Tak Mau Terima Warisan Rp89 Triliun, Anak Crazy Rich Pilih Jadi Biksu

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Tak Mau Terima Warisan Rp89 Triliun, Anak Crazy Rich Pilih Jadi Biksu yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Ia menempuh pendidikan di Inggris dan menguasai sedikitnya delapan bahasa.

Meski berasal dari keluarga superkaya, pilihannya mendapat penghormatan penuh dari keluarganya.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); }); Baca: Pakar Udah Ingatkan Jangan Timbun Uang di Rekening, Maksimalnya Segini

“Pilihan Ajahn Siripanyo sepenuhnya adalah pilihannya sendiri, dan itu dihormati dalam keluarga,” tulis laporan yang dikutip dari South China Morning Post (SCMP) melalui Economic Times.

Ananda Krishnan sendiri dikenal sebagai salah satu miliarder terbesar di Malaysia.

Pendiri kerajaan bisnis yang bergerak di sektor telekomunikasi, satelit, minyak, properti, hingga media itu memiliki kekayaan sekitar US$ 5 miliar atau setara Rp89 triliun.

Tak hanya berasal dari keluarga konglomerat, Siripanyo juga memiliki darah bangsawan Thailand dari sang ibu, Momwajarongse Suprinda Chakraban, yang merupakan keturunan keluarga kerajaan Thailand.

Hal itu tercermin dari perjalanan hidup Yang Mulia Ven Ajahn Siripanyo.

Putra tunggal konglomerat Malaysia Ananda Krishnan ini justru memilih meninggalkan kemewahan dan menjalani hidup sebagai biksu Buddha.

Latar belakang tersebut membuatnya tumbuh melalui akses terhadap kehidupan mewah dan lingkungan elite.

Namun, alih-alih mengikuti jejak bisnis sang ayah, Siripanyo memilih menempuh jalan spiritual.

Bedanya, jika tokoh tersebut hanya fiksi, perjalanan Siripanyo menjadi contoh nyata yang langka tentang seseorang yang memilih pengabdian spiritual dibandingkan kekayaan dan kemewahan yang telah tersedia di depan mata.

(hsy/hsy) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260619172554-19-744163/video-potensi-bisnis-jual-beli-gadai-emas-hadapi-gejolak-global”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/744163?comscore=off”,”time”:430,”title”:”Video: Potensi Bisnis Jual Beli & Gadai Emas Hadapi Gejolak Global”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/06/19/19062026-vod-dialog-closing-bell-19062026-seg-4-1781865195360_169.png”}]’); Next Article Putra Orang Terkaya Pilih Jadi Biksu, Tinggalkan Harta Rp90 Triliun

Namun, hal tersebut tetap dilakukan sejalan melalui prinsip-prinsip Buddha yang menghargai ikatan keluarga.

Kisah hidup Siripanyo kerap dibandingkan dengan karakter Julian Mantle dalam novel ‘The Monk Who Sold His Ferrari’.

Pengalaman hidup lintas budaya itu disebut turut membentuk cara pandangnya terhadap dunia sekaligus memperdalam pemahamannya mengenai ajaran Buddha.

Meski memilih kehidupan monastik, Siripanyo tetap menjaga hubungan melalui keluarganya.

Dalam kesehariannya, ia menjalankan ajaran Buddha yang menekankan kesederhanaan, meninggalkan materialisme, dan hidup dari kemurahan hati masyarakat.

Laporan tersebut juga menyebut Siripanyo menghabiskan masa kecilnya di London bersama kedua saudara perempuannya.

Pengalaman tersebut kemudian berkembang menjadi komitmen seumur hidup sebagai biksu.

Baca: Playboy Betawi Hobi Flexing, Cebok Pun Pakai Uang Kertas

Selama lebih dari dua dekade, Siripanyo menjalani kehidupan sebagai biksu hutan dan bermukim di Biara Dtao Dum yang berada di dekat perbatasan Thailand dan Myanmar.

Keputusan tersebut diambil Siripanyo saat berusia 18 tahun.

Ia sesekali mengunjungi sang ayah dan kembali berinteraksi melalui kehidupan lamanya.

Awalnya ia mengikuti retret keagamaan di Thailand untuk sementara waktu.

Tak Mau Terima Warisan Rp89 Triliun, Anak Crazy Rich Pilih Jadi Biksu Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 744289, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260620174651-17-744289/tak-mau-terima-warisan-rp89-triliun-anak-crazy-rich-pilih-jadi-biksu’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Tim Redaksi,  CNBC Indonesia 20 June 2026 21:45 Foto: Ven Ajahn Siripanyo.

(Tangkapan Layar Youtube)

Jakarta, CNBC Indonesia – Tidak semua anak miliarder memilih meneruskan bisnis keluarga atau menikmati limpahan harta warisan.

Analisis mendalam tentang Tak Mau Terima Warisan Rp89 Triliun, Anak Crazy Rich Pilih Jadi Biksu akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *