Rupiah Ditutup Strong di Rp 17.865/US$, Bos BI Ungkap Pemicunya

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Rupiah Ditutup Strong di Rp 17.865/US$, Bos BI Ungkap Pemicunya yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Baca: Dolar Nyaris Rp18.200, Purbaya: Kita Serahkan Semua ke BI Jaga Rupiah

Kebijakan tersebut meliputi kenaikan BI-Rate menjadi 5,50%, penguatan struktur suku bunga SRBI, pemberian insentif hedging swap bagi investor asing, pembukaan akses repo untuk mendukung likuiditas perbankan, serta peningkatan intensitas operasi moneter rupiah dan valuta asing.

“Langkah-langkah tersebut juga didukung oleh sinergi yang erat antara Bank Indonesia dan Pemerintah,” kata Destry, dalam pernyataan resminya, Jumat (12/6/2026).

Pasca kenaikan BI Rate, menurut Destry, aliran masuk modal asing mengalami perkembangan positif, didukung oleh daya tarik instrumen keuangan domestik.

“Langkah tersebut akan mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS dan mendukung stabilitas nilai tukar Rupiah,” paparnya.

Tingginya minat investor global tecermin dari peningkatan inflows transaksi SRBI nonresiden dan SBN yang pada tanggal 10 dan 11 Juni 2026 masing-masing tercatat sebesar Rp15,11 triliun dan Rp3,91 triliun.

Perkembangan ini menunjukkan kepercayaan investor terhadap aset-aset domestik,” paparnya.

Selain itu, Destry menegaskan ketahanan eksternal semakin diperkuat melalui kerja sama keuangan antara Bank Indonesia, People’s Bank of China (PBOC) dan Hong Kong Monetary Authority (HKMA).

(CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia – Bank Indonesia (BI) mengklaim penguatan nilai tukar rupiah pada akhir pekan ini didorong oleh respons positif dari pasar terhadap kebijakan bank sentral, termasuk kenaikan suku bunga acuan, BI Rate.

Merujuk data Refinitiv, rupiah ditutup terapresiasi 0,61% ke posisi Rp17.865/US$.

“Aliran masuk modal asing juga terjadi pada obligasi internasional Danantara yang penjualan perdananya berhasil mencapai Rp26,9 triliun.

Posisi ini membuat rupiah semakin menjauh dari level psikologis Rp18.000/US$ dan mulai mendekati area Rp17.800/US$.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });

Deputi Gubernur BI Destry Damayanti menegaskan perkembangan ini mencerminkan respons positif pasar terhadap bauran kebijakan Bank Indonesia.

Rupiah Ditutup Strong di Rp 17.865/US$, Bos BI Ungkap Pemicunya Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 742443, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260612171138-17-742443/rupiah-ditutup-strong-di-rp-17865-us–bos-bi-ungkap-pemicunya’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Robertus Andrianto,  CNBC Indonesia 12 June 2026 17:16 Foto: Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, BI Destry Damayanti dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR RI, Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Terdapat 3 kesepakatan yang dihasilkan, yaitu sinergi memperkuat tidak hanya ketahanan keuangan masing-masing negara melainkan stabilitas keuangan yang regional yang lebih luas, penguatan Bilateral Currency Swap Agrrement (BCSA), serta penguatan komitmen penggunaan mata uang lokal dalam transaksi bilateral melalui perluasan Local Currency Transaction (LCT).

Destry pun memastikan Bank Indonesia akan terus hadir di pasar, mengoptimalkan seluruh instrumen kebijakan secara konsisten dan terukur, serta memperkuat koordinasi melalui Pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan guna menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah dan memperkuat ketahanan eksternal perekonomian Indonesia.

“Dengan berbagai perkembangan diatas, diyakini rupiah akan terus menguat terhadap US dolar menuju ke level fundamentalnya,” tegas Destry.

(haa/haa) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260609124124-19-741351/video-mendadak-bi-gelar-rdg-naikkan-suku-bunga-25-bps-jadi-550″,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/741351?comscore=off”,”time”:113,”title”:”Video: Mendadak BI Gelar RDG, Naikkan Suku Bunga 25 Bps Jadi 5,50%”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/06/09/rupiah-sentuh-rp-18000usd-bi-naikkan-suku-bunga-25-bps-jadi-550-1780985344491_169.png”}]’); Next Article BI Rate Naik, IHSG Pangkas Kenaikan

Analisis mendalam tentang Rupiah Ditutup Strong di Rp 17.865/US$, Bos BI Ungkap Pemicunya akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *