga kemarin naikkan suku bunga. yang mengakibatkan “Jadi itu juga tentunya menjadi kewaspadaan buat kita

Faktor penyebabnya adalah merupakan salah satu produsen terbesar di dunia.

Akibat harga minyak yang naik, Destry mengungkapkan ada potensi shifting energi ke batu bara yang relatif lebih murah, sehingga permintaan akan batu bara juga akan meningkat. yang mengakibatkan Misalnya batubara,” ujar Destry.

Baca: BI Rate Naik, Ini Jeritan Pengusaha

Deputi Gubernur Senior BI itu mengatakan bahwa Indonesia mendapatkan keuntungan dari kenaikan harga komoditas batu bara

Analisis mendalam tentang Selat Hormuz Ditutup Hampir 3 Bulan, Segini Dampaknya ke Ekonomi RI akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *