Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Kiamat Uang Kertas Kian Terlihat, Riset LPEM UI Beri Buktinya yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
Dengan sistem pembayaran serba digital, banyak warga mulai enggan membawa uang tunai.
📚 Artikel Terkait yang Direkomendasikan
Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) merilis laporan riset yang menyatakan porsi uang tunai yang beredar di berbagai negara terus menyusut seiring masifnya kemajuan teknologi sistem pembayaran, terutama di negara berkembang.
Salah satunya Indonesia, di mana volume transaksi uang elektronik melesat tajam dalam satu dekade terakhir.
Kiamat Uang Kertas Kian Terlihat, Riset LPEM UI Beri Buktinya Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 745170, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260623204904-17-745170/kiamat-uang-kertas-kian-terlihat-riset-lpem-ui-beri-buktinya’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); chd, CNBC Indonesia 24 June 2026 06:55 Foto: Ilustrasi Uang Tunai (CNBC Indonesia/Tias Budiarto)
Jakarta, CNBC Indonesia – Perkembangan teknologi yang sangat pesat membuat banyak orang mulai beralih menggunakan sistem modern, termasuk dalam bertransaksi sehari-hari.
Faktor penyebabnya adalah uang elektronik menurunkan permintaan uang tunai dan mempercepat perputaran uang, penyesuaian ini krusial agar pengelolaan jumlah uang beredar serta stabilitas harga bisa berjalan lebih efektif.
Sementara untuk pemerintah, perlu mendorong intervensi yang lebih terarah agar digitalisasi lebih inklusif.
Langkah ini bisa dilakukan dengan memperluas penerimaan QRIS di kalangan pedagang kecil, menurunkan biaya transaksi bernilai kecil, serta mengintegrasikan platform digital ke dalam program bantuan sosial dan pembayaran upah.
(chd/haa) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260623084511-19-744881/video-target-bi-perluas-transaksi-mata-uang-lokal-lct-di-china-saudi”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/744881?comscore=off”,”time”:382,”title”:”Video: Target BI Perluas Transaksi Mata Uang Lokal LCT di China-Saudi”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/06/23/tujuan-bi-perluas-transaksi-mata-uang-lokal-pakai-lct-dari-china-arab-saudi-1782193295839_169.png”}]’); Next Article BI Perpanjang Keringanan Tagihan Kartu Kredit-SKNBI hingga Akhir 2026 yang mengakibatkan Untuk Bank Indonesia (BI), perlu memasukkan tren pembayaran digital dalam kerangka proyeksi distribusi uang tunai.
Hal ini
Faktor penyebabnya adalah semakin banyak konsumen dan toko yang beralih ke ekosistem digital, semakin tinggi pula kenyamanannya.
Baca: Transaksi QRIS Turis Asing Capai Rp4,3 T, Malaysia-Singapura Terbanyak
“Tingkat adopsi yang rendah di Luar Jawa karena penggunaan yang terbatas,” terang riset tersebut.
Tak hanya itu saja, dampak dari digitalisasi pembayaran cukup terlihat dari setiap pecahan uang, di mana untuk pecahan Rp2.000 hingga Rp20.000, mengalami penurunan penggunaan paling tajam, karena posisinya langsung digantikan oleh uang elektronik untuk transaksi harian.
“Dampak pada uang kertas pecahan besar lebih lemah karena masyarakat cenderung menyimpannya untuk berjaga-jaga atau digunakan dalam transaksi besar dan informal,” terang lagi riset tersebut.
Sementara untuk uang logam tidak terpengaruh secara signifikan karena tetap menjadi andalan penting untuk transaksi bernilai sangat kecil dan uang kembalian. yang mengakibatkan Sebaliknya, infrastruktur luar Jawa yang masih lemah membuat ketergantungan pada uang tunai tetap tinggi.
“Kewajiban pembayaran elektronik pada jalan tol dan transportasi publik mayoritas terkonsentrasi di Jawa, sehingga berhasil membentuk kebiasaan bertransaksi digital secara konsisten setiap hari,” jelas riset tersebut.
Selain itu, efek jaringan (network externalities) mempercepat penggantian uang tunai
Pada 2023, Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa e-money mendominasi lebih dari 70% transaksi ritel, melampaui kartu debit dan kredit.
Baca: Era Baru Uang Dimulai, Tether Bisa Kuasai Pasar Utang dan Emas Dunia
“Adanya dampak yang signifikan, di mana setiap kenaikan 1% transaksi uang elektronik berkaitan melalui penurunan permintaan uang tunai sebesar 1,7%,” ungkap riset LPEM FEB UI yang disusun oleh Jahen F.
Dari sisi perilaku, fenomena ini membuktikan bahwa uang elektronik sukses menggeser uang tunai untuk belanja harian, tetapi belum banyak menyentuh transaksi mikro yang bernilai sangat kecil.
Riset LPEM ini memberikan rekomendasi strategis bagi masa depan ekonomi Indonesia yang semakin minim penggunaan uang tunai.
Faktor penyebabnya adalah infrastruktur digital di Jawa sangat padat dengan jaringan agen, terminal merchant, internet stabil, dan konektivitas seluler yang jauh lebih baik. yang mengakibatkan Rizki dan rekan, dikutip Selasa (23/6/2026).
LPEM FEB UI melanjutkan pengaruh penurunan uang tunai jauh lebih kuat di provinsi yang lebih urban dan maju secara digital, terutama di Jawa.
Hal ini
Analisis mendalam tentang Kiamat Uang Kertas Kian Terlihat, Riset LPEM UI Beri Buktinya akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
📢 Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
📌 Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
🏢 Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
⚠️ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
