Dalam Seminggu Harga Minyak Sudah Anjlok 7% ke US$89,41

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Dalam Seminggu Harga Minyak Sudah Anjlok 7% ke US$89,41 yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Meredanya risiko konflik langsung antara Amerika Serikat (AS) dan Iran membuat premi risiko geopolitik yang sempat membengkak mulai menguap dari pasar.

Menurut data Refinitiv hingga pukul 09.50 WIB, harga minyak Brent berada di US$89,41 per barel, turun 1,07% dibandingkan penutupan sebelumnya di US$90,38 per barel.

Faktor penyebabnya adalah kekhawatiran gangguan pasokan dari Timur Tengah.

Reuters melaporkan Trump pada Kamis waktu setempat memutuskan untuk membatalkan rencana serangan dan menyatakan pembicaraan dengan Iran mengalami kemajuan. yang mengakibatkan Ancaman tersebut sempat mendorong harga minyak mendekati US$100 per barel

Faktor penyebabnya adalah sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair (LNG) dunia melewati kawasan itu setiap hari.

Namun pasar tampaknya mulai memandang ancaman tersebut dengan lebih hati-hati. yang mengakibatkan Jalur laut tersebut memiliki peran vital bagi perdagangan energi global

Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) terkoreksi 1% ke US$86,83 per barel dari US$87,71 per barel.

Pelemahan hari ini memperpanjang tren penurunan yang cukup dalam sepanjang pekan.

Sebelumnya pasar sempat mengantisipasi kemungkinan eskalasi konflik yang lebih luas setelah serangkaian aksi saling serang antara kedua negara.

Dalam periode yang sama, WTI jatuh dari US$96,02 menjadi US$86,83 per barel, terkoreksi hampir 9,6%.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });

//

Tekanan terbesar datang setelah Presiden AS Donald Trump membatalkan rencana serangan militer terhadap Iran.

Pasalnya, ketidakpastian di Timur Tengah belum benar-benar berakhir dan status Selat Hormuz tetap menjadi faktor yang akan terus dipantau pelaku pasar dalam beberapa waktu ke depan.

CNBCΒ IndonesiaΒ 

(emb/emb) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260525111053-19-737764/video-ftse-russel-hapus-4-saham-ri–rupiah-melemah-ke-rp-17720-usd”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/737764?comscore=off”,”time”:374,”title”:”Video: FTSE Russel Hapus 4 Saham RI – Rupiah Melemah ke Rp 17.720/USD”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/05/25/ftse-russel-hapus-4-saham-ri-rupiah-melemah-ke-rp-17720usd-1779682425391_169.png”}]’); Next Article Damai AS VS Iran Terancam Gagal, Harga Minyak Tembus US$105

Militer AS menyatakan lalu lintas kapal komersial masih terus berlangsung di Selat Hormuz.

Brent telah merosot dari US$97,81 per barel pada 3 Juni menjadi US$89,41 per barel saat ini, atau turun sekitar 8,6%.

Faktor penyebabnya adalah posisi minyak sebelumnya sudah berada pada level yang sangat tinggi. yang mengakibatkan Artinya, gangguan fisik terhadap pengiriman minyak global sejauh ini belum terjadi meskipun ketegangan politik masih tinggi.

Koreksi harga juga menjadi semakin tajam

Dampak dari hal tersebut adalah harga minyak bergerak turun tajam.

Padahal, risiko di kawasan Timur Tengah sebenarnya belum sepenuhnya hilang. akibat Pelaku pasar yang sebelumnya memburu aset energi untuk mengantisipasi risiko pasokan mulai melakukan aksi ambil untung

Ketika risiko perang langsung mulai mereda, sebagian besar premi geopolitik yang terakumulasi selama beberapa pekan terakhir ikut terpangkas.

Meski demikian, analis IG Tony Sycamore menilai pasar belum sepenuhnya keluar dari bayang-bayang risiko kenaikan harga.

Brent sempat menyentuh US$97,81 per barel pada awal Juni, level tertinggi dalam beberapa bulan terakhir.

Menurutnya, selama harga minyak masih bertahan di area support rendah US$80 per barel, potensi penguatan kembali masih terbuka.

Iran pada Rabu lalu mengumumkan penutupan Selat Hormuz dan memperingatkan kapal yang melintas akan menghadapi ancaman serangan.

Dalam Seminggu Harga Minyak Sudah Anjlok 7% ke US$89,41 Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 742244, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260612095400-17-742244/dalam-seminggu-harga-minyak-sudah-anjlok-7-ke-us-8941’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Emanuella Bungasmara Ega Tirta,  CNBC Indonesia 12 June 2026 10:20 Foto: minyak dunia

Jakarta, CNBC Indonesia – Harga minyak dunia kembali melemah pada perdagangan Jumat (12/6/2026), memperpanjang koreksi tajam yang sudah berlangsung sejak awal pekan.

Analisis mendalam tentang Dalam Seminggu Harga Minyak Sudah Anjlok 7% ke US$89,41 akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

πŸ“‹ Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *