Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Bos BI: Dunia Masuk Era Higher for Longer, Rupiah Harus Dijaga yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
📚 Artikel Terkait yang Direkomendasikan
Akibatnya investor beralih kepada instrumen yang mereka anggap aman seperti menyimpan kas di negara maju seperti Amerika Serikat (AS) dalam bentuk dolar.
Kondisi ini mendorong dolar AS menguat yang tercermin dari indeks DXY, dolar indeks terhadap mata uang utama negara lain, terus mengalami peningkatan, bahkan terakhir sudah di atas 100 lebih.
(CNBC Indonesia TV)
Jakarta, CNBC Indonesia – Arah kebijakan moneter bank sentral dunia berubah.
Economic Update 2026 Bos BI: Dunia Masuk Era Higher for Longer, Rupiah Harus Dijaga Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 745205, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260624075608-17-745205/bos-bi-dunia-masuk-era-higher-for-longer-rupiah-harus-dijaga’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Robertus Andrianto, CNBC Indonesia 24 June 2026 08:15 Foto: Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti dalam Economic Update, Selasa, (23/06/2026).
Faktor penyebabnya adalah saat ini yang terjadi adalah juga kita menghadapi situasi di global, istilahnya adalah higher for longer,” ujar Deputi Senior BI Destry Damayanti kepada CNBC Indonesia dikutip Rabu (24/6/2026).
Maka dari itu BI sebagai bank sentral yang memiliki mandat menjaga stabilitas nilai rupiah menaikkan suku bunga hingga 100 basis poin dalam sebulan terakhir.
“Kita berharap tentunya dengan suku bunga yang meningkat, itu akan meningkatkan daya tarik dari instrumen rupiah kita bagi offshore investor atau investor asing,” imbuh Destry.
Selain itu, bank sentral AS The Fed, diperkirakan tetap menahan suku bunga yang tinggi lebih lama atau cenderung hawkish dengan potensi menaikkan suku bunga pada sisa tahun ini.
Baca: Rupiah Tertekan 3 Hari Beruntun, Dolar AS Kini Naik ke Rp 17.835
“Jadi market kan melihat berarti dia (the Fed) akan mempertahankan ataupun posisi suku bunga tinggi itu akan bertahan dan bahkan diperkirakan akan meningkat di tahun ini,” ujarnya.
Hal tersebut, kata Destry membuat kebijakan yang diambil BI akan lebih prudent dan mampu menciptakan daya tarik investasi agar aliran uang asing masuk serta dikonversi menjadi rupiah sehingga memperkuat nilai tukar.
“kita harus mempertahankan daya tarik dari instrumen keuangan kita, yang tentunya juga kita harapkan, memang dalam kondisi saat ini ya, kita jangan bicara dulu deh untuk BI Rate-nya turun gitu, enggak,” imbuhnya.
(ras/haa) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260618091935-19-743608/video-jelang-pengumuman-bi-rate-rupiah-anjlok-ke-rp-17850-per-usd”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/743608?comscore=off”,”time”:350,”title”:”Video: Jelang Pengumuman BI Rate, Rupiah Anjlok ke Rp 17.850 per USD”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/06/18/jelang-pengumuman-bi-rate-ihsg-melemah-rupiah-anjlok-ke-rp-17850-per-usd-1781751237806_169.png”}]’); Next Article Rupiah Ditutup Melemah 0,42%, Dolar AS Parkir di Rp17.775 yang mengakibatkan
“Kita lihat memang untuk nilai tukar, hampir semua negara juga mengalami pelemahan nilai tukar,
Akibat kondisi ini, mata uang di berbagai negara di dunia, termasuk melalui rupiah di Indonesia, ikut tertekan.
Akibatnya harga minyak mentah dunia melonjak hingga tembus US$100 per barel dan inflasi dunia pun diperkirakan akan meningkat.
Lebih jauh, dampak dari kejadian tersebut adalah suku bunga yang akan tinggi di global, yield dari instrumen obligasi mereka akan tinggi, dan juga akan menghadapi tekanan inflasi yang tinggi.
Baca: Israel Mulai Ketar-Ketir melalui Trump, Ada Apa?
Banyak bank sentral mulai memasuki era suku bunga tinggi dalam tempo yang lama atau higher for longer setelah ketidakpastian global yang tak juga reda.
Ketidakpastian tersebut diakibatkan oleh ditutupnya selat Hormuz, jalur vital distribusi minyak dunia, buntut perang di Timur Tengah.
Analisis mendalam tentang Bos BI: Dunia Masuk Era Higher for Longer, Rupiah Harus Dijaga akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
📢 Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
📌 Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
🏢 Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
⚠️ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
