Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Benarkah Fundamental Ekonomi RI Kuat? Begini Kata Ekonom Senior yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
Tetapi ekspektasi dari pelaku pasar itu sudah bermain.
📚 Artikel Terkait yang Direkomendasikan
Ini ke sana tuh nantinya,” terang Raden.
Baca: Rasio Pendapatan Negara Naik, Purbaya Andalkan Coretax
Sebelumnya, Anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Mochamad Firman Hidayat mengklaim bahwa kondisi fundamental ekonomi Indonesia saat ini masih jauh lebih kuat dibandingkan saat krisis 1998.
Itu akan menggigit beberapa bulan kemudian,” lanjutnya.
Contoh lain yakni tingkat inflasi, di mana data terbaru inflasi memang belum mengalami kenaikan signifikan.
Tetapi melalui adanya kenaikan harga barang, berdampak ke inflasi periode berikutnya.
“Belum kelihatan indikator kepada inflasi secara signifikan.
Hal ini diungkapnya saat menyampaikan laporan kondisi fundamental ekonomi Indonesia kepada Presiden Prabowo Subianto.
“Kami dari Dewan Ekonomi Nasional memang menyampaikan kepada Bapak Presiden terkait melalui situasi ekonomi sekarang ya.
Begini Kata Ekonom Senior Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 742192, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260612075547-17-742192/benarkah-fundamental-ekonomi-ri-kuat-begini-kata-ekonom-senior’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Chandra Dwi Pranata, CNBC Indonesia 12 June 2026 08:15 Foto: Ekonom Senior, Raden Pardede menyampaikan pemaparan dalam acara CNBC Indonesia Economic Outlook 2025 di Hotel Westin, Jakarta, Rabu (26/2/2025).
Selain dari indikator-indikator makro seperti pertumbuhan yang masih tinggi, inflasi yang masih stabil, salah satu yang kami highlight adalah neraca korporasi yang dalam posisi yang sangat sehat,” tegasnya.
Namun demikian, dia menilai pemerintah perlu mewaspadai adanya ketidakpastian ekonomi global.
(chd/mij) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260608133241-19-741035/video-arah-pasar-modal-tiap-piala-dunia”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/741035?comscore=off”,”time”:543,”title”:”Video: Arah Pasar Modal Tiap Piala Dunia”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/06/08/arah-pasar-modal-tiap-piala-dunia-1780904390230_169.png”}]’); Next Article BI Rate Naik Jadi 5,50%, Ekonom Ramal Rupiah Tetap Bakal Melemah
Jadi, apa yang kita lihat harga-harga yang sudah naik kemudian perlambatan dari kurs yang melemah, dampaknya itu tidak serta-merta langsung hari itu juga, tapi nanti,” kata Raden dalam acara KONEKSI CNBC Indonesia, dikutip pada Jumat (12/6/2026).
Baca: Asing Berburu Bank dan Komoditas Saat IHSG Terkoreksi
Sehingga, menurutnya, kenaikan harga barang-barang yang sudah terjadi belakangan ini, baru akan terlihat dampaknya sekitar 3 hingga 6 bulan.
“Contohnya juga sekarang dinaikkan interest rate (BI Rate), suku bunga SRBI sudah naik.
Faktor penyebabnya adalah adanya data lag atau jeda waktu, sehingga antara data ekonomi belum mencerminkan kondisi yang sebenarnya.
googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });
“Jadi memang fundamental ekonomi kita terlihat kuat karena ada lag yang biasanya baru bisa rasakan 3-6 bulan atau maksimum 9 bulan. yang mengakibatkan (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Jakarta, CNBC Indonesia – Pengamat ekonomi buka suara soal kondisi pasar keuangan Indonesia yang masih terpuruk, meski pemerintah mengaku fundamental ekonomi Indonesia masih kuat.
Ekonom senior Raden Pardede mengatakan adanya perbedaan kondisi antara fundamental ekonomi Indonesia dengan kondisi pasar keuangan terjadi
Mungkin yang pertama yang kami sampaikan, kami sampaikan kepada Bapak Presiden bahwa fundamental ekonomi kita dalam kondisi yang baik gitu ya,” kata Firman.
“Bahkan jauh dibandingkan melalui kondisi krisis 1998.
Itu berarti akan berpengaruh kepada investasi berikutnya, meskipun sekarang belum, dan yang lalu-lalu belum.
Analisis mendalam tentang Benarkah Fundamental Ekonomi RI Kuat? Begini Kata Ekonom Senior akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
📢 Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
📌 Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
🏢 Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
⚠️ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
