Ada Kabar Penting dari MSCI, Deretan Saham Ini Menarik Buat Dilirik

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Ada Kabar Penting dari MSCI, Deretan Saham Ini Menarik Buat Dilirik yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Jadwal cum dividen di pasar reguler dan negosiasi ditetapkan pada 26 Juni 2026, sementara pembayaran dividen direncanakan pada 15 Juli 2026.

Rekomendasi Saham Hari Ini

  • AKRA – Buy 1245-1255 | TP 1270-1290 | SL 1190

    [Gambas:Produk Investasi by Investasiku]

  • ESSA – Buy 640-650 | TP 660-670 | SL 605

    [Gambas:Produk Investasi by Investasiku]

  • DEWA – Buy 354-358 | TP 364-370 | SL 334

    [Gambas:Produk Investasi by Investasiku]

  • INTP – Buy 4130-4150 | TP 4200-4270 | SL 3930

    [Gambas:Produk Investasi by Investasiku]

  • RATU – Buy 4980-4990 | TP 5100-5200 | SL 4750

    [Gambas:Produk Investasi by Investasiku]

Disclaimer: Ingat, bahwa segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu.Β 

Keputusan berinvestasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor sesuai melalui profil risiko dan tujuan keuangan pribadi.

Ada Kabar Penting dari MSCI, Deretan Saham Ini Menarik Buat Dilirik Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 745219, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260624082853-17-745219/ada-kabar-penting-dari-msci-deretan-saham-ini-menarik-buat-dilirik’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); CNBC Indonesia 24 June 2026 08:48 Mega Capital Sekuritas PT Mega Capital Sekuritas, bagian dari CT Corpora, hadir sejak 1991 melalui layanan investasi inovatif dan tenaga ahli terpercaya.

Dari sisi sektoral, empat dari sebelas sektor ditutup di zona merah.

Selamat berinvestasi secara bijak.

(ayh/ayh) Add as a preferred
source on Google Next Article IHSG Masih Tertekan, Deretan Saham Ini Menarik Buat Dilirik

RANS menawarkan sebanyak-banyaknya 2,52 miliar saham baru atau setara 20,02% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.

Dengan kisaran harga penawaran Rp135–170 per saham, perseroan berpotensi memperoleh dana hingga Rp429,25 miliar.

Di sisi lain, tekanan terbesar berasal dari BYAN yang turun 9,85%, BBCA yang terkoreksi 1,61%, dan BMRI yang melemah 2,37%.

Investor asing membukukan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp348,13 miliar di pasar reguler dan Rp311,60 miliar di seluruh pasar.

Sektor teknologi menjadi yang paling tertekan melalui penurunan 1,05%, sementara sektor kesehatan mencatat kenaikan tertinggi sebesar 3,97%.

Sentimen pasar turut dipengaruhi oleh hasil tinjauan tahunan klasifikasi pasar dari MSCI.

Di tengah perhatian investor terhadap status pasar modal Indonesia, MSCI memutuskan tetap menempatkan Indonesia dalam kategori Emerging Market, meski sejumlah aspek terkait investabilitas masih menjadi perhatian.Β 

Di pasar global, indeks utama Amerika Serikat juga ditutup melemah, melalui Dow Jones turun 0,09%, S&P 500 terkoreksi 1,44%, dan Nasdaq melemah 2,22%.

MSCI menilai sejumlah langkah yang telah dilakukan regulator dan infrastruktur pasar, termasuk peningkatan transparansi kepemilikan saham di atas 1%, penerapan kebijakan High Shareholding Concentration, serta rencana peningkatan batas minimum free float menjadi 15%.

Meski demikian, MSCI menegaskan akan terus memantau efektivitas implementasi berbagai kebijakan tersebut.

Ilustrasi grafik saham dalam latar belakang hitam

Jakarta, CNBCΒ IndonesiaΒ –Β Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,25% ke level 6.101,33 pada perdagangan Selasa (23/6).Β 

Penopang utama pergerakan indeks datang dari saham BBRI yang naik 1,39%, BRPT menguat 5,35%, serta SRAJ yang melonjak 8,85%.

Berdasarkan rentang harga tersebut, kapitalisasi pasar setelah IPO diperkirakan berada pada kisaran Rp1,70 triliun hingga Rp2,14 triliun.

Dana yang diperoleh dari penawaran umum direncanakan untuk percepatan pelunasan sebagian fasilitas pinjaman dari BNI sebesar 6,98%, pembangunan proyek Cipungland sebesar 18,64%, kebutuhan operasional penyelenggaraan konser artis lokal dan internasional sebesar 37,61%, pembentukan entitas usaha baru berbasis kecerdasan buatan bersama Feedloop Global Teknologi sebesar 8,15%, akuisisi saham Rans Kosmetika Indonesia/Slavina sebesar 19,80%, serta penyertaan modal ke entitas anak RNS untuk mendukung ekspansi usaha sebesar 8,82%.

Sementara itu, PT ESSA menetapkan pembagian dividen tunai tahun buku 2025 sebesar Rp52 per saham melalui total nilai Rp895,80 miliar.

Nilai dividen tersebut lebih tinggi dibandingkan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tahun 2025 yang tercatat sebesar US$40,29 juta atau setara sekitar Rp713,93 miliar.

Selisih sekitar Rp181,87 miliar akan diambil dari saldo laba ditahan perseroan.

Sepanjang 2025, ESSA membukukan pendapatan sebesar US$295,01 juta, turun 2,12% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar US$301,40 juta.

Jika hingga November 2026 belum terlihat perkembangan yang dinilai memadai, MSCI dapat mempertimbangkan konsultasi terkait perubahan klasifikasi pasar Indonesia.

Di tengah perkembangan pasar, PT Rans Entertainment Indonesia tengah menjalani masa book building pada 23–25 Juni 2026 menjelang rencana pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia pada 10 Juli 2026.

Perseroan yang bergerak di bidang media, hiburan, dan pengelolaan intellectual property (IP) tersebut memiliki basis lebih dari 155 juta pengikut di berbagai platform media sosial.

Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk juga turun 10,83% menjadi US$40,29 juta dari US$45,18 juta pada 2024.

Pada penutupan perdagangan 23 Juni 2026, saham ESSA berada di level Rp660 per saham, yang mencerminkan dividend yield sekitar 7,88%.

Sementara itu, ETF EIDO naik 0,41% dan MSCI Indonesia turun 0,44%.

Dalam MSCI 2026 Market Classification Review, Indonesia berhasil mempertahankan status sebagai Emerging Market.

Analisis mendalam tentang Ada Kabar Penting dari MSCI, Deretan Saham Ini Menarik Buat Dilirik akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

πŸ“‹ Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *